Menghapus Bekas Cacar

September 15, 2013

bekas cacar

Kesal karena bekas cacar tak kunjung hilang? Coba tips berikut ini!

Mempunyai bekas luka di wajah entah itu karena cacar air maupun jerawat sangat mengganggu, bahkan bekas luka tersebut dapat mengganggu rasa percaya diri seseorang yang menderitanya.

Penyakit cacar air disebabkan oleh serangan virus Varicella zoster. Tidak hanya anak-anak, virus ini juga dapat menyerang orang dewasa dan bayi. Virus ini menyerang ketika ketahanan tubuh seseorang sedang menurun. Usai terkena penyakit cacar air, bekasnya senantiasa mengganggu.

Menurut Dr. Irma Bernadette, Sp.KK dari Departement Penyakit Kulit dan Kelamin Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, bekas cacar air yang mengganggu berupa bekas luka (bopeng). Luka bekas cacar air ini bisa meninggi dari permukaan kulit bisa juga berbentuk cekung.

Pada umumnya, luka bekas cacar air yang cekung itu bukan hanya dikarenakan penyakit cacar namun juga bisa disebabkan oleh acne (jerawat). Bekasnya senantiasa mengganggu, sedihnya lagi bekas tersebut kerap awet menghiasi kulit. Banyak mitos dan informasi yang salah terkait penanganan bekas cacar. Namun harus diingat, saran yang tepat biasanya tak sembarang asal ucap.

Dr. Irma memberitahu,diperlukan penanganan yang tepat untuk mengatasi bekas cacar. Parut yang disebabkan cacar air, menurut Dr. Irma umumnya bisa diatasi dengan pemberian obat yang mengandung bahan perangsang pertumbuhan kulit jaringan ikat kolage. Contoh obat yang dimaksud adalah retinoic acid (turunan vitamin A). Obat ini digunakan dalam bentuk obat oles, entah itu pelembab, mouisterizer, salep yang dioleskan maupun obat yang memutuskan hubungan atas dan bawah yang menarik kulit itu menjadi cekung atau dengan menipiskan permukaan kulit yang ada sekarang.

Selama perawatan, dokter spesialis kulit ini pun mengingatkan pasien untuk menghindari sinar matahari dan menggosok-gosok wajahnya terlalu kuat pada saat melakukan perawatan. Pada saat cuci muka, kulit harus digosok dengan lembut. Jangan lupa untuk melindungi kulit dengan tabir surya. Meski begitu, disarankan untuk mengurangi aktivitas ke luar rumah. “Memang agak merepotkan namun hasilnya akan baik jika itu dilakukan tertib oleh pasien,” tuturnya.

Penting untuk diketahui, proses menghilangkan luka bekas cacar lumayan lama, berkisar sembilan bulan sampai setahun, namun ada juga yang enam bulan sampai tahunan. Lamanya proses pemulihan, kata Dr. Irma, sangat tergantung pada kepatuhan pasien terhadap pengobatan. Dalam arti, jika pasien tertib maka pengobatan bisa dilakukan sesuai waktu, namun akan memakan waktu lebih lama, yaitu lebih dari setahun bila pasien tidak patuh, jelas Dr. Irma.

Penanganan bekas cacar air tidak bisa dilakukan sendiri, sebab itu disarankan untuk berkonsultasi ke dokter kulit. Biasanya untuk pertama kali datang pasien diminta menggunakan obat-obatan topikal. Dokter juga akan meminta pasien untuk kontrol dua minggu berikutnya untuk dievaluasi ada tidaknya efek atau iritasi. Usai diketahui, barulah pasien bisa datang kontrol tiap bulan sekali.

Mungkin kita sering melihat dan mendengar informasi tentang pengobatan tradisional untuk menghilangkan bekas luka cacar air. Seperti menggunakan jagung muda dan lain-lain.

Menanggapi informasi tersebut, ada baiknya masyarakat untuk berfikir lebih kritis. “Harus dilihat ada tidak penelitiannya, laporan-laporan dari jurnal banyak menyebutkan keberhasilan penanganan bekas cacar melalui penggunaan laser, dan tindakan lainnya,” ungkapnya. Meski begitu, pilihan pengobatan, kata Dr, Irma dikembalikan ke pasien bersangkutan.

Cegah

Penanganan bekas cacar ternyata tidak semudah bayangan kita. Sebab itu, mencegah luka menjadi solusi terbaik. Lebih lanjut, dokter spesialis kulit ini pun mengingatkan untuk tidak menggaruk, menggosok muka terlalu kencang untuk menghilangkan rasa gatal. Dokter juga melarang kita untuk mengelupas bekas cacar karena bisa jadi infeksi. “Harus pintar-pintar jaga kulit agar tidak berbekas. Kalau gatal digaruk, bisa jadi luka, lalu infeksi. Makanya jadi berbekas. Kalau gatal, kompres saja pakai air dingin. Jangan lupa, tangan harus bersih untuk mencegah infeksi,” jelasnya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: