Merawat Gigi Palsu

October 28, 2013

gigi palsu

Sudah memakai gigi palsu, bukan berarti masalah selesai sampai di sini. Kebersihan gigi dan mulut serta gigi palsu harus dipelihara dengan baik. Kalau tidak dipelihara, bisa fatal. Misal, bisa terjadi infeksi atau kerusakan gigi; terutama pada gigi palsu cekat yang masih ada sisa gigi asli. Dokter gigi akan memeriksa penyebabnya dan merawat sesuai prosedur.

Masa Adaptasi

Seperti saat sela-sela gigi kita menyangkut sebuah makanan, kita akan merasa kurang nyaman, atau bahkan risih. Apalagi gigi palsu sengaja ditempelkan melekat di rongga mulut kita, plat gigi palsu terasa kurang nyaman dan mengganggu. Bagi tubuh, gigi palsu adalah benda asing, sehingga akan timbul reaksi, misalnya air liur (saliva) keluar terus.

“Mulut juga terasa penuh dan pola berbicara berubah,” terang Prof. Dr. drg. Lindawati S. Kusdhany, Sp. Pros (K) dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Indonesia. Umumnya, air liur akan diproduksi berlebihan hingga 14 hari setelah pemasangan gigi palsu, keluhan akan berkurang bila gigi palsu terus dipakai.

Pada awal pemasangan, gigi palsu sebaiknya dipakai setiap saat termasuk di malam hari saat tidur. Bila mulut sudah beradaptasi, baru gigi palsu dilepas di malam hari. Ini penting untuk memberi kesempatan bagi gusi untuk beristirahat dan mencegah sisa makanan terperangkap, karena plat gigi palsu akan menutupi gusi dan jaringan di bawahnya.

Setelah gigi palsu dipasang, kontrol ke dokter gigi yang memasang esok harinya dan satu minggu kemudian. Tak lain agar dokter gigi mengetahui keluhan pasien dan mencarikan solusinya. Sebaiknya, hindari dulu makanan minuman panas, untuk menghindari rasa terbakar di rongga mulut.

Berlatihlah mengucapkan kata-kata sulit, seperti mengucapkan huruf S dan T. Baca dengan suara keras, untuk membiasakan lidah. Gigit gigi palsu dengan lembut, lakukan gerakan menelan untuk membantu menjaga posisinya saat bicara, tertawa, tersenyum atau batuk.

Setelah hari ke-15 hingga 1 bulan setelah pemasangan, produksi air liur umumnya sudah jauh berkurang. Makin sering gigi palsu dipakai untuk beraktivitas, makin cepat mulut beradaptasi. Pada masa ini, bisa dicoba mengunyah berbagai jenis makanan.

Kontrol ke dokter gigi 6 bulan sekali, untuk menilai kondisi gigi palsu dengan rongga mulut. Pada mereka yang berusia lanjut dan pasien yang mememiliki penyakit sistemik, harus lebih sering kontrol; 1×3 bulan. “Biasanya, tulang rahang sudah menyusut sehingga gigi palsu tidak pas lagi dengan kondisi tulang rahang, sehingga perlu diperbaiki,” papar Prof.Linda.

Hindari absen memakai gigi palsu dalam waktu lama. Misalnya tidak memakainya selama tiga bulan; begitu dipakai lagi, gigi palsu mungkin sudah berubah dan tidak pas lagi.

Perekat Gigi Palsu

Ada kalanya, gigi palsu lepasan membutuhkan perekat. Meski gigi palsu sudah dibuat dengan baik, tapi ada kalanya kondisi struktur atau jaringan pendukung gigi palsu sudah tidak memadai. Misal, tulang rahang sudah menyusut hingga sangat pendek, sehingga kecekatan gigi palsu tidak maksimal. Juga pada lanjut usia yang produksi air liurnya sudah berkurang. “Air liur berperan penting untuk merekatkan gigi palsu dengan jaringan pendukung. Bila produksinya kurang, kecekatan gigi palsu akan berkurang,” ungkap Prof. Linda. Bila khawatir gigi palsu goyang saat berbicara atau makan, perekat juga bisa digunakan.

Perekat cukup dioleskan 1x sehari, efeknya bisa 8-12 jam. Penting untuk diketahui, perekat bukan untuk mengoreksi gigi palsu yang memang tidak pas. “Bila perekat sudah dioleskan berkali-kali tapi gigi palsu tidak tercekat dengan baik, berarti gigi palsu sudah longgar dan perlu diperbaiki,” papar Prof. Linda.

Zat dalam bahan perekat yakni sodium carboxymethyl cellulose. Beberapa survey menunjukkan, perekat mengurangi terselipnya partikel makanan hingga 74%. Penelitian menyebutkan, 41-86% pengguna gigi palsu mengeluhkan partikel makanan yang terselip; ini bisa menyebabkan masalah seperti bau mulut, iritasi dan nyeri. Perekat juga membantu mengurangi gigi palsu bergeser saat makan dan berbicara, serta meningkatkan kemampuan mengunyah makanan.

Perekat cukup diaplikasikan di tiga titik pada gigi palsu untuk rahang atas, dan dua titik untuk rahang bawah. Hindari aplikasi di pinggir gigi palsu, agar tidak keluar saat gigi palsu dipasang di rahang.

Membersihkan Gigi Palsu

Gigi palsu lepasan perlu dilepas di malam hari, untuk dibersihkan. Ada pendapat, boleh menyikat gigi palsu dengan pasta gigi. Pendapat lain tidak menyarankan. “Pasta gigi dapat merusak permukaan gigi palsu,” jelas Prof. Linda. Beliau mengingatkan, kerusakan pada gigi palsu bisa menjadi tempat berkembang biaknya bakteri di dalam mulut.

Gigi palsu cukup disikat dengan sikat gigi dan air matang, tanpa pasta gigi. Bila ingin menggunakan pembersih, gunakan pembersih khusus. Salah satu kandungan pembersih khusus yakni sodium polyphosphate, yang bekerja sebagai deterjen, dapat memecah dan membersihkan kotoran. Organisasi Kesehatan Dunia WHO menyatakan sodium polyphosphate sebagai regulator dan penstabil asam, yang menyeimbangkan asam dalam pembersih gigi palsu sehingga mencegah kerusakan akibat zat kimia.

Pembersih gigi palsu biasanya berbentuk tablet effervescent, yang mengandung sodium bicarbonaté (baking soda) dan asam sitrat. Bila kombinasi kedua zat ini dimasukkan ke air, akan muncul reaksi buih seperti soda. Reaksi ini membantu penyebaran zat pembersih sehingga efektif membersihkan partikel makanan dan plak dari gigi palsu, serta menghilangkan bau dengan membunuh bakteri.

Rendam gigi palsu dalam larutan pembersih selama 5 menit, lalu sikat dengan sikat lembut. Selanjutnya, bilas dengan air mengalir hingga bersih. Setelah itu, rendam gigi palsu dalam air. “Gigi palsu sebaiknya tidak dibiarkan kering, karena sifat fisik bahannya akan berubah, getas dan tidak bisa dipakai lagi,” ucap Prof. Linda.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: