Mengenal Penyakit Sleep Apnea

February 26, 2014

penyakit sleep apnea

Sleep apnea merupakan sejenis masalah gangguan tidur dimana nafas seseorang dapat terhenti sewaktu-waktu pada saat ia sedang terlelap. Orang-orang yang menderita sleep apnea akan berhenti bernafas hingga berkali-kali ketika mereka tertidur. Terkadang bahkan ini dapat terjadi hingga ratusan kali dalam semalam. Seseorang dikatakan mengalami sleep apnea jika pernafasannya terhenti hingga selama 10 detik atau lebih. Bila pernafasan biasa dikatakan 100%, maka dalam kondisi sleep apnea, pernafasan hanya dapat mencapai sekitar 0-25%.

Penderita sleep apnea harus bangun untuk dapat bernafas kembali. Ini membuat ia sering terbangun pada tengah malam, namun seringkali lupa sama sekali mengenai mengapa ia terbangun. Sleep apnea merupakan penyakit yang bersifat progresif, yaitu dapat semakin memburuk seiring pertambahan usia.

Gangguan sleep apnea sangat sering dijumpai pada pria di atas 40 tahun, dan bukan tidak mungkin dapat juga terjadi pada wanita atau kelompok usia yang lebih muda. Selain itu, kondisi ini lebih sering dialami oleh penderita obesitas. Namun, orang-orang kurus juga dapat mengalaminya.

Penderita sleep apnea biasanya mendengkur dengan keras dalam tidurnya. Akan tetapi, tidak semua orang yang mendengkur mengalami sleep apnea.

Tanda-tanda dan Gejala

Banyak sekali tanda-tanda yang dapat ditunjukkan oleh kondisi sleep apnea. Mereka sering bangun dengan tenggorokan terasa sangat kering atau meradang. Kadang juga penderitanya dapat terbangun oleh kerasnya suara dengkurannya sendiri. Lebih lengkapnya, gejala-gejala tersebut antara lain:

  • Sering berhenti bernafas saat tertidur.
  • Perubahan tingkah laku.
  • Saat bernafas seperti tercekik, terengah-engah, ataupun tersumbat saat hendak menghirup udara ke dalam paru-paru.
  • Mendengkur dengan keras.
  • Mengantuk pada siang hari, juga dapat tertidur pada waktu yang tidak seharusnya, misalnya saat sedang mengemudi atau bekerja.
  • Terbangun dengan tubuh berkeringat pada malam hari, meskipun suhu ruangan cukup nyaman.
  • Tidak merasa segar di pagi hari meski sudah tidur semalaman.
  • Sakit kepala saat bangun.
  • Kenaikan berat badan yang tajam.
  • Penurunan daya ingat dan mengalami kesulitan belajar.
  • Depresi.

Penyebab Sleep Apnea

Beberapa penyebab umum dari sleep apnea adalah:

  • Tersumbatnya saluran pernafasan, entah akibat strukturnya yang memang kecil atau oleh penyebab lainnya.
  • Adanya gangguan pada sistem saraf pusat misalnya stroke, tumor otak, dan infeksi viral pada otak.
  • Penyakit pernafasan kronis.

Jenis Sleep Apnea

Ada dua jenis sleep apnea:

1. Obstructive Sleep Apnea, terjadi ketika bagian langit-langit yang lunak di sekitar bagian dasar lidah dan uvula dalam keadaan rileks, sehingga menyebabkan terhalangnya jalan pernafasan. Ini menyebabkan tekanan pada jantung menjadi bertambah dan tekanan darah meningkat, membuat penderitanya sulit untuk memasuki fase REM, yang merupakan tahap paling penting untuk pemulihan energi dalam tidur.

2. Central Sleep Apnea, yang terjadi karena gangguan pada sistem saraf pusat, tepatnya pada bagian otak. Central sleep apnea disebabkan oleh ketidakstabilan pada pusat kontrol pernafasan, mengakibatkan otak gagal menyampaikan sinyal pada otot untuk bernafas.

Central sleep apnea banyak ditemukan pada orang-orang dengan penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan disfungsi sistem saraf pusat, seperti pada penderita stroke, serangan jantung serta penyakit jantung dan paru-paru lainnya juga penyakit neuromuscular seperti amyotrophic lateral sclerosis.

Hypopnea adalah kondisi menurunnya fungsi pernafasan, namun tidak sampai separah apnea. Secara sederhana digambarkan, jika pernafasan normal dikatakan 70% hingga 100%, maka kondisi pernafasan pada hypopnea adalah sekitar 26% hingga 69%.

Prognosis

Jika dibiarkan tanpa dirawat, sleep apnea dapat berakibat berkembangnya berbagai jenis masalah penyakit seperti hipertensi, stroke, diabetes dan serangan jantung, hingga terjadinya kematian mendadak. Ini sebabnya sleep apnea dikategorikan sebagai masalah yang sangat serius.

Sebagai tambahan sleep apnea juga dapat menjadi penyebab tak langsung dari kecelakaan kerja dan kecelakaan di jalan raya, juga pencapaian prestasi di bawah rata-rata dalam pendidikan pada anak-anak dan remaja.

Efek dari Sleep Apnea termasuk juga:

  • Pikiran menjadi tidak jernih.
  • Sistem daya tahan tubuh berkurang dan penurunan kemampuan pemulihan diri dari sakit.
  • Kesehatan mental dan emosional yang lemah.
  • Fungsi-fungsi tubuh tidak dapat berlangsung dengan lancar.
  • Mood yang negatif, mudah marah.
  • Rendahnya tingkat energi.
  • Mengantuk pada siang hari.
  • Produktifitas menurun.
  • Mengganggu orang-orang lain yang tidur di sekitar.

Penanganan

Perawatan untuk sleep apnea dapat ditentukan sesuai karakteristik yang dialami masing-masing penderitanya. Jenis-jenis perawatan yang tersedia adalah:

1. Terapi perilaku

Antara lain menurunkan berat badan, tidur teratur dan dengan posisi tidur yang baik dan benar, menghilangkan kebiasaan-kebiasaan merusak: merokok, minum alkohol, dan konsumsi bahan-bahan bersifat sedatif seperti pil tidur dan sebagai nya.

2. Positive pressure therapy

Misalnya terapi CPAP (continuous positive airway pressure), yaitu menggunakan alat sejenis masker yang dipasang pada hidung/mulut yang berfungsi untuk memompa udara melewati saluran pernafasan dan disesuaikan agar hanya cukup untuk menjaga saluran pernafasan tetap terbuka saat tidur.

3. Pemasangan peralatan bantuan pernafasan secara oral

Peralatan-peralatan untuk gigi atau rahang ini dipasang untuk mencegah bagian-bagian di sekitar rongga mulut atau tenggorokan tidak tersumbat entah oleh lidah atau bagian lainnya saat seseorang terbaring.

4. Operasi

Disesuaikan dengan kondisi spesifik pasien. Beberapa contohnya adalah somnoplasty, tracheotomy, dan operasi nasal. Langkah ini hanya dilakukan jika perawatan-perawatan konservatif lainnya tidak berhasil mengatasi masalah yang ada.

Pencegahan

Cara-cara pencegahannya hampir sama saja dengan terapi perilaku, yaitu dengan menjalankan kebiasaan-kebiasaan baru yang baik (diet sehat, berhenti merokok, dll) dan menghilangkan kebiasaan-kebiasaan yang merusak (merokok, obesitas, dll).

Sebagai tambahan, cobalah untuk menjahit sebuah bola tennis di belakang kerah piyama untuk mencegah tidur telentang. Tidur menyamping atau dengan perut di bawah adalah yang terbaik, karena tidur telentang dapat mencegah lidah berada dalam keadaan rileks ke belakang sehingga memblokir jalan udara dari tenggorokan. Menggunakan decongestant atau antihistamine juga dapat membantu menjaga saluran pernafasan tetap terbuka.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: