Menghadapi Stress Karena Persoalan Uang

February 8, 2014

menghadapi stress

Jika tak hati-hati, uang bisa mendatangkan beban pikiran. Ujungnya, bukan membuat bahagia, malahan mendatangkan nestapa. Untuk itu, perlu manajemen diri agar kita tak terbebani pikiran karena soal keuangan. Apa saja yang harus dilakukan?

Ada ungkapan uang bukan segalanya, tapi segalanya butuh uang. Benarkah demikian? Bagi yang bisa mengendalikan keuangannya dengan baik, barangkali ia akan lebih mudah menjawab pertanyaan tersebut. Tapi, bagi yang mengalami masalah keuangan, jawaban yang diberikan relatif sama, “Saya butuh uang untuk memenuhi kebutuhan saya dan saya tak perlu menjawab pertanyaan itu…” Terasa dilematis bukan?

Tapi, memang, meski banyak pepatah bijak menyebutkan bahwa uang tak bisa membeli kebahagiaan, namun kenyataannya, banyak orang bahagia karena ia bisa mengatur kesehariannya dengan mudah karena punya uang. Konon, menurut penelitian, salah satu sumber keretakan rumah tangga bisa juga diawali oleh permasalahan keuangan. Bahkan, sebuah penelitian yang dilakukan oleh American Psychological Association menyebutkan bahwa ada 80% orang mengalami kecemasan karena gangguan keuangan. Tak hanya itu, tingkat kecemasan seputar uang pada perempuan meningkat 66%, lebih tinggi daripada kecemasan terhadap kesehatan dan kondisi keluarganya.

Melihat kondisi dan kenyataan tersebut, bukan berarti kita harus mendewakan uang. Tapi, ada banyak hal yang harus kita perhatikan agar uang tak jadi pemicu tekanan pikiran. Bagaimana caranya? Berikut beberapa hal yang disarankan oleh ahli-ahli keuangan…

• Buatlah perhitungan keuangan tertentu dan berilah “hadiah” pada diri sendiri saat dibutuhkan

Alvin Hall, komentator soal keuangan di BBC TV yang juga pengarang buku You and Your Money: Mastering the Emotions Behind the Numbers, memberikan salah satu trik untuk memberikan “penghargaan” pada diri sendiri saat berhasil mengelola keuangan dengan baik. Coba carilah “hadiah” yang murah — terjangkau dan tak terlalu menghabiskan keuangan — namun punya dampak yang panjang. Misalnya, Anda suka buku tertentu yang sangat Anda inginkan — coba tahan sejenak keinginan itu. Lalu, pada saat sudah berhasil mengelola keuangan dengan baik, hadiahkan buku itu pada diri kita. Nilai buku yang sebenarnya tak seberapa itu akan jadi “pemuas” yang bisa membuat kita mampu menekan tingkat stress kita karena persoalan keuangan itu. Jika tak punya uang atau hadiahnya terlalu mahal, coba cari “pelampiasan” lain yang lebih terjangkau. Beli es krim dan nikmati berdua dengan pasangan bisa jadi solusi yang menyenangkan.

• Bertukar pesan dengan relasi atau pasangan

Persoalan uang bukan melulu harus ada dalam bentuk angka-angka yang rumit. Tapi, persoalan uang juga bisa dijadikan bahan komunikasi dan bahkan candaan dengan rekan. Tentu, asal jangan pula kebablasan. Diskusi seputar manajemen keuangan dengan rekan yang dekat akan menjadikan kita lebih “damai” dan banyak solusi yang bisa didapat. Sebuah penelitian dilakukan oleh Robert Sapolsky, PhD, profesor neurology and neurological Sciences di Stanford University kepada sekelompok babon (kera besar) yang dianggap memiliki kebiasaan seperti manusia. Dalam penelitian yang berjangka 30 tahunan itu, ia menemukan hewan-hewan yang berkumpul dan saling berkomunikasi satu sama lain, bisa menurunkan kadar stress di antara mereka.

• Lakukan hal kecil yang membuat diri santai

Sebuah penelitian unik yang dilakukan di Universitas Harvard bekerja sama dengan Benson-Henry Institute for Mind Body Medicine, pekerjaan kecil dan sepele yang dilakukan dengan penuh perhatian, bisa mengalihkan rasa stress karena adanya tingkat rileksasi dalam kegiatan tersebut. Salah satu hal yang dianjurkan adalah merajut. Kebiasaan merajut, menurut penelitian yang dimuat dalam the Journal of the American Geriatrics Society mampu menurunkan tingkat stress dan mencegah demensia (pikun) bagi orang usia 65 tahun ke atas.

• Lakukan meditasi atau pelajari teknik hipnosis untuk mengatasi tekanan

Belakangan ini, tren meditasi dan olah pikiran serta jiwa punya dampak positif bagi banyak orang. Hal ini berlaku juga untuk menjauhkan diri dari tekanan dan beban soal keuangan. Meditasi — dalam berbagai versi — mampu jadi solusi yang mendamaikan pikiran sehingga soal keuangan bisa dipecahkan dengan kepala dingin dan hati yang lapang.

Bukan hanya itu, belakangan juga muncul pelatihan-pelatihan hipnosis yang bermanfaat untuk meredam stress dan mengatasi keterbatasan diri. Sehingga, dengan memiliki manajemen yang lebih baik terhadap pikiran, kita punya “akses” untuk mengatur diri — termasuk urusan keuangan — dengan lebih baik. Sebuah laporan dari The Wall Street Journal edisi November 2010, menyebutkan bahwa hipnosis mampu jadi solusi untuk mengatasi berbagai persoalan. Bukan sekadar upaya menghentikan kebiasaan merokok dengan cepat atau menghilangkan trauma terhadap hal tertentu, tapi juga mampu membuat kita bisa mendalami pola pikir lebih dalam agar mampu menyelesaikan — hampir — semua urusan yang menyangkut manajemen diri.

Satu hal yang pasti, bahwa tekanan berasal dari beban-beban yang kadang muncul karena kita “mengizinkannya” untuk muncul. Termasuk soal keuangan. Ada banyak jalan dan cara yang bisa kita komunikasikan agar soal-soal tersebut tak jadi beban di masa depan. Dengan manajemen diri — disertai manajemen keuangan yang teratur dan disiplin — niscaya beban dan tekanan tersebut bisa diminimalisir.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: