Mengenal Wijen, Bumbu Tertua di Dunia

April 22, 2015

wijen

Bagi warga Indonesia, wijen bukanlah hal yang asing. Dalam dunia kuliner, biji wijen sering kali digunakan sebagai bahan pelengkap makanan. Kita sering melihat biji wijen dicampur dalam makanan ringan seperti onde-onde. Selain sebagai bahan pelengkap makanan, biji wijen juga dimanfaatkan sebagai sumber minyak nabati.

Biji wijen memang terlihat kecil. Namun, kegunaan dan manfaatnya sangat banyak. Sejak dahulu, Biji wijen yang diambil dari tanaman bernama ilmiah Sesamum indicum sudah tumbuh sejak zaman prasejarah. Karena itu, wijen dikenal sebagai salah satu bumbu tertua di dunia.

Dalam bahasa Inggris, wijen disebut dengan sesame. Kata sesame ini berasal dari bahasa Arab, yaitu simsim; bahasa Koptik, semsem; dan bahasa Mesir Kuno, semsent. Kata terakhir, semsent, terdapat dalam Ebers Papyrus yang merupakan daftar obat herbal kuno dan rempah-rempah yang ditemukan oleh seorang ahli sejarah Mesir asal Jerman, Ebers.

Dari penelitian arkeologi, biji wijen ternyata sudah ada sejak 3500—3050 Sebelum Masehi (SM). Ada beberapa pendapat, biji wijen ini sudah dibudidayakan di Mesir pada zaman Ptoleamic (305—30 SM). Kemudian, Perdagangan biji wijen sudah terjadi pada tahun 2000 SM di wilayah Mesopotamia dan India. Bangsa Babilonia dan Asyiria pernah mencatat tentang keberadaan wijen pada 4000 tahun yang lalu. Ada pula legenda umat Hindu yang menceritakan kalau biji wijen ini berasal dari India. Dalam kisah legenda ini, biji wijen disimbolkan sebagai sebuah keabadian.

Digunakan Sejak Ribuan Tahun

Wijen bisa dimanfaatkan dalam berbagai hal, seperti untuk memasak, minyak untuk memijat, perawatan kecantikan, bahan dasar untuk makanan dan obat-obatan, dan sebagainya. Bangsa Asyiria memanfaatkan minyak wijen untuk pengobatan dan kuliner. Pada zaman Mesir Kuno, biji wijen digunakan sebagai pelengkap makanan dan dunia kesehatan sekitar 1500 SM. Saat itu, minyak wijen bermanfaat untuk mengobati gangguan pada peredaran darah, radang sendi, dan sakit saraf.

Di Tiongkok, biji wijen sudah dimanfaatkan sejak 5000 tahun yang lalu. Bangsa Tionghoa menggunakan minyak wijen yang dibakar untuk membuat tinta. Minyak wijen juga digunakan untuk menyalakan lampu. Sebagai pengobatan tradisional selama berabad-abad, bangsa Tionghoa menggunakan minyak wijen untuk menyembuhkan gigi, radang sendi, dan memperbaiki kulit yang rusak.

Sementara bagi bangsa Romawi Kuno, terutama para tentaranya, mengonsumsi biji wijen dengan madu untuk memberikan kekuatan dan energi. Lalu di Babilonia, para wanitanya mencampur madu dengan biji wijen untuk kecantikan. Dalam pengobatan herbal modern di Barat, wijen berguna untuk mengatasi diare, disentri, kolera, dan sebagai obat pencahar.

Dalam dunia kuliner, biji wijen juga banyak dimanfaatkan oleh banyak negara. Biji wijen sebagai salah satu bahan kunci dalam dunia kuliner di Asia, Timur Tengah, dan Mediterania. Wijen dikenal sebagai rempah tertua yang diketahui oleh manusia. Wijen juga diduga sebagai tanaman pertama yang bisa menghasilkan minyak nabati. Dahulu biji wijen ditambahkan sebagai pelengkap makanan ke dalam adonan roti pada zaman Mesir Kuno.

Kenal Asal Wijen

Dari catatan sejarah di atas, biji wijen sudah ada sejak lama. Biji wijen diambil dari sebuah tanaman berdaun lebar yang memiliki tinggi sekitar 50—100 sentimeter (cm). Tanaman yang menghasilkan biji wijen ini tumbuh di 8 daerah tropis. Karena itu, tumbuhan ini bisa bertahan di tempat yang sangat kering. Kebanyakan jenis tanaman yang termasuk dalam genus Sesamum ini diketahui berasal dari wilayah subsahara Afrika.

Tanaman Sesamum indicum ini berasal dari India. Kata indicum juga menunjukkan bahwa wijen dari India. Dari India inilah, biji wijen pun tersebar ke Timur Tengah, Afrika, dan Asia. Biji wijen kemudian dibawa ke Amerika Serikat dari Afrika pada akhir Abad 17. Saat ini, negara yang paling banyak memproduksi biji wijen adalah India, Tiongkok, dan Meksiko.

Tanaman ini akan berbuah yang bentuknya seperti polong. Besar polong ini juga bervariasi pada setiap tanaman. Dalam satu polong, tedapat 8 baris biji. Kemudian, buah tersebut akan membuka diri untuk melepaskan biji-biji. Biji-biji yang berbentuk lonjong kecil ini memiliki warna yang berbeda-beda, seperti putih, kuning, cokelat, merah muda, atau hitam.

Biji wijen bisa diekstraksi menjadi minyak nabati. Kandungan nutrisi di dalam minyak wijen ini sangat tinggi antioksidannya. Selain itu, minyak wijen juga mengandung beberapa nutrisi yang sangat bermanfaat, seperti mineral dan vitamin untuk kesehatan. Kandungan gizi ini sangat berperan penting untuk tulang, produksi sel-sel darah merah, produksi hormon, juga untuk peredaran darah ke jantung dan aktivitas rangka otot.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: