Menilik Penyebab BAB Berdarah

September 13, 2014

BAB berdarah

Darah yang keluar bersamaan dengan buang air besar (BAB) memang bisa menjadi hal yang menakutkan, tapi untungnya tidak selalu berbahaya. Sebab itu, penting untuk mengetahui apa saja yang menjadi penyebab BAB berdarah ini.

Bisa jadi, Anda langsung terkaget-kaget dan shock saat menemukan darah di feses Anda. Apakah Saya baik-baik saja? Bagaimana kalau itu kanker usus yang sedang banyak dibicarakan orang akhir-akhir ini? Kecemasan semacam itu banyak dialami masyarakat yang mengalami BAB berdarah. Seringnya, penyakit wasir dituding sebagai kiang keladinya. Tanpa pemeriksaan dan konsultasi ke dokter, tidak sedikit masyarakat awam melakukan pengobatan sendiri, sisanya memilih ke orang pintar.

BAB berdarah tidak selalu karena wasir, jelas dokter penyakit dalam dari RSUD Dr Moewardi, dr. T Yuli Pramana, SpPD, KGEH. Menurut beliau, BAB berdarah yang ditandai dengan adanya darah dalam kotoran tidak selalu menunjukkan gejala wasir. BAB berdarah juga bisa diakibatkan faktor anus yang sobek, tumor rectum dan lain-lain.

Apa Saja Penyebab BAB Berdarah?

Bisa jadi, BAB berdarah merupakan keluhan umum yang banyak dialami masyarakat. Umumnya BAB berdarah disertai rasa tidak nyaman di perut mirip maag atau nyeri perut yang tajam. BAB berdarah juga bisa didahului dengan sulit buang air besar (karena fases yang keras) sehingga BAB disertai dengan darah segar.

dr. Yuli mengatakan, BAB berdarah bukan penyakit melainkan sebuah gejala adanya perdarahan saluran cerna. “Secara medis dibedakan menjadi diare yang ada darahnya dan BAB darah. Tapi, BAB berdarah sering dikonotasikan BAB darah,” ujarnya.

Jumlah darah yang keluar bervariasi, bila jumlahnya sedikit hanya akan terlihat samar. Darah baru terlihat setelah melalui pemeriksaan laboratorium. Sementara darah yang keluar dalam jumlah banyak umumnya menandai adanya perdarahan hebat di saluran cerna, “kondisi ini perlu perhatian lebih karena mengancam nyawa,” terang dr. Yuli.

Sudah menjadi anggapan umum bahwa BAB berdarah selalu dikaitkan dengan wasir. Hal itu menurut dr. Yuli kurang tepat. Perdarahan di dubur saat buang air besar adalah gejala umum wasir. Ada sebab lain yang perlu diwaspadai. Fisura anus atau perobekan lapisan anus saat mengeluarkan feses yang keras adalah sebab lain adanya darah di feses. Anda tetap perlu waspada karena penyakit lain mungkin dapat terlibat. Darah di feses dapat merupakan gejala kondisi berikut:

  • Polip.
  • Carcinoma recti (tumor rectum).
  • Tukak recti.
  • Angiodisplasia (adanya kelainan pembuluh darah ) di kolon.
  • Kolitis (iskemik atau inflamasi).
  • Kelainan di saluran cerna atas juga bisa bermanifestasi pada BAB berdarah.

Kenali Sumbernya

Lantas, bagaimana membedakan penyebabnya? dr. Yuli menyebutkan bahwa secara medis, adanya darah dalam feses terbagi jadi dua, berwarna merah segar (Hematoskezia) atau kehitaman (Melena).

Hematoskezia adalah BAB berdarah dimana darah menyebabkan feses berwarna merah segar. Penyebabnya berasal dari penyakit yang berhubungan dengan saluran pencernaan bagian bawah, seperti wasir, infeksi kuman, tifus, disentri, kanker usus besar dan radang usus besar. Pemeriksaan awal yang disarankan adalah pemeriksaan feses dan colok dubur. Kolonoskopi dilakukan jika diperlukan pemeriksaan tingkat lanjut.

Sebaliknya melena mengacu pada feses yang berwarna hitam yang diakibatkan oleh adanya perdarahan pada saluran pencernaan bagian atas, yaitu kerongkongan, lambung atau usus dua belas jari. Cara mencari tahu penyebab melena adalah dengan melakukan pemeriksaan endoskopi.

Siapa yang Beresiko?

Setiap orang beresiko mengalami BAB berdarah, namun ada beberapa kelompok yang disebut dr. Yuli memiliki risiko lebih tinggi, di antaranya:

1. Pasien dengan penyakit berat.

2. Sakit liver sirosis.

3. Sakit maag yang tak terobati (erosi usus, tukak peptik, tumor usus).

4. Mereka yang memiliki riwayat wasir.

5. Sering mengalami konstipasi.

Penanganan

Meski terlihat menakutkan, BAB berdarah jarang menimbulkan kegawatan. Komplikasi terutama anemia berat lebih mungkin terjadi pada BAB berdarah yang disertai muntah darah. Secara umum, komplikasi terjadi sesuai dengan banyaknya darah yang hilang. Jika disertai dengan muntah darah, kegawatan terjadi karena muntah darahnya.

Kasus BAB berdarah akut umumnya tidak berimbas negatif pada tekanan darah. “Hanya 15 persen pasien dengan perdarahan hebat dan bekelanjutan yang berimbas pada tekanan darah. Biasanya sumber perdarahannya berasal dari bagian terminal ileum (usus halus),” ujarnya. Yang cukup melegakan, perdarahan seiring waktu akan berhenti sendiri.

Meski demikian BAB berdarah tetap tidak boleh diabaikan. Menurut paparan dr. Yuli, penanganan BAB berdarah melibatkan modifikasi gaya hidup sehat, seperti mengonsumsi serat dan minum yang cukup, menghindari stress, olahraga dan istirahat yang cukup.

“Adapun perawatan dan pengobatan disesuaikan dengan kepastian diagnosis penyakit yang mendasarinya. Misal BAB berdarah yang disebabkan oleh wasir maka perlu dipertimbangkan penanganan wasirnya sendiri, seperti injeksi wasir atau pengikatan pembuluh darah pada wasir atau harus dilakukan operasi wasir, selain obat-obatan untuk wasir,” tutupnya.

Cara Tepat Cegah BAB Berdarah

Bagi Penderita Wasir:

  • Hindari fases keras dan sembelit.
  • Cukupi serat harian Anda.
  • Cukup kebutuhan minum Anda, yaitu > 2000 ml perhari mulai bangun tidur hingga pukul 22.00.
  • Olah raga

Jika Anda Penderita Maag:

  • Hindari makanan yang terlalu merangsang saluran cerna, seperti pedas dan asam.
  • Jagalah pola makan Anda dengan makan teratur.
  • Hindari obat-obatan yang mengganggu saluran cerna.
  • Tetaplah beraktifitas dengan teratur.
  • Cukupi kebutuhan istirahat Anda.
  • Kelolah stress Anda dengan baik.
  • Jangan lupa, tetap sediakan obat-obatan sederhana untuk kesehatan saluran cerna di rumah Anda, misalnya: antasid, sucralfat, H2bloker (ranitidin ), PPI (omeprazol, lanzoprasol).

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: