Mengenal Obat Aspirin

April 16, 2014

obat aspirin

Apa saja yang diberikan aspirin untuk kita? Hati-hati mengonsumsinya meski memiliki banyak khasiat.

Aspirin adalah salah satu obat tertua di dunia. Obat ini terinspirasi dari kulit pohon willow yang jaman dahulu digunakan sebagai obat untuk sakit kepala. Seiring waktu, aspirin jadi obat sejuta umat untuk mengatasi segala nyeri dan juga dimanfaatkan sebagai obat pengencer darah.

Obat Serbaguna

Aspirin sebenarnya adalah merk dagang dari asam asetil salisilat, yaitu sintetis senyawa salisin yang terdapat di dalam tumbuhan. Obat ini terbukti efektif untuk mengatasi nyeri, demam, dan peradangan. Aspirin bekerja dengan memengaruhi prostaglandin, senyawa dalam tubuh yang berperan di dalam peradangan dan timbulnya nyeri.

Dalam dosis kecil jangka panjang, aspirin juga digunakan untuk mencegah serangan jantung, stroke, kebutaan, hingga penyakit ginjal pada pasien diebetes, dengan mencegah penyumbatan pembuluh darah oleh bekuan darah. Belakangan, aspirin juga diketahui dapat menekan pertumbuhan polip pada usus, dan mencegah timbulnya bekuan darah di arteri dalam plasenta pada wanita dengan pre-eklampsia.

Aspirin yang diresepkan dokter biasanya berupa tablet lepas berkala, sehingga dapat melepaskan obat secara perlahan-lahan. Sedangkan aspirin yang dijual bebas dapat berbentuk tablet oral biasa, tablet kunyah, bubuk, bahkan berbentuk permen karet.

Untuk meredakan nyeri, aspirin dapat diberikan setiap empat hingga enam jam. Sedangkan untuk pencegahan serangan jantung dan penyakit akibat bekuan darah lainnya, aspirin biasanya diberikan dalam dosis kecil 80 mg sekali sehari. Konsumsi aspirin tidak boleh lebih atau kurang dari dosis yang dianjurkan.

Hati-hati Penggunaan Aspirin Pada Anak

Sebelum memberikan aspirin pada anak-anak, sebaiknya dikonsultasikan terlebih dahulu kepada dokter. Aspirin dapat menyebabkan timbulnya gangguan serius yang disebut dengan sindroma Reye. Pada sindroma ini, terjadi penimbunan lemak di otak, hati, dan organ tubuh lainnya pada anak, terutama jika aspirin diberikan saat anak mengalami cacar air atau flu.

Berhubung aspirin juga dapat menyebabkan pengenceran darah, maka darah dapat menjadi sulit berhenti jika terjadi luka. Hal ini perlu sangat diperhatikan jika orang yang meminum aspirin berencana untuk melakukan operasi atau pencabutan gigi. Beritahukan juga kepada dokter, jika Anda sedang meminum obat lain agar tidak terjadi interaksi obat yang menimbulkan efek samping jika diberikan bersama aspirin.

Aspirin juga sering menimbulkan masalah lain, yaitu ganggguan pada pencernaan. Penggunaan aspirin jangka panjang dapat menimbulkan perdarahan pada saluran cerna, terutama pada orang yang sudah memiliki tukak di lambung sebelumnya. Untuk mencegahnya, aspirin dapat diminum bersama atau setelah makan. Perlu diperhatikan, alergi terhadap aspirin juga lebih sering terjadi pada mereka yang mengidap asma, sering mengalami hidung tersumbat atau memiliki polip di hidung. Aspirin juga tidak boleh diberikan pada wanita hamil karena dapat membahayakan janin.

Aspirin Sahabat Jantung

Benarkah demikian? Aspirin dapat mengganggu pembekuan darah. Saat kita mengalami luka dan berdarah, maka sel pembeku darah bernama trombosit akan berkumpul di daerah luka sehingga darah berhenti mengalir karena trombosit yang berkumpul dan membeku akan membentuk sumbat di pembuluh darah yang terputus. Sumbatan seperti ini juga dapat terbentuk di arteri koroner, yaitu pembuluh darah yang memberi pasokan darah ke jantung. Menurut dr. Daniel P.L Tobing SpJP, jika pembuluh darah jantung sudah mengalami penyempitan, lemak yang menumpuk di pembuluh darah bisa pecah dan terlepas, sehingga trombosit akan membentuk sumbat yang malah akan menyumbat pembuluh darah. Akibatnya, jantung tidak mendapat suplai darah dan timbul serangan jantung.

Meski aspirin dapat membantu mencegah serangan jantung, tapi pasien tidak boleh meminum aspirin setiap hari tanpa anjuran dari dokter. Biasanya dokter akan memberikan aspirin pada pasien yang sudah pernah mengalami serangan jantung atau stroke, pada pasien dengan stent koroner, angina, atau pernah menjalani operasi bypass, pasien yang berisiko mengalami serangan jantung, serta menderita diabetes.

Dosis aspirin yang dianjurkan sangat bergantung pada kondisi pasien dan untuk apa aspirin diberikan. “Pada pasien yang berisiko tinggi mengalami serangan jantung, penggunaan aspirin tidak boleh dihentikan secara tiba-tiba. Pemutusan obat seperti ini dapat menimbulkan efek sebaliknya, yaitu mencetuskan terbentuknya bekuan darah dan meningkatkan risiko terjadinya serangan jantung,” jelasnya. Penghentian penggunaan aspirin hendaknya dikonsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: