Mengenali Gejala Demam Berdarah Pada Anak

April 5, 2015

demam berdarah pada anak

Demam berdarah adalah momok yang ditakuti pada musim hujan. Setiap musim ini datang, hampir bisa dipastikan jumlah penderita demam berdarah di rumah sakit meningkat. Namun, banyak juga penderita demam berdarah yang tidak terdeteksi atau tidak tertangani secara tepat. Akibatnya, mereka dibawa dalam keadaan sudah terlambat atau sulit ditangani. Banyak yang akhirnya meninggal atau sembuh tapi meninggalkan kecacatan. Sebelum terlambat, mari kenali gejala demam berdarah pada anak.

Sering Dikira Panas Biasa

Demam berdarah dengue adalah demam yang disebabkan oleh virus dengue. Virus ini juga dapat menyebabkan penyakit yang kita kenal dengan demam dengue. Hampir mirip dengan demam berdarah dengue, ya? Hanya saja, pada kasus demam berdarah dengue pembuluh darah mengalami kebocoran sehingga cairan plasma di dalamnya merembes ke luar. Akibatnya, pembuluh darah seolah mengalami kekosongan, darah menjadi kental, dan tekanan darah menurun dengan drastis. Karena darah tidak dapat mengalir dengan baik ke berbagai organ penting, termasuk otak dan ginjal. Walhasil, dapat terjadi kegagalan organ hingga kematian.

Memang, demam berdarah sering muncul pada musim hujan. Ini karena nyamuk Aedes aegypti yang menyebarkan virus dengue berkembang biak dengan cepat di musim hujan. Nyamuk ini senang bertelur di tempat-tempat yang dapat menampung air hujan atau air yang bersih. Misalnya bak mandi yang jarang dikuras, wadah dispenser, wadah rak cuci piring, pot-pot tanaman, hingga benda-benda lain yang kita letakkan di luar rumah yang dapat tergenang oleh air hujan. Anak-anak juga mungkin saja terkena gigitan nyamuk saat sedang bersekolah. Karena itu, orang tua dan guru wajib memperhatikan seandainya di sekolah terdapat benda-benda yang menjadi sarang berkembangnya nyamuk Aedes aegypti.

Karena di musim hujan orang memang lebih mudah sakit, demam yang timbul akibat demam berdarah seringkali dianggap demam akibat flu atau demam biasa. Apalagi, anak-anak seringkali senang bermain hujan-hujanan dan sedang flu. Kemungkinan demem berdarah bisa terlewatkan dan demam dianggap remeh oleh orang tua. Demam akibat demam berdarah biasanya tinggi terus-menerus atau naik turun dan bertahan selama dua hingga lima hari. Selain demam, anak mungkin mengeluh kepalanya sakit atau badannya terasa pegal dan ngilu. Tidak jarang, demam dan sakit kepala tidak mempan dengan pemberian obat penurun panas. Anak juga dapat mengeluh nyeri di belakang bola matanya.

Bila ini dibiarkan, lambat laun dapat timbul gejala-gejala perdarahan. Mulai dari gusi berdarah, mimisan, perdarahan di bawah kulit berupa bintik-bintik merah kecil yang tidak hilang jika ditekan, hingga memar yang besar. Perdarahan juga dapat terjadi di saluran cerna, terutama lambung. Akibatnya timbul gejala perih di ulu hati seperti sakit maag dan buang air besar dapat kental seperti ter berwarna merah gelap karena bercampur darah dari lambung.

Berbahaya Bukan Hanya Karena Berdarahnya

Seringkali orang salah kaprah dengan istilah demam berdarah. Mereka mengira bahwa demam berdarah berbahaya karena berdarah-darah. Hal ini juga yang sering menyebabkan penderitanya enggan dirawat di rumah sakit, karena ia merasa tidak apa-apa. Padahal, demam berdarah mengandung bahaya tersembunyi yang lebih besar. Penderita demam berdarah rentan mengalami syok akibat adanya kebocoran plasma. Syok akan terjadi tiba-tiba dan biasanya terjadi pada hari ke-5 sejak pertama kali anak demam. Ini disebut degan masa kritis demam berdarah. Gejalanya adalah hilangnya kesadaran, hingga kejang-kejang, kegagalan multi organ, hingga kematian. Anak yang mengalami gagal ginjal terpaksa harus cuci darah dan bila terlanjur terjadi kerusakan pada otak perkembangannya akan terganggu. Hal ini disebut dengan dengue shock syndrome.

Anda takut si kecil menderita demam berdarah? Bila ada dua dari gejala-gejala di atas, ada baiknya Anda segera membawanya ke dokter. Demikian juga bila demam berlangsung lebih dari dua hari. Untuk memastikan si kecil terkena demam berdarah atau tidak, dokter akan melakukan pemeriksaan laboratorium. Selain untuk memastikan penyakit, hasil laboratorium juga dapat menunjukkan seberapa berat pengentalan darah yang sedang berlangsung.

Bila demam baru satu atau dua hari tetapi terdapat gejala seperti muntah-muntah, mimisan, atau perdarahan lainnya, bahkan sampai hilang kesadaran, jangan tunda lagi. Segera bawa ia ke rumah sakit.

Harus Banyak Minum

Kebanyakan orang enggan membawa anaknya ke dokter bila panas baru berlangsung satu atau dua hari. Selain berharap panasnya akan segera turun, orang tua juga melihat kondisi anaknya masih baik-baik saja sehingga menunda ke dokter. Hal ini sah-sah saja, selama orang tua tetap waspada terhadap penurunan kondisi anak, pasalnya, demam berdarah adalah penyakit yang sebenarnya dapat sembuh sendiri meski tidak diobati. Obat yang diberikan hanya mengurangi gejala seperti demam, sakit kepala, dan mual atau muntah. Selama menunggu masa kritis lewat, orang tua wajib menjaga agar jangan sampai terjadi syok pada anak. Caranya adalah dengan memberikan banyak cairan, baik berupa air putih, oralit, ataupun jus buah. Pemberian cairan ini diharapkan dapat mencegah terlalu kental.

Jika terdapat kondisi yang gawat dan darurat, pengobatan dan perawatan mutlak diperlukan. Misalnya bila terjadi perdarahan hebat, kejang, atau penurunan kesadaran. Penurunan kesadaran ini dapat terlihat jika anak mengantuk terus, bicara kacau atau tidak merespon bila diajak bicara, hingga tidur dan tidak bangun-bangun.

Umumnya, dokter akan mencari tahu apakah anak perlu dirawat atau tidak, keputusan rawat atau tidak bergantung pada hasil laboratorium, kemampuan anak untuk makan dan minum, kondisi umum anak, serta ada tidaknya komplikasi. Dokter juga dapat melakukan tes torniket untuk memastikan apakah terdapat kebocoran plasma.

Dapat Kena Lagi

Bila si kecil sudah pernah terkena demam berdarah, bukan berarti Anda boleh bernapas lega. Karena virus dengue memiliki empat tipe, maka kekebalan yang timbul juga hanya terdapat tipe yang menyerang saja. Bahkan, bila di kemudian hari anak terserang virus dengue dari tipe lain, reaksinya bisa lebih berat dan parah. Ini karena reaksi antibodi yang terbentuk dari infeksi sebelumnya dapat mengenali virus, tetapi tidak bisa melawannya.

Mengingat hal ini, ayah dan bunda tentu perlu lebih giat lagi agar si kecil jangan sampai terserang demam berdarah lagi. Beberapa pencegahan yang mudah dilakukan di antaranya menguras, menutup, dan mengubur. Kuras bak mandi dan tempat-tempat penampung air seminggu sekali atau bila terdapat jentik nyamuk. Jentik nyamuk dapat mudah dilihat dengan cara menyorot tepi dan sudut-sudut bak mandi menggunakan senter. Jentik nyamuk Aedes aegypti biasanya mudah ditemukan di permukaan dan pinggir bak. Bak tetap harus dikuras meski Anda sudah menaburkan bubuk Abate.

Agar lebih maksimal, tempat-tempat penampungan air harus ditutup agar nyamuk tidak mampir dan bertelur di tempat tersebut. Jangan lupa juga bersihkan tempat-tempat yang mungkin menampung air atau tergenang saat hujan. Misalnya penampung air di bawah dispenser air minum, wadah tempat cuci piring, pengki di luar rumah, pot tanaman, kaleng bekas cat, atau barang-barang bekas. Barang-barang yang tidak lagi dipakai sebaiknya dibuang atau dikubur agar tidak menampung air.

Pencegahan ekstra dapat Anda berikan untuk si kecil. Misalnya dengan menggunakan kelambu, terutama pada saat tidur siang, serta losion anti nyamuk. Losion antin-yamuk cukup efektif dalam menolak nyamuk. Losion dioleskan tipis-tipis, terutama pada pagi dan sore hari, yaitu pada saat nyamuk Aedes aegypti sedang aktif menggigit. Losion dapat dioleskan kembali beberapa jam kemudian agar anak tetap terlindungi. Mengenakan pakaian yang tertutup juga dapat menjauhkan anak dari gigitan nyamuk.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: