Mulut Kering, Bikin Merinding dan Menurunkan Nafsu Makan

February 27, 2015

mulut kering

Saat yang lain asyik makan keripik atau biskuit crackers, Mia malah enggan dan menghindari camilan favorit ini. “Mulut saya rasanya sangat kering. Menelan nasi saja rasanya sulit, apalagi berurusan dengan remah-remah biskuit,” keluh Mia. Anda mengalami hal serupa? Jangan-jangan ini gejala xerostomia.

Akibat Berkurangnya Produksi Air Liur

Mulut kita bukan hanya pintu pemuas lapar dan haus, melainkan juga gerbang untuk menikmati dunia melalui berbagai cita rasa. Petualangan ini tidak akan terwujud tanpa adanya air liur di dalam mulut. Faktanya, cairan yang dianggap menjijikkan bagi sebagian orang ini ternyata penting untuk memunculkan rasa makanan, memudahkan proses mengunyah dan menelan, serta menjaga kesehatan gigi dan mulut.

Air liur adalah cairan yang dihasilkan oleh kelenjar liur di mulut. Air liur dapat membantu ‘membilas’ sisa makanan yang berada di mulut. Ia juga dapat menetralkan asam yang dihasilkan kuman setelah kita makan. Kekurangan air liur akan meningkatkan keasaman di mulut dan memudahkan terbentuknya plak dan lubang pada gigi. Air liur memungkinkan kita untuk mengecap berbagai rasa dan memuluskan proses menelan. Hebatnya lagi, cairan ini mengandung enzim yang membantu untuk mencerna makanan.

Dalam dunia medis, mulut kering dikenal dengan istilah xerostomia. Gangguan ini dapat terjadi akibat berkurangnya produksi air liur oleh kelenjar di mulut. Meski demikian, xerostomia bukanlah penyakit, melainkan gejala dari gangguan atau penyakit lain yang memengaruhi produksi air liur.

Terlalu Sering Konsumsi Obat

Xerostomia adalah gangguan yang cukup banyak ditemukan. Sayangnya, gangguan mulut kering ini kerap diabaikan. Gangguan mungkin sangat ringan berupa penurunan nafsu makan dan kenikmatan makan. Namun, pada beberapa kasus, xerostomia berpotensi menimbulkan gangguan kesehatan yang lebih luas.

Xerostomia sering dialami oleh orang lanjut usia. Bahkan, sekitar 20% orang lanjut usia akan mengalaminya. Hal ini sesungguhnya bukan disebabkan oleh faktor usia ataupun karena adanya penyakit di kelenjar liur, melainkan akibat konsumsi obat-obatan. Lansia memiliki kesehatan yang menurun sehingga mudah terserang penyakit, termasuk penyakit degeneratif. Semakin tua, lansia akan makin akrab dengan obat-obatan. Mulai dari obat darah tinggi, obat depresi, obat nyeri, obat alergi, obat Parkinson, obat inkontinensia urine, hingga obat mual, diare, asma, dan lain sebagainya. Obat-obat inilah yang dapat menyebabkan produksi kelenjar liur menjadi berkurang.

Mulut kering juga dapat disebabkan oleh adanya penyakit. Sebut saja sindroma Sjogren, hipertensi, diabetes, anemia, Alzheimer, HIV/ AIDS, stroke, Parkinson, atau gondongan. Pengobatan kanker berupa radiasi atau kemoterapi juga dapat menyebabkan kerusakan kelenjar liur sehingga mulut menjadi kering. Penyebab mulut kering lainnya adalah dehidrasi, kerusakan saraf, pembedahan kelenjar liur, bernapas melalui mulut, dan kebiasaan merokok.

Berujung Pada Sakit Gigi

Mulut yang kering tentu akan menimbulkan rasa tidak nyaman. Jika Anda kerap mengalami sakit tenggorokan atau suara serak disertai perih di bibir, mulut, dan tenggorok, mungkin ini disebabkan oleh xerostomia. Gersangnya mulut juga dapat menyebarkan bau semerbak yang tidak sedap dari mulut. Selain itu, kita menjadi sulit untuk mencicipi, mengunyah, dan menelan makanan. Apalagi pada yang mengenakan gigi palsu, gigi menjadi sulit melekat alias terus menerus terlepas. Pada wanita, mulut yang kering menyebabkan lipstik jadi mudah menempel pada gigi. Makan tidak enak, tidur tidak nyenyak, pergaulan pun jadi terganggu.

Xerostomia sering dianggap sebagai angin lalu oleh penderitanya. Padahal, xerostomia yang berkelanjutan dapat berdampak luas. Pada lansia, dapat membuat malas makan sehingga timbul kekurangan gizi. Mulut kering juga dapat menimbulkan dampak psikologis serta gangguan kesehatan gigi berupa gigi berlubang. Belum lagi radang gusi dan infeksi jamur di mulut juga mengintai.

Cari Tahu Penyebabnya

Anda perlu cerdik-cerdik dalam mencari tahu penyebabnya terjadinya xerostomia. Idealnya, pengobatan si mulut kering perlu disesuaikan dengan penyebabnya. Meski demikian, ada banyak kasus yang tidak dapat diperbaiki meski diketahui penyebabnya.

Untuk memastikan apakah Anda mengalami xerostomia, dokter mula-mula akan memeriksa mulut dan menilai kondisi Anda berdasarkan gejala dan riwayat penyakit serta obat-obatan yang dikonsumsi. Mungkin juga diperlukan pemeriksaan darah atau pemeriksaan kelenjar liur.

Jika xerostomia disebabkan oleh konsumsi obat, Anda tidak boleh menghentikan penggunaan obat tanpa sepengetahuan dokter. Konsultasi dengan dokter akan memberikan kesempatan agar penyakit dapat tetap terkontrol tanpa mengganggu kesehatan mulut. Untuk membantu mengembalikan kelembaban mulut, dokter dapat meresepkan obat kumur pengganti liur atau obat yang dapat membantu meningkatkan produksi liur.

Untuk memulihkan kondisi mulut, produksi liur perlu ditingkatkan atau diganti dengan pengganti liur. Selain itu, diperlukan pemeriksaan dan pengobatan lubang gigi dan perawatan jika terdapat infeksi pada gigi dan mulut.

Tips Mengatasi Mulut Kering

■ Hindari makanan dan minuman yang manis atau asam agar gigi tidak mudah berlubang.

■ Banyak minum air agar mulut selalu lembab.

■ Sikat gigi dengan pasta gigi berfluoride dan periksakan gigi ke dokter gigi secara teratur.

■ Hindari makanan yang kering, pedas, terlalu panas atau terlalu dingin.

■ Hindari rokok, obat flu yang mengandung dekongestan, kopi, dan obat kumur yang mengandung alkohol karena dapat menyebabkan mulut semakin kering.

■ Kunyah permen karet sugarfree untuk merangsang produksi liur.

■ Gunakan humidifier untuk menambah kelembaban ruangan terutama pada malam hari.

■ Hindari bernapas melalui mulut sebisa mungkin.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: