Mengenal Migren Alias Sakit Kepala Sebelah

March 11, 2014

sakit kepala sebelah

Pernah merasakan sakit kepala hebat di sebelah bagian kepala? Bila sakit ini disertai mual, silau di mata, dan tidak kunjung hilang selama berhari-hari meski sudah minum obat, mungkin Anda mengalami yang disebut dengan migren.

Terdiri dari Empat Fase

Menurut dr. Freddy Sitorus, SpS(K), migren lebih sering dialami oleh wanita dibanding pria, dengan perbandingan satu dari empat wanita dan satu dari 12 pria. Wanita diduga lebih rentan karena pengaruh perbedaan hormon. Ini juga yang menyebabkan wanita lebih sering mengalami migren di sekitar masa haidnya. Migren mulai terjadi pada usia muda. 9 dari 10 penderita migren mulai merasakan serangan pada usia kurang dari 40 tahun. Namun, tidak menutup kemungkinan migren mulai terjadi pada usia lebih dari 40 tahun.

Berlangsungnya migren sebenarnya terdiri dari empat fase, yang bisa dimulai beberapa hari sebelum serangan berlangsung. Sebelum migren terjadi, penderita dapat mengalami fase prodromal, seperti konstipasi, depresi, nafsu makan yang luar biasa, hiperaktivitas, iritabilitas, kaku di leher, dan terus menguap. Setelahnya, timbul gejala aura yang khas.

Aura adalah tanda-tanda yang dirasakan oleh penderita migren sebelum sakit mulai terjadi. Aura ini dapat dirasakan oleh sekitar sepertiga penderita migren, terutama yang sering kambuh. “Aura aapat berupa gangguan penglihatan seperti kilatan-kilatan cahaya, pandangan bertitik-titik hitam (blindspots) dan rasa kaku di leher, bahu, atau rasa seperti tertusuk jarum tungkai,” jelasnya. Meski demikian, ada juga migren yang tidak disertai oleh aura, bahkan, ada migren yang tidak menimbulkan sakit kepala. Hal ini dikenal dengan silent migraine, yaitu munculnya aura yang tidak diikuti dengan sakit kepala.

Migren adalah sakit kepala hebat seperti ditusuk-tusuk atau berdenyut di bagian depan atau salah satu sisi kepala. Selain itu, migren juga dapat disertai dengan rasa mual dan sensitivitas terhadap cahaya. Bahkan, ada juga yang sensitif terhadap suara dan bau tertentu karena dapat memperberat nyeri. Migren juga dapat disertai dengan pandangan yang kabur dan rasa seperti melayang.

Sama seperti datangnya aura, frekuensi serangan migren juga berbeda dari orang yang satu ke orang yang lain. Ada yang mengalami sakit kepala beberapa kali seminggu, ada juga yang hanya sesekali atau baru mengalami serangan lagi beberapa tahun kemudian. Selain itu, fase serangan migren tidak seluruhnya dapat dirasakan oleh penderita.

Migren cukup sering dijumpai, dan bisa sangat mengganggu aktivitas sehari-hari, sehingga menurunkan produktivitas seseorang. Meski gejala utamanya yang paling terkenal adalah sakit kepala sebelah, tetapi tidak semua sakit kepala sebelah berarti migren. Setelah fase serangan berlalu, penderita migren dapat merasakan kelelahan yang sangat dan lemas. “Ini disebut dengan fase postdromal.”

Penyebab Migren Belum Diketahui

Meskipun migren merupakan penyakit yang sudah ada sejak jaman purba, namun penyebab terjadinya belum banyak diketahui. Migren diduga terjadi akibat perubahan-perubahan yang terjadi pada interaksi antara batang otak dan nervus trigeminus. Terbentuknya migren dipengaruhi oleh fator-faktor genetik dan lingkungan.

Pada penderita migren, terjadi ketidakseimbangan bahan kimia di otak, termasuk serotonin. Serotonin adalah bahan kimia otak yang berperan terhadap pengaturan nyeri. Selama serangan migren, kadar serotonin darah menurun, menyebabkan system trigeminal melepaskan neuropeptida yang memasuki pembungkus otak. Akibatnya, timbul sakit kepala.

Meski penyebabnya belum diketahui pasti, para peneliti mengetahui bahwa ada beberapa hal yang dapat memicu terjadinya migren. Di antaranya stress, makanan seperti tomat, keju, makanan yang asin, faktor hormonal, rangsangan sensorik (cahaya yang menyilaukan, suara keras, dan bau-bauan menyengat), perubahan pola tidur, aktivitas fisik, serta obat-obatan yang dikonsumsi dan perubahan lingkungan.

Semua serangan migren umumnya mengganggu aktivitas penderitanya. Gangguan dapat bersifat berat sampai menurunkan kualitas hidup seseorang. Migren yang berat, terkadang memaksa penderitanya terpaku di ranjang, di tempat yang gelap dan tenang. Apalagi migren bisa berlangsung selama berhari-hari. Jika ini terjadi, tentu produktivitas dan pekerjaannya dapat terganggu.

Lebih Baik Mencegah

Migren tidak dapat disembuhkan dan dapat sering kambuh. Namun, dokter dapat membantu penderita migren untuk menyesuaikan kondisinya agar tidak sering kambuh. Karena itu, ada dua jenis obat yang digunakan pada penderita migren, yaitu obat pengurang nyeri dan obat untuk mencegah tercetusnya migren. “Pemilihan jenis obat bergantung pada frekuensi, beratnya sakit kepala yang dialami, derajat disabilitas yang disebabkan, dan penyakit lain yang dimiliki penderita migren,” tambahnya.

Obat-obat pereda nyeri ini antara lain obat anti inflamasi non steroid, seperti ibuprofen dan asam mefenamat. Parasetamol juga membantu meredakan nyeri pada beberapa orang. Obat lainnya adalah golongan triptan, ergot, dan opioid. Pada penderita yang serangannya sering disertai mual, dapat diberikan obat anti mual.

Obat-obatan pencegah nyeri dianjurkan bagi penderita yang mengalami empat kali atau lebih serangan yang melumpuhkan setiap bulan, jika serangan berlangsung lebih dari 12 jam, jika nyeri tidak reda setelah minum obat, atau jika disertai aura dan kesemutan yang panjang serta rasa kelemahan. Obat-obat ini juga dapat diberikan saat pasien mendekati masa haidnya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: