Mengenal Sindrom Metabolik Pada Pria

March 22, 2015

sindrom metabolik

Ternyata, laki-laki usia 40-74 tahun, dari satu di antara dua orang dapat menderita sindrom metabolik. Sedang pada perempuan, perbandingannya satu di antara lima orang. Artinya laki-laki empat kali lebih berisiko menderita sindrom metabolik. Apa itu sindrom metabolik dan apa saja risikonya?

Ada sebuah hormon yang disebut sebagai Dehydroepiandrosterone atau DHEA. Ini merupakan salah satu hormon steroid yang dibuat oleh kelenjar adrenal dan otak. DHEA akan diubah menjadi hormon lain, di antaranya menjadi testosteron pada pria. Testosteron merupakan hormon laki-laki karena hormon ini berperan sebagi hormon seks pria. Kekurangan hormon ini akan menimbulkan gejala seperti gairah seks yang rendah, kepuasan seks berkurang, lesu otot, kecemasan, dan depresi.

Produksi DHEA paling tinggi terjadi di usia muda yakni 20 tahun dan terjadi penurunan seiring bertambahnya usia. Begitu pula dengan testosteron. Kadar puncaknya di usia 37 tahun, lewat usia ini akan terjadi penurunan kosentrasi sekitar satu persen tiap tahun secara bertahap. Akan tetapi bila terjadi penurunan testosteron secara drastis, maka dapat menimbulkan menopause bagi pria. Kondisi ini dikenal sebagai PADAM yang merupakan kependekan dari partial androgen deficiency ofthe aging male.

Apa yang dapat menyebabkan testosteron turun drastis? Stres! Stres psikis dan fisik, akan memaksa kerja kelenjar adrenal memproduksi hormon stres. Adrenal ini adalah suatu organ kecil dengan berat lima hingga enam gram yang terletak di atas ginjal. Posisinya yang dekat ginjal ini membuat adrenal kerap disebut sebagai kelenjar anak ginjal.

Bila stres berkelanjutan atau stres kronis, akan membuat adrenal mengalami kelelahan atau adrenal fatigue. Adrenal yang demikian ini akan memengaruhi produksi DHEA sehingga produksi DHEA akan menurun. Maka, bila konsentrasi DHEA menurun, otomatis produksi testosteron pun akan menurun. Dengan demikian dapat terjadi sindrom PADAM. Gejala PADAM dapat berupa kehilangan gairah kerja, nafsu seks menurun, dan gejala depresi serta sindrom metabolik.

Sindrom metabolik

Apa itu sindrom metabolik?

Ini adalah sebuah kondisi yang biasanya ditandai dengan gejala seperti terjadinya beberapa hal berikut:

1. Hipertensi.

2. Obesitas, utamanya tipe buncit akibat penimbunan lemak visceral (organ dalam).

3. Gula darah puasa tinggi, yakni pada angka 110 mg/dl atau lebih.

4. Abnormalitas lemak: HDL (lemak baik) rendah kurang dari 40 mg/dl dan terjadi peningkatan trigliserida darah.

5. Resistensi insulin atau penurunan fungsi kerja insulin, di mana kondisi ini biasanya akan memicu timbulnya diabetes.

Apa saja penyebab sindrom metabolik?

Di antaranya adalah terlalu banyak makan, kurang olahraga, dan PADAM. Tepatnya, antara PADAM dan sindrom metabolik adalah hubungan yang terjadi secara tidak langsung. DHEA di dalam darah akan meningkatkan pelepasan hormon serotonin yang berpengaruh pada nafsu makan, yakni mengerem nafsu makan dan menghambat perubahan glukosa menjadi lemak. Jika kadar DHEA kurang, maka otomatis serotonin pun berkurang, sehingga nafsu makan tidak terkontrol dan demikian pula perubahan gula menjadi lemak.

Solusi

Melihat dampak dari menopause laki-laki yang cukup rentan dengan berbagai risiko, maka cara terbaik adalah menjaga agar menopause itu terjadi secara alami. Jangan sampai memicu kondisi PADAM yang mempercepat terjadinya menopause pada laki-laki.

Apa saja yang bisa kita lakukan?

Ada beberapa hal. Salah satunya mulai dari menghindari stres kronis, mengatur pola makan yang lebih sehat, serta giat berolahraga. Lalu, perlu juga kita mengonsumsi makanan yang baik untuk memproduksi DHEA yaitu makan sayur-mayur segar, buah-buahan segar, hingga telur ayam kampung. Selain itu, kita juga mulai perlu mengurangi makanan yang menurunkan produksi DHEA seperti gula, manis-manisan, alkohol, margarin, kopi, roti putih, dan pasta.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: