Mengenal Radang Tenggorokan

April 7, 2014

radang tenggorokan

Radang tenggorokan terjadi bila amandel meradang. Nama ilmiahnya tonsil. Sebab itu radang tenggorokan disebut juga tonsilitis. Tonsil merupakan penjaga perbatasan terhadap bakteri dan mempunyai tugas melindungi percabangan bronkus dan paru-paru terhadap tamu-tamu yang tak diundang.

Ada banyak sel darah putih dalam tonsil. Begitu kuman-kuman mencoba menyelinap ke dalam tenggorokan, sel-sel darah putih ini langsung menghadang mereka. Dengan demikian tenggorokan menjadi bengkak dan meradang. Oleh karena kedua tonsil itu membengkak, di tenggorokan kurang tempat bagi udara. Maka kita mengalami radang tenggorokan yang menimbulkan rasa sakit. Sakit terutama terasa waktu menelan atau kalau kita menekan tenggorokan. Kadang-kadang pertempurannya begitu dahsyat sehingga kita menderita demam.

Kalau tonsil kita terlalu besar, sering terjadi pertempuran dengan kuman-kuman. Amandel terus saja meradang dan tidak dapat melakukan tugasnya sebagai penjaga. Dalam hal itu dokter mungkin merasa lebih baik mengangkat tonsil kita dan harus dioperasi.

Itu tidak berarti bahwa kita tidak lagi punya penjaga perbatasan, sebab sel darah putih tetap ada. Di bagian paling belakang sekali dari hidung kita, dekat tonsil, ada penjaga lain, yaitu polip-polip. Karena polip membantu tonsil di dalam perang melawan bakteri, mereka juga membengkak dan pembengkakan itu masih berlangsung beberapa waktu lamanya setelah pertempurannya berakhir. Oleh karena mereka terlalu besar, udara tidak punya jalan bebas hambatan kalau ia masuk melalui hidung ke paru-paru kita. Hal ini dapat merupakan salah satu alasan mengapa pada malam hari kita mengorok.

Bisa juga terjadi bahwa polip kita harus diambil melalui operasi. Operasi ini sering dilakukan bersamaan dengan operasi amandel.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: