Menjaga Kesehatan Mata dengan Antioksidan

July 26, 2013

kesehatan mata

Pajanan radikal bebas merusak sel lensa dan jaringan yang ada di dalamnya. Protein pada lensa mata akan mengalami denaturasi saat radikal bebas memapar bagian terluar dari mata tersebut. Sinar biru dari matahari memiliki efek destruktif terhadap lensa mata hingga menimbulkan katarak. Namun, mata kita dilindungi oleh antioksidan untuk menangkal radikal bebas tersebut. Perlindungan antioksidan yang tersedia di dalam selaput sel lensa mata menangkis radikal bebas yang bisa membuat struktur protein penyusun lensa mata hancur.

Sejalan dengan pertambahan usia, kapasitas antioksidan yang tersedia di mata kita menurun. Karena itu, dampak buruk paparan radikal bebas sangat dirasakan oleh mata para manula. Namun, tidak menutup kemungkinan mata kaum muda rusak karena kapasitas antioksidan yang mereka miliki tidak memadai. Secara umum, risiko katarak seharusnya dialami oleh kaum tua, namun banyak pula orang yang masih muda mengalaminya, bahkan juga dialami oleh kaum belia. Faktor pemicunya tentu kapasitas antioksidan yang rendah pada mata mereka.

Radikal bebas tidak hanya merusak lensa mata saja, namun juga di bagian yang lebih dalam. Retina mata kita sangat peka terhadap radikal bebas. Secara alami, retina kini dapat memfilter radiasi surya yang akan menembus ke dalam sel retina. Di lapisan terluar dari retina terdapat retina-blood barrier yang menyaring sinar biru perusak bagian makula. Sayang, kemampuan tersebut dipengaruhi oleh keberadaan antioksidan yang ada di sekitarnya. Dalam hal ini, kinerja retina-blood barrier bergantung pada ketersediaan antioksidan yang mendukung kinerja pelindung alami tersebut.

Mungkin Anda masih ingat nasihat orang tua Anda untuk gemar mengonsumsi wortel agar mata Anda sehat. Sebuah nasihat bijak yang perlu Anda ikuti. Wortel kaya beta-karoten yang menjadi prekursor vitamin A untuk menjaga kesehatan mata. Beta-karoten juga merupakan antioksidan yang andal untuk mereduksi radikal bebas perusak mata. Keberadaannya berperan sebagai pelindung mata. Meskipun tidak mampu menyembuhkan mata yang telah rusak seperti yang diperkirakan orang awam, namun mengonsumsi makanan kaya beta-karoten tentu bermanfaat sebagai usaha preventif untuk mendapatkan mata sehat

Tak cuma wortel, Anda pun dapat memperoleh asupan beta-karoten dari sumber lainnya. Semua buah dan sayuran berwarna jingga adalah sumber beta-karoten. Anda dapat mengonsumsi ubi rambat oranye, labu parang, tomat, mangga, jeruk, nangka, serta berbagai buah dan sayuran jingga lainnya sebagai sumber beta-karoten yang tak kalah hebat dibanding wortel. Selain itu, sayuran berwarna hijau tua juga merupakan sumber beta-karoten yang sangat baik untuk Anda konsumsi. Beberapa jenis sayuran memiliki kandungan beta-karoten unggul yang pantas Anda jadikan sebagai menu sehat sehari-hari.

Sesungguhnya, tak cuma beta-karoten yang bermanfaat untuk kesehatan mata, karotenoid lain yang tidak memiliki efektivitas biologi sebagai pro-vitamin A seperti lutein dan zeaxanthin juga merupakan antioksidan yang sangat potensial untuk melindungi mata kita. Bahkan, dibanding beta-karoten dan alfa-karoten, lutein dan zaexanthin memiliki efektivitas perlindungan terhadap sinar biru jauh lebih baik daripada karotenoid yang merupakan kofaktor vitamin A tersebut. Berbagai makanan mengandung lutein dan zeaxanthin yang cukup banyak. Anda tak perlu bingung untuk mencarinya. Makanan nabati yang berwarna kuning atau kuning agak oranye serta sayuran hijau merupakan sumber lutein dan zeaxanthin yang baik. Anda dapat mengonsumsi kiwi, avokad, sayuran hijau seperti sawi, seledri, dan sayuran hijau lain sebagai sumber karotenoid yang baik untuk kesehatan mata Anda.

Mungkin tidak pernah Anda bayangkan jika kuning telur juga merupakan menu sehat buat mata kita. Kuning telur memiliki kandungan lutein yang unggul dibanding sumber lutein yang lain. Namun, lutein saja tidak cukup untuk melindungi mata Anda dari paparan radiasi sinar biru. Anda harus menambahkan zeaxanthin ke dalam menu harian Anda. Lutein dan zeaxanthin adalah dua karotenoid yang berjasa mereduksi radikal bebas yang memapar mata. Keduanya selalu ada berdampingan pada makanan alami dan tidak kita temukan dalam bentuk suplemen.

Kecukupan lutein dan zeaxanthin sangat penting bagi para perokok untuk menjauhkan diri dari katarak. Studi patologi membuktikan bahwa perokok lebih berisiko terkena katarak. Setidaknya ada empat studi dalam skala luas yang menyatakan bahwa konsumsi sayuran dan buah-buahan yang banyak mengandung lutein dan zeaxanthin seperti brokoli, sawi, spinach, jagung kuning, dan sebagainya, terbukti mampu menurunkan risiko katarak pada perokok sebesar 18 – 50% dibanding mereka yang tidak terbiasa mengonsumsi makanan tersebut.

Bagi Anda yang merasa sering berpapasan dengan radikal bebas yang memapar mata, sangat dianjurkan agar Anda memperbanyak konsumsi makanan kaya antioksidan untuk mata. Jika Anda merasa makanan alami saja kurang memadai, Anda pun dapat menambahnya dengan melakukan suplementasi. Sejumlah suplemen yang dapat bekerja sebagai antioksidan buat mata kita, antara lain beta-karoten, bilberry, dan spirulina. Konsumsilah seperlunya sesuai dosis yang direkomendasikan formulator suplemen yang Anda konsumsi.

Bilberry memberi manfaat istimewa bagi Anda yang mengalami rabun senja. Sejumlah penelitian menyatakan bahwa kadar antosianin yang sangat tinggi pada bilberry sangat membantu untuk memperjelas pandangan bagi mereka yang mengalami rabun senja. Bilberry segar sulit di dapat, maka suplementasi ekstrak bilberry menjadi pilihannya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: