Mengenal Tanaman Krokot dan Berbagai Khasiatnya

February 24, 2015

tanaman krokot

Nama latin: Portulaca oleracea

Nama lokal: Gelang (Sunda); krokot (Jawa); resereyan (Madura); jalu-jalu kiki (Ternate)

Nama asing: Potselein, porselein (Belanda); purslane; pigweed; little hogweed (Inggris); pursley; poupier (Perancis); kwa-tsz-tsai, ma chi xian (Cina); verdolaga (Meksiko, Dominika); munyeroo (Aborigin, Australia); andrakla atau glystrida (Yunani); baldroegas (Portugal); gelang pasir (Malaysia); phak bia-yai (Thailand); dan ulasiman (Filipina)

Ikhtisar

Tanaman anggota famili Portulacaceae ini kerap dijumpai tumbuh liar di tanah kosong dan sawah. Ia tergolong herba ‘menjalar’ di permukaan tanah hingga 40 cm. Ia dianggap rumput liar karena pemanfaatannya belum banyak diketahui. John Gillies dari Divisi Pertanian, Universitas Arkansas, Amerika Serikat pada 1820 menemukan hamparan krokot di kaki Pegunungan Andes. Pada kondisi lingkungan yang kurang ideal itu, ia tetap tumbuh baik dan percabangannya menyebar hingga bisa menutup area yang sangat luas. Dengan kemampuan demikian, ia dapat dipilih untuk menutup daerah miring yang rawan tergerus air hujan atau angin.

Meski tumbuh liar dan dicap sebagai gulma, krokot enak dijadikan bahan makanan. Rasanya sedikit asam dan asin, ia dapat dikonsumsi mentah atau dicelup beberapa detik dalam air panas, lalu disantap dengan tambahan mayones. Di Yunani, masyarakat memanfaatkan andrakla dengan menggoreng daun dan batang, lalu dicampur dengan keju, tomat, bawang merah, bawang putih, oregano, dan minyak zaitun. Bahan itu dimanfaatkan sebagai salad. Bila direbus, ia padanan enak ayam casseroled.

Di Turki, selain sebagai bahan salad dan kue-kue panggang, ia pun dimasak seperti bayam. Di selatan Portugal, baldroegas digunakan sebagai bahan sup. Sedangkan suku Aborigin di Australia menggunakan benih krokot untuk membuat seedcakes. Di pelosok nusantara, krokot dimanfaatkan sebagai makanan jangkrik peliharaan. Beberapa tangkai batang dimasukkan dalam kandang mini untuk dimakan serangga itu sekaligus membuatnya tetap merasa nyaman di dalam kandang.

Sosok

Tanaman: Batang membulat berdiameter 0,5-1 cm, berwarna merah-keunguan, bercabang-cabang, dan tumbuh merambat hingga 20-50 cm.

Daun: Bentuk bulat oval dengan ujung tumpul, berwarna hijau kemerahan di pinggirnya, dengan panjang 1-3 cm. Daun tidak bertangkai, tetapi langsung melekat di batang atau cabang.

Bunga: Majemuk terletak di ujung cabang, ditopang kelopak bunga warna hijau. Helai bunga tersusun melingkar, berwarna kuning. Susunannya mirip kerabatnya, sutra bombai, tapi lebih kecil, hanya 1 cm. Bunga muncul di ujung cabang. Mahkota bunga krokot berbentuk jantung, memiliki 3-5 kepala putik berwarna putih dan kuning.

Buah: Krokot berbentuk kotak, berwarna hijau dan menghasilkan banyak biji.

Biji: Bulat kecil mengilap, berwarna hitam.

Akar: Sistem perakaran bercabang-cabang dan memanjang, dapat menembus ke dalam tanah. Karena itulah pertumbuhan cukup kuat, termasuk pada musim kemarau.

Pemanfaatan Krokot

Organisasi kesehatan dunia (WHO) menjadikan krokot sebagai salah satu tanaman obat yang diprioritaskan dunia. Ada 23 negara telah menggunakan tanaman itu sebagai herbal berkhasiat ampuh. Di Cina, krokot dikenal sebagai ma chia xian yang berarti horse tooth amaranth atau bayam gigi kuda. Masyarakat di sana memakainya untuk mengatasi disentri, obat penenang, peluruh air seni, dan tonik. Peneliti di negeri Tirai Bambu itu menemukan bayam gigi kuda itu mengandung noradrenalin, garam kalsium, dopamin, asam malat, asam sitrat, asam glutamat, asam asparagat, asam nikotinat, alanina, glukosa, fruktosa, dan sukrosa. Di Jepang, purslane, salah satu dari 7 herba yang dihadirkan dalam piring pada ritual perayaan tahun baru nanakusa-no-sekku atau festival 7 jenis herbal.

Bukti ilmiah

Antiinflamasi: Jenis krokot lebih dari 40 macam. Oleh karena itu Chan K, Islam MW, Kamil M, Radhakrishnan R, Zakaria MN, Habibullah M, Attas A, dari Department of Biomedical Sciences, Abudabi, Uni Emirat Arab, melakukan penelitian pada 3 varietas paling bermanfaat yang lolos skrining. Hasil penelitian mereka menunjukkan daun dan batang kering Portulaca oleracea L. subsp. sativa yang diberi perlakuan ekstrak etanol 10% kemudian dimasukkan dalam lapisan dalam perut atau dioleskan (tapi tidak diminum), menunjukkan hasil yang nyata sebagai antiinflamasi dan analgesik. Perlakuan itu bisa melalui injeksi, infus, atau ditempelkan ke kulit atau nanopatch.

Pelindung saraf: Riset menunjukan peran Portulaca oleracea memperbaiki kerusakan otak pada tikus percobaan dan penyakit neurodegeneratif terkait dengan stres oksidatif.

Antidiabetes: Diabetes tipe 2 dikaitkan dengan komplikasi mikro dan makrovaskuler seperti peradangan vaskular diabetes dan disfungsi endotel. Riset menunjukan efek “perlindungan” ekstrak Portulaca oleracea untuk mengatasi komplikasi vaskular diabetes. Tikus diabetesi mendapat perlakuan krokot (300 mg/kg/hari) selama 10 minggu. Hasilnya, pemberian Portulaca oleracea secara nyata menurunkan glukosa darah, trigliserida plasma, kadar plasma LDL-kolesterol, dan tekanan darah sistolik pada tikus diabetes. Krokot secara signifikan juga meningkatkan kadar plasma HDL-kolesterol dan kadar insulin. Secara keseluruhan, krokot menekan hiperglikemia dan peradangan pembuluh darah diabetes, dan mencegah perkembangan disfungsi endotel diabetes.

Resep Wasir

Bahan

– Krokot Portulaca oleracea 10 g
– Daun ungu Oratophyilum pictum 10 g
– Daun secang Caesalpinia sappan 5 g
– Daun bandotan Ageratum conyzoides 5 g
– Daun jati belanda Guazuma ulmifolia 5 g

Cara membuat

Rebus semua bahan berupa serbuk herbal dengan 500 ml air dengan api kecil. Setelah mendidih, dinginkan, lalu saring. Minum air rebusan itu 3 kali sehari.

Resep Eksem

Bahan

– Batang dan daun krokot Portulaca oleracea 10 g
– Batang brotowali Tinospora crispa 10 g
– Ciplukan Physalis angulata 5 g
– Mimba Azadlrachta indica 5 g

Cara membuat

Rebus semua bahan berupa serbuk herbal dengan 500 ml air dengan api kecil. Setelah mendidih, dinginkan, lalu saring. Minum air rebusan itu 3 kali sehari.

Resep Mengatasi Disentri

Bahan

– Batang dan daun krokot Portulaca oleracea 15 g
– Daun jambu Psidium guajava 10 g
– Daun gaharu Aquilaria sp 5 g
– Sambiloto Andrographis paniculata 5 g

Cara membuat

Rebus semua bahan berupa serbuk herbal dengan 500 ml air dengan api kecil. Setelah mendidih, dinginkan, lalu saring. Minum air rebusan itu 3 kali sehari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: