Mengobati Sakit Tenggorokan

August 7, 2013

sakit tenggorokan

Sakit tenggorokan (juga dikenal sebagai faringitis atau tonsilitis) adalah gejala dari penyakit yang menyerang faring atau daerah sekitar tonsil. Sakit tenggorokan mungkin gejala dari kondisi itu sendiri atau salah satu dari sejumlah gejala yang mendasari penyakit yang lebih luas seperti flu dan demam kelenjar.

Infeksi dari virus atau bakteri adalah penyebab utama dari sakit tenggorokan dan dapat membuat Anda sulit untuk berbicara dan bernapas. Alergi dan infeksi sinus juga dapat menyebabkan sakit tenggorokan.

Sakit tenggorokan sering menyertai infeksi virus, termasuk flu, pilek, campak, cacar air, batuk rejan, dan sesak napas. Radang tenggorokan adalah infeksi yang disebabkan oleh bakteri streptokokus. Infeksi ini juga dapat merusak katup jantung (demam rematik) dan ginjal (nefritis), menyebabkan demam berdarah, radang amandel, radang paru-paru, sinusitis, dan infeksi telinga. Infeksi tenggorokan paling berbahaya adalah epiglotitis, yang menginfeksi sebagian dari laring (kotak suara) dan menyebabkan pembengkakan yang menutup jalan napas. Epiglotitis adalah kondisi darurat yang memerlukan perhatian medis yang segera.

Alergi terhadap serbuk sari dan jamur, serta bulu kucing dan anjing dan debu rumah menjadi penyebab umum sakit tenggorokan. Iritasi yang disebabkan oleh panas kering, hidung tersumbat kronis, polutan dan bahan kimia juga dapat mengiritasi tenggorokan.

Gejala sakit tenggorokan dapat bervariasi, tergantung pada penyebabnya. Beberapa gejala antara lain nyeri atau sensasi gatal di tenggorokan, rasa sakit yang memburuk dengan menelan atau berbicara, kesulitan menelan, tenggorokan kering, bengkak kelenjar di leher atau rahang, amandel bengkak dan merah, garis putih atau nanah pada amandel, suara serak atau teredam, penolakan untuk makan pada bayi dan balita.

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Mengobati Sakit Tenggorokan?

● Banyak tidur dan istirahatkan suara.

● Minum banyak air untuk menjaga kelembaban tenggorokan dan mencegah dehidrasi.

● Cobalah makanan dan minuman hangat, seperti makanan berkaldu, minuman bebas kafein, teh atau air hangat dengan madu. Minuman dingin pun dapat mengurangi rasa sakit tenggorokan.

● Berkumur dengan air asin, 1 sendok teh garam meja dicampur dengan segelas air hangat. Kumur larutan dan kemudian meludahkannya.

● Cobalah tablet hisap untuk mengurangi sakit tenggorokan. Jangan berikan kepada anak di bawah usia 4.

● Hindari iritasi. Jaga rumah Anda agar bebas dari asap rokok dan produk pembersih yang dapat mengiritasi tenggorokan.

● Obati nyeri dan demam dengan ibuprofen atau acetaminophen. Jangan berikan aspirin untuk anak-anak dan remaja, dan jangan konsumsi aspirin setelah pulih dari cacar air atau mendapatkan gejala seperti flu.

● Untuk mencegah terjadinya sakit tenggorokan, cuci tangan secara menyeluruh dan sering dengan air dan sabun, terutama setelah menggunakan toilet, sebelum makan, dan setelah bersin atau batuk. Gunakan alkohol pembersih tangan sebagai alternatif untuk mencuci tangan bila sabun dan air tidak tersedia.

● Hindari berbagi makanan, minuman atau peralatan makan.

● Jangan merokok dan hindari rokok.

Kapan Saatnya Membutuhkan Bantuan Medis?

Periksakan ke dokter setiap kali terjadi sakit tenggorokan parah, berlangsung lebih dari 5-7 hari, dan tidak terkait dengan pilek atau flu, atau dengan alergi atau iritasi. Gejala lain yang harus mendapat perhatian medis yang menyertai sakit tenggorokan adalah sakit yang parah dan berkepanjangan, kesulitan bernapas, kesulitan menelan, kesulitan membuka mulut, sakit telinga, ruam, demam (lebih dari 38,3°C), ada darah di air liur atau dahak, sering sakit tenggorokan berulang, benjolan di leher, atau suara serak yang berlangsung lebih dari dua minggu.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: