Menyiasati Gigi Kelinci Agar Tampak Indah

June 18, 2014

gigi kelinci

Vega Darwanti, presenter cantik yang wajahnya selalu nongol di Bukan Empat Mata mendampingi Tukul Arwana, sekarang memiliki tampilan berbeda ketimbang sebelum-sebelumnya. Umumnya, artis lebih suka otak-atik penampilan alis, mata, bibir, hidung dan beberapa bagian tubuhnya, baik melalui operasi plastik atau trik make-up, Vega justru melakukan perubahan penampilan pada giginya. Perhatikan saja, dua gigi Vega di barisan paling depan menonjol ketimbang gigi lainnya, mirip gigi kelinci.

Istilah gigi kelinci dalam kamus kesehatan gigi dan mulut bukan hal baru. Dinamakan gigi kelinci karena bentuknya yang menyerupai gigi kelinci. Pada mereka yang bergigi kelinci, gigi seri pertama di sebelah atas kadang tumbuh lebih lebar dan lebih panjang dibanding gigi sebelahnya sehingga tampak menonjol. Dulu, penampilan gigi kelinci dianggap sebagai masalah karena dijadikan bahan ledekan orang. Sekarang, gigi kelinci dijadikan trend baru seperti halnya penggunaan kawat gigi pada tahun-tahun sebelumnya. Tak hanya Vega, nampaknya kalangan dewasa muda mulai melirik bentuk gigi kelinci dengan alasan agar wajahnya tampak lebih muda. Adakah efek sampingnya?

Teknik Veneer

Sekarang ini, gigi kelinci bisa jadi milik siapa saja. Menurut drg. Callista Argentina Wulansari, SKG,CHt, dengan kemajuan teknologi terkini, dokter gigi bisa membuat gigi kelinci buatan, yaitu dengan tehnik Veneer.

Veneer merupakan lapisan tipis yang sewarna dengan gigi, didesain untuk menutup permukaan depan gigi. Begitu dijelaskan drg. Callista. Veneer digunakan untuk memperbaiki warna, bentuk atau posisi gigi dengan kriteria tertentu.

Bahan yang digunakan untuk veneer menggunakan bahan terbaik. “Bisa terbuat dari bahan composite, porcelain, ceramic ataupun zirconia,” kata drg. Callista. Proses Veneer menurut drg. Callista tidaklah menyakitkan meski proses dilakukan tanpa pembiusan. Selain itu pemasangan veneer harus dilakukan oleh dokter yang berpengalaman.

Agar hasil Veneer optimal, drg. Callista juga menyarankan agar menghindari menggigit makanan yang di Veneer. Hindari makanan yang keras seperti gorengan dengan tepung yang tebal, pop corn atau snack jagung, kripik, nachos, es batu, cemilan kacang-kacangan, dan makanan keras lainnya.

Penting untuk diperhatikan, gigi kelinci baik yang alamiah ataupun buatan memiliki dimensi ukuran yang lebih besar. Akibatnya gigi cenderung lebih sering berkontak dengan sendok ketika makan, botol atau kaleng saat minum. Pada anak, kontak gigi akan terjadi pada saat melakukan aktifitas tinggi seperti berlari-larian, olahraga dan lain-lain. Sebab itu, gigi kelinci baiknya dihindarkan pada aktifitas fisik yang berat.

Pada gigi kelinci alamiah, perlu dilakukan perbaikan agar tak sampai mengganggu fungsi pengunyahan makanan. Apalagi gigi kelinci ini rentan terkena benturan karena posisinya yang cenderung ke depan. “Perawatan bisa menggunakan kawat atau Veneer,” imbuh Callista.

Perlu Perawatan Khusus?

Gigi kelinci yang bersifat anomali, meski tidak sampai membahayakan jiwa, bila tidak dirapikan bisa terjadi fraktur atau patah pada gigi yang menonjol tersebut. Perlu juga untuk diingat, pada dewasa dengan usia 65 tahun ke atas tulang rahang, gusi dan jaringan penyangga gigi di sekitarnya lama kelamaan akan mengalami penyusutan, terlebih pada gigi yang kurang terjaga kebersihan mulutnya. Maka pada gigi kelinci otomatis gigi akan terlihat slightly lebih panjang lagi dari sebelumnya.

Tidak ada perawatan khusus yang mesti dilakukan. Lazimnya pada perawatan gigi dan mulut umumnya, gigi mesti disikat minimal dua kali sehari, pagi hari setelah sarapan pagi dan malam sebelum tidur. Callista juga mengingatkan untuk melakukan cekup gigi sekaligus membersihkan karang gigi minimal enam bulan sekali agar kesehatan gigi selalu terpantau dan terjaga. Ini untuk mencegah dan mendeteksi awal penyakit-penyakit berat seperti kanker mulut, kanker lidah, tumor gigi atau lidah, sampai gejala osteoporosis, sambungnya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: