Mengobati Mendengkur

June 7, 2013

mendengkur

Mendengkur adalah suara yang dihasilkan ketika seseorang bernapas (biasanya dihasilkan ketika menghirup) saat tidur yang pada gilirannya menyebabkan getaran langit-langit lunak dan uvula (benda yang menggantung di belakang tenggorokan).

Semua pendengkur memiliki hambatan di saluran napas atas. Banyak pendengkur yang mengalami episode penuh hambatan saluran udara bagian atas saat jalan napas benar-benar diblokir untuk jangka waktu tertentu, biasanya 10 detik atau lebih. Keheningan ini biasanya diikuti oleh dengusan napas dan terengah-engah saat pendengkur berusaha mengambil napas.

Tergantung pada penyebab dengkuran, selain kebisingan yang disebabkan oleh mendengkur, Anda mungkin juga mengalami kantuk di siang hari yang berlebihan, kesulitan berkonsentrasi, sakit tenggorokan, tidur gelisah, terengah-engah atau tersedak pada malam hari, tekanan darah tinggi dan denyut jantung tidak teratur.

Ada berbagai faktor yang dapat menyebabkan mendengkur, seperti anatomi mulut dan sinus, konsumsi alkohol, alergi, pilek, dan kelebihan berat badan.

● Anatomi mulut: Memiliki langit-langit lunak, rendah dan tebal atau pembesaran amandel atau jaringan di belakang tenggorokan (kelenjar gondok) dapat mempersempit jalan napas. Demikian juga jika potongan segitiga jaringan tergantung di langit-langit lunak (uvula) memanjang sehingga aliran udara dapat terhalang dan getaran meningkat.

● Kelebihan berat badan: Tambahan berat badan dapat terbangun di tenggorokan dan menyebabkan penyempitan saluran napas.

● Konsumsi alkohol: Mendengkur juga dapat disebabkan oleh terlalu banyak alkohol yang dikonsumsi sebelum tidur. Alkohol melemaskan otot-otot tenggorokan dan menurunkan pertahanan alami terhadap hambatan jalan napas.

● Masalah hidung: Hidung tersumbat kronis atau partisi bengkok antar lubang hidung (deviasi septum hidung) dapat menyebabkan mendengkur.

● Sleep apnea: Mendengkur juga dapat dikaitkan dengan apnea tidur obstruktif. Dalam kondisi serius, jaringan tenggorokan menghalangi jalan napas, dan mencegah Anda bernapas. Sleep apnea seringkali ditandai dengan mendengkur yang keras diikuti oleh periode keheningan ketika napas berhenti atau hampir berhenti.

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Mengobati Mendengkur?

● Jangan minum alkohol atau mengambil obat penenang sebelum tidur.

● Jika hidung tersumbat adalah masalahnya, cobalah dekongestan untuk satu atau dua hari.

● Jika Anda kelebihan berat badan, turunkan berat badan.

● Tidur miring. Berbaring telentang memungkinkan lidah jatuh ke belakang ke dalam tenggorokan, sehingga bisa terjadi penyempitan saluran napas dan sebagian menghalangi aliran udara. Bila setelah tertidur ternyata Anda telentang di tengah malam, mencoba menjahit bola tenis di bagian belakang atas baju tidur untuk menaikkan bagian kepala sekitar empat inci dari tempat tidur.

● Bernyanyi dapat membantu meningkatkan kontrol otot langit-langit lunak dan tenggorokan bagian atas. Terapi mengatasi dengkuran dengan latihan bernyanyi selama 20 menit sehari selama tiga bulan dapat mengurangi dengkuran.

● Berolahraga teratur membantu mengencangkan otot tenggorokan sehingga bisa mengurangi dengkuran.

● Olahraga juga dapat membantu untuk berhenti mendengkur. Bekerja untuk nada lengan, kaki, dan abs, misalnya, juga menyebabkan mengencangkan otot di tenggorokan Anda, yang pada gilirannya dapat menyebabkan kurang mendengkur.

● Berhenti merokok. Merokok menyebabkan saluran udara diblokir oleh iritasi selaput di hidung dan tenggorokan.

● Menetapkan pola tidur yang teratur. Buat ritual tidur dengan pasangan Anda dan menaatinya. Memukul karung secara rutin bersama-sama, misalnya, dapat membantu Anda tidur lebih baik dan meminimalkan dengkuran.

Kapan Saatnya Membutuhkan Bantuan Medis?

Temui dokter jika mendengkur begitu keras dan mengganggu Anda dan pasangan Anda, atau Anda terbangun dengan tersedak atau terengah-engah. Ini mungkin menunjukkan kalau dengkur Anda disebabkan oleh kondisi yang lebih serius, seperti apnea tidur obstruktif.

Jika anak Anda mendengkur, tanyakan dokter. Anak-anak dapat mengalami apnea tidur obstruktif juga. Namun masalah hidung dan tenggorokan, seperti pembesaran amandel, dan obesitas sering mendasari kebiasaan mendengkur pada anak. Mengobati kondisi ini bisa membantu anak tidur lebih baik.

Source : dari berbagai sumber

 

 

loading...

Previous post:

Next post: