Menilik Berbagai Penyebab Edema

May 31, 2015

penyebab edema

Saat jatuh, terbentur, atau luka, wajar jika di daerah yang terkena mengalami bengkak. Namun, bila kaki, tangan, dan daerah lain jadi bengkak tanpa ada sebab sebelumnya, hal ini tentu menimbulkan rasa kuatir. Ada apa ya? Apakah berbahaya? Ini ulasannya!

Dalam dunia medis, bengkak sering disebut dengan istilah edema. Edema adalah pembengkakan yang disebabkan oleh terperangkapnya cairan tubuh di dalam jaringan. Meskipun dapat terjadi di mana saja, bengkak ini biasanya akan lebih mudah terlihat di lengan, tangan, kaki, tungkai, dan pergelangan kaki.

Edema sendiri sebenarnya merupakan reaksi normal tubuh terhadap cedera atau peradangan. Pada kondisi ini, berkumpulnya cairan di tempat yang mengalami cedera akan membantu sel darah putih untuk melawan penyakit. Meski demikian, ada juga edema yang disebabkan oleh penggunaan obat tertentu, kehamilan, atau penyakit. Bahkan, edema seringkali merupakan gejala awal adanya sejumlah penyakit serius, di antaranya gagal jantung, penyakit ginjal, dan sirosis atau pengerasan hati.

Jika terjadi edema, daerah yang bengkak akan terlihat sembab, kulit seolah kencang atau mengkilap. Bila ditekan, kulit akan membentuk cekungan yang menetap selama beberapa detik. Pada penyakit seperti sirosis hati, pembengkakan juga dapat terjadi di daerah perut sehingga perut membesar.

Gagal Jantung Kongestif

Pada penderita gagal jantung, jantung tidak kuat lagi untuk memompa darah secara efektif. Akibatnya, darah dapat menumpuk di tubuh bagian bawah, yaitu di tungkai. Akibatnya, edema akan terjadi di daerah tungkai. Pada stadium lanjut, edema dapat menyebabkan penumpukan cairan di paru-paru sehingga penderitanya sulit untuk menarik napas.

Bila edema disebabkan oleh gagal jantung, dokter biasanya akan berusaha mengeluarkan cairan yang menumpuk dengan memberikan obat pelancar kencing. Selain itu, penyakit yang mendasarinya, yaitu gagal jantung juga perlu diobati. Bisa dengan memberikan obat-obatan untuk memperkuat kontraksi jantung atau dengan memasang alat pompa buatan di jantung.

Sirosis Hati

Sirosis hati adalah kondisi hati yang telah mengeras akibat adanya penyakit. Sirosis dapat disebabkan oleh kanker hati dan peradangan hati, baik akibat penggunaan obat-obat berlebihan ataupun akibat penyakit infeksi. Salah satu fungsi hati adalah untuk membentuk albumin, protein yang diperlukan untuk menjaga cairan darah dan sel tetap pada tempatnya. Pada sirosis, kadar albumin berkurang sehingga timbul edema di seluruh tubuh dalam jumlah luar biasa, termasuk di rongga perut.

Untuk mengatasi edema berlebih di daerah perut, dapat dilakukan pungsi cairan perut. Pungsi dilakukan dengan memasukkan jarum dan selang, kemudian menampung cairan yang keluar dari perut. Melalui tindakan ini, rasa kembung dan ketidaknyamanan pasien akan sangat berkurang. Meski demkian, pungsi tidak akan menghentikan produksi cairan edema. Karena itu, meski cairan yang keluar sudah berliter-liter, seminggu kemudian cairan bisa sudah menumpuk kembali.

Untuk membantu mengurangi jumlah cairan, dokter dapat memberikan albumin melalui infus. Untuk sirosis sendiri belum bisa disembuhkan secara total. Bahkan, dahulu hati tidak dapat lagi diperbaiki jika sudah terjadi sirosis. Pilihan untuk mengatasi hal ini adalah dengan melakukan transplantasi hati, meski tidak semua kasus mengalami kesuksesan.

Penyakit Ginjal

Penyakit ginjal dan gagal ginjal juga dapat menyebabkan terjadinya edema. Hal ini terjadi karena ginjal tidak mampu membuang kelebihan cairan melalui urine. Pada orang yang mengalami gagal ginjal, ginjal tidak lagi mampu membentuk urine sehingga cairan di dalam darah merembes ke jaringan lain. Hal ini dapat ditandai dengan membengkaknya tungkai sehingga jika ditekan, kulit tidak akan otomatis kembali dan meninggalkan cekungan bekas tekanan. Edema akibat penyakit ginjal juga dapat terlihat di daerah sekitar mata.

Edema akibat penyakit ginjal juga terjadi akibat kebocoran albumin melalui ginjal dan dibuang melalui urine. Akibatnya, cairan merembes keluar dari pembuluh darah dan menumpuk di jaringan lain.

Untuk meredakan edema akibat penyakit ginjal, diperlukan upaya untuk mengatasi penyakit ginjal itu sendiri. Selain itu dapat dilakukan hemodialisis, pemberian albumin melalui infus, dan pasien diminta untuk mengurangi jumlah cairan yang diminum.

Penyakit Lain

Selain gangguan jantung, hati, dan ginjal, ada beberapa penyakit lain yang juga dapat menyebabkan terjadinya edema. Di antaranya adalah kelemahan atau kerusakan pada pembuluh balik/vena di tungkai. Gangguan vena yang menahun seperti varises yang besar, dapat menyebabkan darah mengumpul di pembuluh darah tungkai dan akhirnya menyebabkan pembengkakan.

Pada kasus yang berat, edema dapat membengkak akibat trombosis di vena dalam, yaitu sumbatan oleh bekuan darah di vena tungkai. Hal ini dapat terjadi pada orang yang melakukan perjalanan udara dalam waktu lama sehingga darah mengumpul di kaki. Gangguan ini dapat berbahaya dan ditandai dengan pembengkakan pada satu tungkai secara tiba-tiba. Segera hubungi dokter bila ini terjadi.

Tangani Sesuai Penyebabnya

Jika tidak ditangani, edema dapat menimbulkan sejumlah komplikasi seperti nyeri hebat pada daerah yang bengkak, rasa kaku dan sulit berjalan, serta kulit yang terasa seperti ditarik, gatal, atau tidak nyaman. Edema juga meningkatkan risiko terjadinya infeksi di daerah yang membengkak, terbentuknya jaringan parut di antara lapisan kulit, gangguan sirkulasi darah dan pembuluh darah, serta meningkatkan risiko terjadinya ulkus atau borok pada kulit.

Agar penanganan edema lebih efektif, diperlukan terapi yang sesuai dengan penyebab terjadinya edema dan jika mungkin, terapi untuk mengatasi penyakit yang mendasarinya sehingga edema tidak datang kembali.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: