Mengenal Tanaman Bunga Matahari dan Berbagai Khasiatnya

September 5, 2014

bunga matahari

Nama lokal: Kembang srengenge, purbanegara (Jawa)

Nama asing: Sunflower, tournesol, soleil, helianthe, common garden sunflower (Inggris); mirasol (Filipina); girasol (Portugis); tournesol (Perancis); sonemblumen (Jerman); himawari (Jepang); solros (Swedia); gune bakan (Turki); hae ba ra gi (Korea); xiangrikuigen (akar, Cina), xiangrikuijlngsui (empulir batang, Cina), xiangrlkuiye (daun, Cina), xiangrikuihua (bunga, Cina), xiangrikuihuapan (cakram bunga, Cina), xinagrikuizi (buah, Cina)

Ikhtisar

Tanaman asli Amerika Utara ini diperkenalkan ke Eropa pada abad ke-16 kemudian menjadi populer bersama munculnya minyak bunga matahari yang dimanfaatkan untuk memasak. Bunga matahari termasuk bangsa Asterales dan suku Asteraceae.

Kandungan Kimia

Akar bunga matahari mengandung polisakarida dan helianthoside 2. Batang mengandung chlorogenic acid, neochlorogenic acid, dan scopolin. Daun mengandung neochlorogenic acid, isochlorogenic, fumaric acid, camphor dan luteolin. Bunga mengandung triterpenoid saponines, helianthoside A, B, C. Biji mengandung minyak lemak dan asam organik. Hasil skrining fitokimia biji bunga matahari menunjukkan kandungan alkaloid, fitosterol, tanin, saponin, flavonoid, steroid, karbohidrat, lemak, dan minyak.

Sosok Bunga Matahari

Tanaman: Tinggi 1-3 m. Batang tebal dan kuat, tumbuh mengarah ke atas.

Daun: Tumbuh berselang-seling dengan tangkai panjang. Lembaran daun berbentuk seperti bulat telur jantung atau bulat telur dengan panjang 10-30 cm dan lebar 8-25 cm. Dasar lembaran daun berbentuk hati ataupun truncate-kotak. Kedua permukaan daun ditutupi rambut kasar dan tebal. Pinggiran daun bergerigi.

Bunga: Capitulum-bonggol bunga-berdiameter hingga 35 cm. Tumbuh tunggal di ujung tangkai. Bunga betina berbentuk lidah berwarna kuning emas, tidak padat. Bunga biseksual berbentuk tubular-seperti pipa kecil memanjang-berwarna cokelat atau ungu, padat.

Biji: Berwarna abu-abu terang atau hitam. Berbentuk kebalikan bulat telur atau panjang membulat, agak pipih.

Pemanfaatan Bunga Matahari

Sebagai daerah habitat asli, pemanfaatan bunga matahari di kalangan suku Indian sangatlah luas. Sebagai bahan pangan, biji dicampurkan dalam masakan untuk penambah rasa. Sebelum pergi berburu para lelaki Indian khusus mengonsumsi ramuan bunga matahari untuk obat kuat. Bunganya untuk hiasan saat upacara dan acara besar.

Saat seremonial tertentu minyaknya dioleskan ke wajah dan tubuh. Dalam bidang pengobatan, bunga dan daun diseduh menjadi teh penurun panas. Ramuan akarnya untuk mengurangi gejala rematik atau sebagai kompres pada luka bekas gigitan serangga dan ular.

Di Eropa bunga matahari ditanam sebagai tanaman hias. Di Rusia bijinya untuk bahan baku industri etil alkohol dan ragi. Batangnya mengandung serat yang dapat dimanfaatkan untuk industri kertas. Bahkan para penjelajah Spanyol di bawah pimpinan Fransisco Hernandez menyebut bubuk bunga matahari sebagai obat afrodisiak. Bunga matahari digunakan luas dalam industri farmasi, kosmetik, dan produk suplemen kesehatan. Bijinya bisa dimakan mentah, kaya kandungan protein, vitamin B, D, E, dan K.

Bagian tanaman yang dimanfaatkan dalam pengobatan Cina yaitu akar, empulur batang, bunga, cakram bunga, buah, dan cangkangnya. Bagian empulur dipercaya meningkatkan imunitas, memicu urine (diuretik), menyembuhkan batuk, dan menghilangkan panas. Daun berperan sebagai antibakteri, antimalaria, detoksifikasi, dan menurunkan tekanan darah. Buah mengandung antioksidan sekaligus antikanker. Cakram bunganya bermanfaat menurunkan hipertensi. Akar berperan mengurangi rasa sakit. Daun dapat dijadikan pakan ternak. Bijinya berkhasiat diuretik, sebagai ekspektoran, penurun demam, serta mengobati infeksi tenggorokan dan paru-paru.

Aktivitas Farmakologis

Antimikrob: Ekstrak metanol biji dipakai untuk studi antibakteri dan anticendawan. Hasilnya ekstrak biji menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap Salmonella typhy. Uji anticendawan menunjukkan sensitivitas tinggi terhadap Rhizopus stolonifer dan Aspergillus fumigates.

Antioksidan: Lutein (L) merupakan karotenoid, bersama dengan isomer stereomer zeaxanthin (Z), merupakan dua dari 600 pigmen tanaman pada kelompok karotenoid yang potensial sebagai obat pencegah diuresis, diare, dan beberapa penyakit pembengkakan. Penelitian bertujuan mengisolasi lutein yang terdapat pada kelopak bunga matahari dan mengkaji kaitannya dengan spesies reaktif oksigen. Ekstrak heksan bunga matahari memiliki polifenol, flavonoid, dan sejumlah mikrogram alfa-tokoferol, protein, gula, dan asam askorbat. Analisis spektral menunjukkan keberadaan fraksi kaya lutein ketika dibandingkan dengan panjang gelombang pada 421 nm, 446 nm, dan 472 nm standar lutein.

Lutein pada 20 µg/ml efektif menghambat peroksidasi lipid, formasi radikal hidroksil, dan pembentukan radikal DPPH masing-masing 86%, 92%, dan 90%. Sementara, tokoferol, kurkumin dan butylated hydroxy anisole, ketika digunakan pada dosis 12 kali lebih (400 µ) dari lutein menunjukkan 75-95%, penghambatan lipid peroksidasi dan pemburuan radikal hidroksil dan DPPH.

Penelitian lain untuk menguji aktivitas antioksidan ekstrak biji dilakukan dengan 3 metode in vitro: FRAP (Ferrie Reducin/Antioxidant Power), DPPH (2,2-diphenyl-l-picryihydrazyl radical), dan ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity). Ekstrak air biji ternyata menunjukkan nilai aktivitas antioksidan tertinggi dibanding ekstrak etanolnya.

Inhibitor cathepsin B: Cathepsin B merupakan enzim penting yang berperan vital pada berbagai proses fisiologi sel, termasuk metastasis dan perkembangan sel tumor. Di dalam biji bunga matahari sudah teridentifikasi adanya HCB-Suni (inhibitor cathepsin B). Aktivitasnya tidak hanya menghambat Helicoperva cathepsin B (HCB) tapi juga menurunkan pertumbuhan sel HeLa dan glioma antara 7-27% dan 6-22%.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: