Mengenal Lebih Dekat Tanaman Jagung

October 21, 2014

tanaman jagung

Nama latin: Zea mays

Nama lokal: Jagong (Sumatera Utara, Aceh); rigi (Nias); telo (Tidore); kastela (Halmahera); binte (Gorontalo); gandung (Toraja); latung (Nusa Tenggara Timur); jhahung (Madura)

Nama asing: Com, indian corn (Amerika); maize, pod corn, corn, dent corn, field corn, flint corn (Inggris); maize (Spanyol); dura shami (Arab); mals, teosinte (Perancis); granoturco (Jerman); yu shu shu (Cina); to-morokoshi Oepang); gangnaengi (Korea); milho, teosinto (Portugis); maize maiz, maiz silvestre (Spanyol); majs, sommerteosint (Swedia)

Ikhtisar

Istilah corn di Amerika selalu merujuk ke tanaman Zea mays, tetapi di Eropa corn dipakai untuk menyebut tanaman biji-bijian di antaranya jali, gandum, dan rye (gandum hitam). Kata maize yang digunakan secara luas untuk menyebut jagung berasal dari sebutan orang Spanyol. Asal katanya bersumber dari sebutan orang Taino – penduduk masa prakolombia di wilayah Bahama dan Kepulauan Antilles – yang merujuk pada kata maiz. Colombus menemukan jagung pada 1492 di Kuba, ia lalu membawanya ke Eropa. Awalnya jagung ditanam terbatas. Namun, lama-kelamaan orang Eropa menyadari potensi jagung sebagai bahan pangan yang potensial. Mulailah penanaman secara luas di Eropa, Afrika, lalu pada 1575 menyebar ke daratan Cina.

Para arkeolog mempercayai spesies jagung yang ada sekarang berasal dari tanaman teosinte (Zea mays spp.) yang dibudidayakan pertama kali di lembah Tehuacan, Meksiko, 9.000 tahun lalu. Termasuk bangsa Poales, suku Poaceae Sinonimnya: Mays vulgaris, Mayzea vestita, Zea alba, Zea americana, Zea amylacea, Zea amyleosaccharata, Zea canina, Zea curagua, Zea erythrolepis, Zea everta, Zea glumacea, Zea gracillima, Zea hirta, Zea indentata, Zea indurate, Zea japonica, Zea macrosperma, Zea mucronata, Zea odontosperma, Zea oryzoides, Zea rostrata, Zea saccharata, Zea tunicate, dan Zea vulgaris.

Kandungan Kimia

Satu sesquiterpene bersama dengan 15 senyawa lainnya diisolasi dari style Zeo mays. Ekstrak bijinya mengandung senyawa diterpen, orthosiphol F dan ceriopsin C. Ekstrak rambut jagung yang dikeringkan mengandung senyawa saponin, triterpene, flavonoid, tanin, pseudotanin, alkaloid, minyak volatil, dan glikosida. Daunnya mengandung polypeptide MBP-1, fructose-2, 6-biphosphate, dan polisakarida yang berperan sebagai antikanker. Batangnya mengandung minyak lemak 2,5%, minyak esensial 0,12%, kandungan seperti gum 3,8%, resin 2,7%, glukosida pahit 1,15%, saponin 3,18%, alkaloid 0,05%, cryptoxanthin, vitamin C, asam pantotenat, inositol, vitamin K, sitosterol, stigmasterol, asam malik, asam sitrat, dan asam tartaric, asam oksalat. Biji mengandung pati 61,2%, minyak lemak 4,2%-4,75%, alkaloid 0,21%, vitamin B1, B2, B6, asam nikotinik, dan asam pantotenat.

Pemanfaatan Tanaman Jagung

Batang jagung dan jerami padi yang dikeringkan diolah menjadi campuran deterjen pencuci pakaian cair. Deterjen ini untuk mencuci pakaian yang terbuat dari bahan katun dan wool. Jagung dipakai luas di industri pakan ternak, gula jagung, dan etanol. Kegunaan lain sebagai bahan baku di industri farmasi, makanan kaleng, pewarna, farmasi, dan sabun. Suku Baka yang tinggal di Kamerun, memanfaatkan bijinya yang dibuat ramuan untuk mengatasi masalah disfungsi seksual. Penjual obat herbal di Enugu State, Nigeria, menjual rambut jagung sebagai obat anti hipertensi. Bijinya mengurangi lemak darah dan gula darah. Seludangnya juga mengurangi lemak darah. Di Indonesia biji jagung dipercaya melancarkan ASI, pelancar urine, serta mengobati demam nifas.

Aktivitas farmakologis

Antidiabetes: Bubuk rambut jagung yang dikeringkan diekstrak dengan menggunakan metanol. LD50 ekstrak pada mencit yang diberikan secara intraperitonial sebesar 3464,10 mg/kg. Efek ekstrak menurunkan kadar gula darah diinvestigasi pada tikus diabetes hasil induksi aloksan dan tikus normal. Aloksan merupakan bahan kimia yang digunakan untuk menginduksi diabetes pada hewan percobaan. Hewan yang diberi perlakuan glibenklamide digunakan sebagai kontrol positif.

Glibenklamide adalah obat penurun gula darah yang biasa direkomendasikan pada penderita diabetes. Penurunan lebih terlihat pada tikus yang diinduksi aloksan dibandingkan tikus normal. Penurunan level gula darah dengan menggunakan ekstrak sebanding dengan kontrol. Penurunan level gula darah dengan menggunakan ekstrak pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan bertahan selama 9 jam, ekstrak dapat diberikan dua kali sehari. Ekstrak aman bahkan menunjukkan aktivitas yang sebanding dengan kontrol, tapi tetap diperlukan penelitian lebih lanjut untuk standar rambut jagung yang tepat.

Analgesik dan antiinflamasi: Aktivitas analgesik dan antiinflamasi ekstrak klobot jagung (25, 50, 100, dan 200 mg/kg BB) diteliti pada tikus. Model paw licking induksi formalin dan lempeng panas digunakan untuk menguji efek analgesik ekstrak, sementara model cotton pellet dan karagenan dipakai untuk menilai aktivitas antiinflamasi. Ekstrak pada dosis 25, 50, 100, dan 200 mg/kg BB secara signifikan (p<0,05) mengurangi rangsangan rasa sakit dan aktivitas antiinflamasinya dibandingkan dengan kelompok kontrol. Penurunan waktu paw licking dan bobot granuloma pada model formalin dan cotton pellet tergantung dosis. Juga, pada dosis 200 mg/ kg menghasilkan efek lebih tinggi dibandingkan indomethacin (5 mg/kg BB) pada semua tes. Hasil penelitian membuktikan validasi pemakaian dekoksi klobot jagung untuk mengatasi rasa sakit dan pembengkakan pada ilmu pengobatan tradisional orang Nigeria.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: