Mengenal Radang Panggul dan Cara Pencegahannya

June 2, 2015

radang panggul

Bagi wanita, radang panggul tidak boleh diabaikan. Sebab, radang panggul bisa timbulkan masalah serius pada organ reproduksi lain.

Beberapa kali ini Desy mengamati, ketika sedang melakukan hubungan seksual, bagian dalam perutnya terasa nyeri, seperti ditusuk-tusuk. Dia pikir, karena posisi seks yang salah. Namun, anehnya, nyeri itu tidak datang setiap kali ia berhubungan seksual. “Kata dokter saya terkena radang panggul, Saya awalnya santai-santai saja. Tapi kok banyak informasi yang bilang ini berbahaya ya?” Tanya Desy kalut.

Penyakit radang panggul atau disebut Pelvic Inflamatory Disease (PID) adalah peradangan atau infeksi yang terjadi pada organ-organ reproduksi wanita. Infeksi organ reproduksi tersebut, termasuk rahim (uterus), indung telur (ovarium) dan saluran indung telur (tuba falopii).

Penularan utama penyakit melalui hubungan seksual. Tak heran infeksi ini banyak dikaitkan dengan penyakit menular seksual seperti klamidia dan gonore. Pada kasus yang berat, infeksi bisa menimbulkan abses (pus atau nanah) di rongga panggul. Akibatnya, tidak hanya meningkatkan resiko kesehatan organ reproduksi lain tetapi juga memerlukan penanganan yang lebih serius. Oleh sebab itu, gejala radang panggul harus segera ditangani.

Timbulkan Nyeri di Panggul

Radang panggul bisa terjadi akibat penyakit menular seksual (PMS), infeksi karena prosedur tindakan ginekologi dan atau persalinan. Namun, umumnya yang menyebabkan radang panggul adalah serangan bakteri.

Nyeri panggul atau disebut juga pelvic pain merupakan salah satu gejala yang paling sering dijumpai pada radang panggul. Meskipun, nyeri perut bagian bawah ini juga bisa menjadi gejala beberapa penyakit lain, seperti kehamilan ektopik, appendisitis, irritable bowel syndrome, endometriosis, kista indung telur (ovarium) yang terpuntir atau pecah (ruptur) dan infeksi saluran kencing.

Radang panggul umumnya diikuti gejala lain seperti, keputihan disertai bau, nyeri saat berhubungan seksual atau perdarahan setelah berhubungan seksual. Selain itu, juga bisa ditandai dengan perdarahan di luar siklus haid, nyeri saat haid (dysmenorhea) dan atau disertai demam.

Ini yang Berisiko

Radang panggul merupakan komplikasi dari penyakit menular seksual (PMS). Penularan PMS adalah melalui hubungan seks dengan partner yang terinfeksi PMS. Penyakit radang panggul juga dapat dipengaruhi oleh faktor resiko. Faktor resikonya antara lain:

  • Wanita seksual aktif, terutama usia kurang dari 25 tahun.
  • Semakin banyak partner sex atau berganti ganti partner sex, semakin meningkatkan risiko PMS, dan terjadi radang panggul.
  • Wanita yang melakukan douching lebih berisiko daripada yang tidak melakukan douching.
  • Penggunaan intrauterine device (IUD).
  • Hubungan sex tanpa pelindung.
  • Mempunyai riwayat radang panggul sebelumnya.

Antibiotik Sampai Pembedahan

Radang panggul harus segera mendapatkan penanganan. Radang panggul yang tidak mendapatkan pengobatan berisiko menyebabkan jaringan parut pada rahim dan organ reproduksi lain. Semakin lama menunda pengobatan radang panggul juga bisa semakin mempersulit kehamilan. Bahkan, pada beberapa kasus, perlu rawat inap bahkan pembedahan bila sudah timbul abses di daerah panggul.

Tidak ada tes khusus untuk mengetahui seseorang terserang penyakit radang panggul atau tidak. Biasanya, diagnosis didasarkan pada gejala dan pemeriksaan. Tes dilakukan untuk mendeteksi gonorrhea atau Chlamydia. Sedangkan, rangkaian pemeriksaan yang diperlukan adalah pemeriksaan vaginal, swab test, pemeriksaan darah, urine dan USG.

Pengobatan radang panggul melibatkan pemberian antibiotika. Pemberian antibiotik masif efektif jika radang panggung diketahui sejak awal. Pelepasan IUD juga harus segera dilepas bagi pasien yang menggunakannya. Pada kasus yang berat, perawatan di rumah sakit bahkan juga pembedahan bisa menjadi solusi.

Bila radang panggul dapat diketahui dari awal penanganan dengan antibiotika masih terbilang efektif. Terkait pencegahan, beberapa langkah berikut dapat dilakukan untuk menangkis terjadinya radang panggul.

  • Hindari terserang Penyakit Menular Seksual (PMS).
  • Segera periksakan diri ke dokter untuk mendapatkan penangan, jika terserang PMS.
  • Hindarilah berganti-ganti pasangan dan tidak berhubungan seksual dengan seseorang yang terinfeksi virus untuk menghindari PMS.
  • Gunakan kondom untuk mengurangi risiko terkena PMS. Jika tidak ingin menggunakannya, lakukan beberapa tes untuk partner seksual sebelum berhubungan seks.
  • Ingat, mencuci daerah genital ataupun douching setelah aktifitas seksual tidak akan mencegah PMS.
  • Bila terbukti terkena PMS, periksakan partner seksual Anda dan segera lakukan pengobatan. Hindari berhubungan seksual hingga pengobatan selesai, baik Anda dan pasangan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: