Mengenal Polip di Usus Besar

January 20, 2015

polip usus besar

Polip yang tumbuh di dalam dinding usus besar, bertumbuh naik ke atas dan merata di permukaan usus besar. Colon Polyp adalah daging berbentuk bulat kecil yang tumbuh di dalam usus besar.

Usus besar (large intestine) seperti sebuah batang pipa panjang, menyambung dengan usus kecil (small intestine). Makanan (nutrisi) yang telah dicerna mengalir melalui lambung, usus dua belas jari (duodenum), dan kemudian masuk ke usus kecil. Tekstur sari nutrisi ini seperti bubur susu yang sudah dicerna oleh enzim, diubah menjadi bentuk nutrisi molekul. Molekul-molekul nutrisi itulah yang kemudian diserap ke dalam pembuluh darah di permukaan usus kecil yang panjang itu.

Sementara itu, ampas dari bubur susu itu mengalir terus ke dalam usus besar, melewati appendix. Selanjutnya, tinggal molekul air (H20) saja yang terkandung di dalam ampas bubur susu itu, yang diserap melalui pembuluh darah di permukaan usus besar. Air yang diserap itu disebarluaskan ke seluruh tubuh secara sistemik.

Setelah sebagian besar air di dalam bubur susu itu diserap, ampasnya menjadi kotoran padat (feses). Terakhir, melalui gerakan peristaltik usus besar, feses itu dikeluarkan melalui rectum dan anus.

Kebanyakan polip usus besar (colon polyp) tidak ganas (benign), dengan kata lain polip itu bukan jenis kanker. Namun, ada beberapa tipe polip yang akan menjadi kanker atau bahkan sudah menjadi kanker. Biasanya polip yang rata (flat polyp) itu bentuknya lebih kecil dan teksturnya lebih keras. Kemungkinan polip seperti itu adalah tahap awal dari kanker. Untuk memastikannya, perlu dilakukan pemeriksaan di lab, yaitu dengan mengambil polip yang menonjol atau merata itu untuk kemudian dicek di lab pathologi guna memastikan apakah ganas atau tidak. Biasanya polip bisa diangkat dan dikeluarkan melalui colonoscopy.

Siapa yang bisa mengalami polip usus besar? Berdasarkan data klinis diketahui bahwa ada orang-orang yang punya kemungkinan lebih besar mengalami polip usus besar daripada yang lain. Mereka adalah orang-orang yang:

  • berusia 50 tahun atau lebih,
  • pernah mendapatkan polip sebelumnya,
  • punya anggota keluarga yang pernah menderita polip usus besar dan kanker usus besar,
  • pernah mengalami “kanker kandungan” (uterine cancer) atau “kanker indung telur” (ovarian cancer) sebelum berusia 59 tahun.

Orang akan mudah terkena polip usus besar apabila:

  • banyak makan makanan yang berlemak,
  • perokok berat,
  • minum banyak alkohol,
  • tidak banyak bergerak dan berolahraga,
  • kelebihan berat badan.

Apa saja gejala polip usus besar?

Perlu diketahui bahwa pada sebagian besar penderita polip usus besar, tidak ada tanda-tanda gejala yang nyata. Sering kali, si penderita tidak tahu bahwa dirinya punya polip usus besar, sampai dokter mengetahuinya setelah dilakukan general check-up reguler atau pemeriksaan yang lain.

Dari hasil observasi klinis diketahui bahwa ada beberapa orang yang mengalami gejala berikut sebagai indikasi adanya polip usus besar.

  • Ada perdarahan dari anus, atau ada bekas darah di celana dalam atau di toiletpaper.
  • Sering terjadi sembelit (constipation) atau diare lebih dari satu minggu.
  • Kelihatan ada darah merah atau darah hitam di feses, atau di permukaan feses terlihat ada garis darah merah.

Bila menemukan gejala tersebut di atas, sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter.

Setelah polipnya diambil keluar dari usus besar, selanjutnya dokter akan meminta pasien untuk diperiksa secara berkala, misalnya 6 bulan atau 1 tahun sekali.

Mengonsumsi makanan yang banyak mengandung zat kalsium (Ca) bisa menurunkan risiko terkena polip usus besar. Makanan yang kaya akan kalsium adalah susu, keju, yoghurt, dan brokoli.

Minum aspirin dosis rendah setiap hari juga bisa membantu mencegah polip usus besar. Namun, sebaiknya berkonsultasi dulu kepada doktor sebelum minum segala macam obat.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: