Minuman Cola dan Kesehatan Tulang

March 1, 2014

minuman cola

Mengkonsumsi sekaleng atau dua kaleng cola sepertinya memang kelihatan tidak berbahaya. Namun penelitian baru-baru ini menunjukkan bahwa meminum minuman tersebut dapat berakibat buruk pada kesehatan tulang kita.

Telah banyak terdapat bukti bahwa konsumsi minuman bersoda atau minuman berkarbonat lainnya dalam jumlah banyak berhubungan dengan massa tulang yang lebih rendah pada anak-anak. Ini merupakan hal yang harus menjadi perhatian bagi masyarakat.

Mekanisme yang pasti dari masalah ini belum jelas, namun para ahli percaya bahwa meminum minuman bersoda, terutama cola, dapat berpengaruh buruk pada kepadatan tulang dalam berbagai cara.

Salah satunya adalah bahwa kemungkinan orang-orang yang meminum cola memang tidak dapat memenuhi kebutuhan kalsium dan vitamin D yang diperlukannya, karena dengan meminum soda, maka mereka secara tidak langsung membatasi jumlah minuman jenis lain yang bisa diminumnya, yaitu menggantikan minuman sehat seperti susu atau jus dengan tambahan kalsium yang baik bagi tulang.

Sebab lainnya berhubungan dengan kandungan kafein yang terdapat dalam cola, karena kafein memang telah dihubungkan dengan resiko yang lebih tinggi bagi seseorang untuk terkena osteoporosis.

Penjelasan ketiga yang mungkin terjadi adalah difokuskan pada kandungan bahan yang ditemukan pada cola, yaitu phosporic acid. Phosporus sendiri adalah unsur nonlogam yang beracun, dan phosporic acid atau asam fosfor dapat menyebabkan ketidakseimbangan di dalam tubuh karena tubuh akan berusaha menetralisir asam fosfor ini dengan menggunakan kalsium yang ada.

Jika kalsium yang kita peroleh dari makanan tidak cukup, maka tubuh akan mengambil kalsium yang terdapat pada tulang kita, dan inilah yang menyebabkan massa tulang seseorang dapat menjadi berkurang.

Fosfat juga terdapat dalam susu, namun karena susu juga mengandung kalsium dan vitamin D, maka tidak ada masalah. Dalam minuman ringan, yang ada hanya asam fosfor dan tidak ada kalsium, inilah yang menjadi masalahnya.

Minuman-minuman penambah semangat yang berlebihan dapat menyebabkan ketidakseimbangan asam fosfor dalam tubuh dan jika tidak terdapat cukup kalsium, maka untuk menyeimbangkannya kembali, yang akan dikorbankan adalah tulang kita.

Level kalsium yang rendah diasosiasikan dengan terjadinya osteoporosis, yaitu sebuah penyakit yang mengakibatkan penipisan tulang akibat pengeroposan yang berkelanjutan, sehingga menyebabkan tulang menjadi sangat rentan oleh resiko retak atau patah. Penyakit ini paling banyak diderita oleh wanita lanjut usia.

Sebuah studi diadakan terhadap sejumlah 2500 partisipan dengan usia rata-rata 60 tahun menemukan bahwa konsumsi cola oleh wanita berhubungan dengan kepadatan mineral tulang yang lebih rendah, terlepas dari latar belakang dan kondisi para partisipan termasuk usia, menopause, maupun total asupan kalsium dan vitamin D yang mereka peroleh. Para wanita tersebut dilaporkan mengkonsumsi rata-rata 5 porsi minuman berkarbonasi dalam seminggu, empat di antaranya adalah cola.

Lebih sedikit masalah yang ditemukan pada cola yang telah didekafein, namun pada diet soft drink, masalah yang timbul adalah sama.

Moderasi adalah hal yang sangat penting. Jika anda memang benar-benar menyukai minuman ringan, anda tidak perlu sampai sama sekali menyingkirkannya, hanya saja anda memang perlu untuk membatasi konsumsi minuman tersebut menjadi 1 atau dua gelas dalam seminggu.

Selain itu, pastikan juga bahwa anda memperoleh asupan kalsium dan vitamin D yang cukup untuk melindungi kesehatan tulang anda. Kebutuhan vitamin D bervariasi menurut usia seseorang. Jadi cobalah untuk berkonsultai dengan ahli kesehatan anda untuk mengetahui kebutuhan vitamin D harian anda. Para ahli juga menyarankan, jika anda tidak memperoleh sedikitnya 1000 hingga 1200 miligram kalsium dalam menu harian anda, sebaiknya anda mengkonsumsi suplemen kalsium untuk memastikan anda memperoleh mineral ini dalam jumlah yang cukup.

Langkah lain yang sangat penting untuk mencegah osteoporosis adalah dengan berolahraga secara teratur. Rekomendasi standar olahraga bagi orang dewasa adalah 30 menit setiap harinya dan bagi anak-anak adalah 1 jam setiap hari. Namun sesedikit apapun anda berolahraga, adalah lebih baik daripada tidak melakukannya sama sekali.

Jadi cobalah untuk berjalan kaki sedikitnya setengah mil sehari dan ditambah dengan latihan mengangkat beban, dalam bentuk apapun (misalnya bila tidak memiliki barbell, anda dapat mengangkat anak kecil atau membawa-bawa buku).

 

 

loading...

Previous post:

Next post: