Menilik Metode Sedot Lemak dan Transfer Lemak

July 28, 2014

sedot lemak

Semua orang tentu ingin punya kelebihan. Namun, sepertinya tidak ada yang mau kelebihan lemak. Kelebihan lemak di daerah perut, bokong dan lengan atas sering dianggap sebagai aksesori perusak penampilan. Maka itu, operasi sedot lemak adalah salah satu metode bedah plastik yang banyak diminati kaum hawa.

Kini, ada yang lebih mengejutkan lagi. Ternyata lemak dari hasil sedot lemak bisa di’transfer’ ke tempat-tempat yang diinginkan, terutama ke daerah dada untuk membuat payudara tampak lebih berisi. Prosedur ini diklaim lebih aman dibanding suntik ataupun penanaman impian. Benarkah? Apa kelebihan dan kekurangannya?

Solusi Untuk si Rata

Sejak dulu, wanita bermimpi memiliki tubuh yang langsing tetapi tetap molek bak gitar Spanyol. Alasannya, selain enak dipandang, mencari pakaian yang pas di badan pun menjadi lebih gampang. Apalagi bagi mereka merasa dadanya kurang berisi, rasanya mau pakai baju apapun jadi kurang menarik. Untuk mengatasi hal ini, tidak jarang wanita mencari solusi praktis, yaitu dengan penyuntikan dan pemasangan implan silikon. Namun, tindakan ini rupanya menyimpan bahaya dan terkadang memberikan hasil yang kurang memuaskan.

Suntik silikon, misalnya, sekarang sudah tidak lagi dianjurkan karena belum melalui penelitian ilmiah yang sahih. Selain itu, meski awalnya memberikan hasil yang memuaskan, silikon cair ini dapat menimbulkan masalah di kemudian hari. Silikon yang disuntikkan dapat berpindah tempat ke lokasi yang tidak diinginkan dan menimbulkan reaksi peradangan sehingga silikon mengeras di dalam tubuh. Walhasil, bukan bentuk indah yang didapat, payudara malah penuh dengan benjolan yang membuat penampilan tidak karuan. Parahnya, jika sudah begini silikon menjadi sulit untuk dikeluarkan dan tidak dapat dibuang tanpa merusak jaringan di sekitarnya.

Berbeda dengan ‘saudaranya’, silikon berbentuk implan lebih aman dan kurang menimbulkan reaksi radang. “Pasalnya, silikon ini tidak langsung bersentuhan dengan jaringan tubuh karena tertutup oleh kapsul atau kantong pelindung. Dengan demikian, jika penampilan payudara tidak lagi memuaskan, implan dapat dikeluarkan lagi dengan mudah tanpa harus merusakjaringan di sekitarnya,” jelas dr. Asrofi S. Surachman, SpBP-RE(K). Meski begitu, tidak tertutup kemungkinan bahwa impian bisa bocor dan berubah bentuk. Kebocoran seperti ini, pada akhirnya juga dapat menimbulkan reaksi radang sama seperti silikon cair. Bentuk payudara yang ditambahkan impian silikon juga sering diolok-olok kurang alami.

Kendala-kendala ini mendorong para ilmuwan untuk mencari alternatif yang aman untuk memperbesar payudara. Di antaranya dengan menggunakan implan berisi larutan saline dan yang terbaru adalah dengan menggunakan lemak dari tubuh sendiri.

Panen Lemak dari Liposuction

Prosedur pemindahan atau transfer lemak ke payudara sebenarnya bukan barang baru dalam dunia kedokteran. Tindakan ini sering dilakukan pada wanita pasca mastektomi total, guna merekonstruksi bentuk payudara. Ide ini dengan cepat menarik perhatian di dunia kedokteran mengingat lemak berasal dari tubuh si pasien sendiri, sehingga reaksi tubuh tentu tidak segarang saat berhadapan dengan silikon. Kelebihan lainnya adalah lemak hanya perlu disuntikkan tanpa operasi sehingga pasien tidak perlu berhadapan dengan pisau bedah. Selain itu, transfer lemak juga menjanjikan hasil berupa bentuk dan rasa yang lebih alami.

Bagaimana caranya? Mula-mula, dokter akan menyedot sebagian lemak dari daerah perut atau paha. Lemak hasil penyedotan tersebut kemudian dimasukkan ke dalam tabung dan diputar dengan kecepatan tinggi sehingga sel lemak dapat dipisahkan dari cairan dan sel tubuh lainnya. Setelah dipanen, lemak hasil pemutaran dapat digunakan langsung untuk mengisi payudara. Penyuntikan lemak juga tidak dapat dilakukan sembarangan. “Perlu ketelitian dan pengalaman dokter untuk menentukan lokasi penyuntikan dan jumlah lemak yang perlu diberikan. Kemahiran dokter juga akan menentukan berapa banyak sel lemak yang ‘hidup’ saat dipanen dan hasil akhir pentransferan lemak,” ujarnya. Karena itu, tidak heran jika prosedur ini hanya boleh dilakukan oleh dokter bedah plastik berlisensi.

Masih Kontroversi

Tak ada gading yang tak retak. Meski telah malang melintang di dunia rekonstruksi payudara pada penderita kanker, keamanan dan efektivitas jangka panjang trend transfer lemak untuk tujuan kosmetik belum diteliti benar. Karena itu, masih ada kontroversi di kalangan para dokter mengenai trend ini.

Menurut dr. Asrofi, prosedur pemindahan lemak sudah dilakukan selama lebih dari 25 tahun. Namun, masih ada beberapa kekuatiran yang mengganjal. Yang paling santer adalah ketidaknyamanan karena penyuntikan lemak biasanya memerlukan pengulangan beberapa kali. Lemak yang disuntikkan dapat diserap oleh tubuh sehingga hasil tidak langsung terlihat. Untuk mengatasinya, biasanya lemak yang diambil dalam sekali prosedur liposuction cukup banyak sehingga dapat disimpan dan digunakan beberapa kali dalam kurun waktu tertentu.

Kekuatiran lain adalah lemak yang diambil bisa saja nekrosis atau mati sebelum disuntikkan atau setelah disuntikkan tidak mendapat suplai darah, sehingga sel lemak mati dan mencair membentuk kista. Kista ini dapat menimbulkan perkapuran, benjolan, dan jaringan parut sehingga dikira sebagai kanker. Hal ini perlu diingat saat melakukan mamografi. Tidak hanya itu, adanya kista yang jinak ini dapat menutupi tumor atau kelainan lain pada payudara yang tidak ada hubungannya dengan transfer lemak.

Meningkatkan Percaya Diri

Banyak kaum wanita yang kurang percaya diri dengan bentuk dan ukuran payudaranya. Sindrom galau ini ternyata tidak hanya dialami oleh wanita dewasa, melainkan justru banyak terjadi pada remaja. Hanya saja, mereka malu dan takut mengakuinya. Banyak remaja yang akhirnya malu, membatasi pergaulan dan aktivitas, dan mengenakan pakaian yang diharapkan dapat menutupi kekurangannya. Anak remaja zaman sekarang mungkin lebih berani lagi, mereka mungkin saja meminta izin orang tuanya untuk melakukan pembesaran payudara.

Remaja masih mengalami pertumbuhan dan perkembangan. Oleh sebab itu, sebenarnya tidak perlu terburu-buru memutuskan untuk melakukan pembesaran payudara. Meski demikian, tidak dipungkiri bahwa prosedur-prosedur di atas dapat meningkatkan rasa percaya diri remaja. Jikapun ingin dilakukan, siapapun Anda dan berapapun usianya, sebaiknya berkonsultasi dengan ahli sebelum prosedur dilakukan. Pastikan juga dokter yang Anda pilih memiliki keahlian dan kompetensi yang diperlukan agar tidak kecewa di kemudian hari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: