Mengobati Radang Gusi Dengan Ramuan Herbal

April 19, 2015

radang gusi

Gingivitis adalah peradangan atau infeksi pada gusi yang disebabkan adanya lapisan plak, kurang gizi, atau kurang memperhatikan kesehatan gigi dan gusi.

Di antara gejalanya adalah gusi bengkak, kemerahan, sakit ketika disentuh, dan sedikit setuhan saja dapat menyebabkan perdarahan.

Gingivitis biasanya disertai bau mulut dan demam. Jika tidak ditangani dengan baik, gingivitis menjadi komplikasi sehingga terjadi radang jaringan sekitar gigi (jaringan yang mengelilingi gigi dan tulang di antara gigi). Setelah itu, terjadi erosi tulang, gigi longgar, dan gigi rontok. Gingivitis kronis biasanya disertai nanah, penyumbatan adenoid, dan terbentuknya lubang yang dalam pada gusi.

Penyebab akumulasi plak pada kasus radang gusi adalah mainutrisi, kekurangan vitamin, kurangnya perawatan gigi, beberapa alergi terhadap obat-obatan tertentu, dan semua jenis penyakit darah.

Pencegahan Radang Gusi

Membatasi makanan manis dan karbohidrat, memelihara kebersihan gigi dengan pasta gigi, sikat gigi, dan benang gigi (dental floss).

Pengobatan Herbal

a. Blood root

Blood root mengandung senyawa sanguinarine yang terdapat di sebagian besar pasta gigi. Ia termasuk antiseptik dan antibiotik untuk beberapa bakteri. Senyawa sanguinarine adalah terapi yang bekerja mengurangi sedimen dengan bereaksi secara kimia dan mencegahnya menempel di gigi dan gusi.

b. Chamomile

Chamomile mengandung senyawa antiinflamasi dan antiseptik. Ia dapat digunakan sebagai pembasuh dan obat kumur untuk mulut. Chamomile juga membantu mencegah pembentukan radang gusi. Herbal tersebut dapat dibuat minuman konsentrat dengan menggunakan tiga sendok teh konsentrat untuk setiap gelas air mendidih.

Untuk membuat pembasuh mulut, rendam dua sendok konsentrat untuk setiap setengah gelas air mendidih. Setelah itu, diminum tiga kali sehari. Di samping manfaat-manfaat yang telah disebutkan sebelumnya, chamomile juga termasuk herbal aromatik yang menjadikan mulut harum. Dengan demikian, herbal tersebut juga menghilangkan bau yang ditimbulkan oleh gingivitis.

c. Echinacea

Herbal antibiotik, bakteri, jamur, virus, dan parasit. Dengan demikian echinacea adalah antiradang gusi yang berfungsi untuk meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Teteskan ekstrak echinacea pada minuman apa pun, lalu minumlah. Rebusan daunnya dapat digunakan untuk membuat minuman, sedangkan rendamannya digunakan sebagai obat kumur untuk mulut, gigi, dan gusi.

Peringatan!

Echinacea dapat menyebabkan mati rasa pada lidah atau rasa ngilu di gigi. Namun, hal itu bersifat sementara dan tidak berbahaya.

d. Akar Manis (Licorice)

Licorice digunakan untuk pemanis, tetapi tidak menyebabkan gigi berlubang atau radang gusi. Berbeda dengan gula yang ikut andil dalam pembusukan dan nyeri pada gigi dan gusi. Licorice juga memiliki kandungan tinggi senyawa magnesium dan glycyrrhizin yang membantu mengendalikan peradangan pada gusi dan mencegah pembentukan plak. Hal itu tentunya dengan penggunaan rasional, yakni tidak lebih dari tiga cangkir sehari.

e. Teh

Teh bersifat astringent sehingga bekerja mengusir bakteri penyebab terjadinya gingivitis dan kerusakan gigi. Teh juga mengandung beberapa senyawa antibakteri, terutama yang hidup di mulut.

f. Calendula

Ekstrak calendula merangsang sistem kekebalan tubuh dan antibakteri. Calendula berguna dalam pengobatan radang gusi. Calendula kering dapat dijadikan minuman herbal.

g. Krokot (Purslane)

Krokot merupakan makanan kaya magnesium yang membantu mengaktifkan kalsium pada gigi. Krokot juga membantu pencegahan pengeroposannya sehingga gusi terlindungi. Selain krokot, ada beberapa tanaman kaya magnesium yang perannya sama. Misalnya, daun selada, dandelion, kacang merah, biji bunga poppy, daun bayam, dan daun ketumbar.

h. Sage

Daun sage memiliki tekstur berpasir. Caranya, dipijatkan pada gusi untuk membersihkannya. Dalam sage terkandung beberapa senyawa antibakteri dan zat antiseptik dengan karakteristiknya yang aromatik sehingga mencegah pembusukan. Teh sage atau minuman herbal daun sage memiliki efek seperti pasta gigi yang mengandung sanguinarine. Gunakan tiga sendok teh untuk membuat secangkir minuman herbal rebus, minum dua kali sehari.

i. Selada Air (Watercress)

Biji selada air dikunyah untuk mengatasi gusi bernanah. Herbal tersebut bereaksi cepat bagi sebagian orang dan diyakini mengandung sejumlah senyawa antibakteri.

j. Teatree

Teatree oil memiliki karakteristik antiseptik yang efeknya langsung terasa. Herbal tersebut juga pilihan tepat untuk dijadikan disinfektan luar terhadap berbagai kuman. Ia digunakan di bagian-bagian tubuh yang memerlukan saja. Herbal ini tidak boleh ditelan karena termasuk racun. Tambahkan teatree oil pada segelas air untuk digunakan sebagai obat kumur. Setelah itu, cuci mulut dengan baik agar benar-benar tidak ada bagian dari minyaknya yang tertelan.

k. Pepermin

Pepermin memerangi bakteri yang menyebabkan pembusukan. Herbal tersebut dapat dibuat teh dengan memasukkan dua sendok teh daun pepermin cincang pada secangkir air mendidih dan beri rasa manis dari licorice. Dapat juga digunakan sebagai obat kumur atau minuman.

l. Krameria (Rhatany)

Kulit krameria digunakan untuk mengatasi gingivitis karena mengandung astringent. Kulit pohonnya dipakai untuk membuat minuman herbal seperti teh.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: