Mengobati Kutu Air Pada Anak

May 12, 2015

kutu air

Saat mendengar tentang kutu air, sebagian besar orang pasti bergidik dan menghubungkannya dengan orang yang tidak menjaga kebersihan. Selain sering menginfeksi orang dewasa, kutu air juga tidak jarang didapati pada anak-anak.

Athlete’s Foots

Kutu air atau Tinea pedis sebenarnya adalah istilah yang diberikan pada penyakit yang disebabkan jamur kulit yang bernama Epidermophyton flocco. Gary W. Cole, MD, FAAD dalam tulisannya di medicinenet.com menyebutkan bahwa kutu air atau “Athlete’s foot’ dalam bahasa Inggris ini merupakan infeksi kulit yang umum ditemukan menyerang bagian bawah kulit kaki serta di sela-sela jari kaki, “kulit yang terkena kutu air biasanya bersisik, merah, dan gatal, serta walau disebut athlete’s foot, namun kutu air dapat menyerang atlit atau bukan atlit.” Dokter tersebut juga menambahkan bahwa terdapat tiga tipe jamur penyebab kutu air yaitu tipe moccasin yang menginfeksi kaki bagian bawah, tipe interdigital yang menginfeksikulit diantara jari kaki, serta tipe inflammatory yang menyebabkan kulit bersisik.

Jamur penyebab kutu air yang biasanya menginfeksi bagian kaki, sebenarnya dapat pula menyerang bagian tubuh lainnya seperti tangan, pangkal paha, dan kulit kepala selama kondisi lingkungannya mendukung pertumbuhan jamur tersebut. Pemakaian sepatu dalam waktu lama dan dalam kondisi lembab atau basah dapat menjadi salah satu faktor pendukung terjadinya kutu air. Selain itu kaki yang sering terkena air juga dapat memicu pertumbuhan jamur penyebab kutu air.

Kutu air merupakan salah satu infeksi jamur yang menular sehingga harus segera ditangani agar tidak menyebar. Menurut Amazine.com penularan kutu air biasanya terjadi saat jamur kontak langsung dengan kulit, atau menggunakan air sebagai medium penyebaran spora. Anak yang terkena kutu air biasanya dapat menginfeksi anak lainnya saat mandi di kolam renang bersama temannya. Selain itu pinjam meminjam sepatu, pakaian, serta handuk juga dapat menjadi salah satu cara menularkan kutu air.

Gejala Kutu Air dan Penanganannya

Gejala kutu air sebenarnya mudah terdeteksi karena diawali dengan rasa gatal dan warna merah pada kulit diantara jari kaki yang dapat menyebar ke bagian lain kaki jika tidak segera diatasi. Rasa gatal yang menjadi gejala awal kutu air biasanya disertai gelembung-gelembung yang lalu pecah dan mengeluarkan cairan, selain itu kulit yang terkena kutu air menjadi lunak (maserasi) dan terkelupas sehingga membuka peluang bagi infeksi sekunder kuman. Saat kutu air berkembang biasanya kuku jari kaki menjadi tebal, rapuh, dan berubah warna.

Saat jamur berkembang, kulit menghasilkan lebih banyak sel untuk mengganti sel yang rusak sehingga kulit yang terkena kutu air tampak bersisik, selain kaki juga biasanya mengeluarkan bau tidak sedap, terutama jika berkeringat.

Saat si kecil terkena kutu air, pengobatan yang biasanya dilakukan adalah memberikan obat anti jamur yang biasa diberikan secara oral atau dioleskan pada kulit. Jika infeksi jamur tersebut disertai infeksi bakteri, maka dapat pula diberikan antibiotik namun harus dengan resep dokter.

Tindakan pencegahan kutu air sebenarnya sederhana yaitu dengan selalu menjaga kebersihan terutama tubuh, terutama kaki. Selain itu untuk memperkecil resiko infeksi spora jamur maka gunakan sandal saat berada di kamar mandi atau kolam renang umum. “Mencuci kaki setiap hari dan mengeringkannya, menggunakan bedak anti jamur saat kaki lembab atau saat memakai sepatu, mengganti kaos kaki setiap hari, serta menyemprot sepatu dengan desinfektan dan menjemurnya dapat mencegah penularan kutu air,” kata Dokter Rupal dari kidshealth.org (2014). Dokter anak tersebut juga menyarankan untuk tidak menggunakan handuk atau sepatu bersama, serta menjaga agar dinding kamar mandi di rumah tetap bersih untuk menghindari infeksi jamur kulit termasuk jamur kutu air. Kutu air biasanya dapat sembuh dalam satu atau dua minggu tergantung perawatan, serta parahnya kondisi kutu air tersebut. Namun jangan terkejut karena penyakit ini dapat datang dan pergi tergantung kondisi yang menguntungkan pertumbuhan jamurnya. Oleh karena itu menjaga kebersihan merupakan cara terbaik untuk mencegah agar tidak terkena kutu air.

Obat Tradisional Untuk Kutu Air

Walau obat-obatan kimia bahkan berbagai salep untuk mengobati kutu air saat ini mudah ditemukan dan dijual bebas, namun untuk si kecil terdapat obat tradisional untuk mengatasi kutu air. Namun seperti penggunaan obat herbal lainnya, pengobatan herbal untuk kutu air membutuhkan waktu serta ketelatenan orang tua agar penyakit kutu air pada buah hatinya dapat segera sembuh. Berikut beberapa resep tradisional yang dapat dilakukan untuk mengobati kutu air.

Minyak Kelapa dan tea tree oil (minyak pohon teh) merupakan bahan yang dapat digunakan untuk mengobati kutu air dengan hanya dioleskan pada bagian yang terkena kutu air.

♦ Campurkan cuka apel dan air dengan perbandingan 1:1. Setelah itu rendam kaki dalam larutan tersebut selama kurang lebih 15 menit setiap hari.

♦ Larutkan 2 sendok teh garam dalam wadah yang berisi air hangat, kemudian gunakan untuk merendam kaki yang terkena kutu air selama 10 hingga 15 menit setiap hari.

♦ Masukkan 6 kantong teh celup ke dalam 2 liter air mendidih. Biarkan sampai dingin, setelah itu rendam kaki dalam air teh tersebut selama kurang lebih setengah jam setiap hari.

♦ Kupas 1 siung bawang putih, kemudian gosokkan secara perlahan ke daerah yang terkena kutu air. Lakukan secara teratur 3 kali sehari.

♦ Ambil daun sirih secukupnya, kemudian cuci hingga bersih. Remas menggunakan tangan hingga hancur, lalu gosokkan pada bagian kulit yang terkena kutu air. Setelah 1 hingga 2 kali pemakaian biasanya daerah yang terserang kutu air akan berwarna kecoklatan lalu mengering dan sembuh.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: