Mengenal Lebih Dekat Labu Kuning Beserta Manfaatnya

March 6, 2015

labu kuning

Nama latin: Cucurbita moschata

Nama lokal: Labu kuning, labu parang, waluh, labu

Nama asing: Cushaw, courgee musquee, crookneck squash, pumpkin, winter crookneck squash, pumpkin winter squash, winter squash, calabaza, west Indian pumpkin, zapallo, butternut squash, cuban pumpkin, seiyou, auyama, ayote, kalamasa, nangua (Cina)

Ikhtisar

Labu kuning diyakini berasal dari kawasan Meksiko Tengah. Tanaman semusim itu menyebar ke Amerika bagian utara dan selatan. Selanjutnya spesies itu dibawa ke kawasan Eropa, Asia, dan Afrika. Dibanding labu-labuan lain, labu kuning banyak ditemukan di Asia Tenggara karena gampang beradaptasi di kawasan tropis dataran rendah. Sinonimnya Cucurbita pepo var, moschata dan Cucurbita macrocarpa. Termasuk bangsa Cuourbitales, suku Cucurbitaceae.

Sosok

Tanaman: Liana (tumbuh melilit atau memanjat pohon). Panjang batang 2-5 m. Akar muncul dari ruas.

Daun: Tunggal, tumbuh berselang-seling. Bentuk seperti hati dengan lima sudut, Panjang 15-30 cm. Berambut pada kedua sisi. Terkadang permukaan daun dipenuhi titik putih. Permukaan daun bagian bawah lebih terang. Tepian daun bergerigi tajam tipis tidak beraturan.

Bunga: Monoecious (berumah satu). Receptacle jantan pendek. Corolla (mahkota bunga) campanulate-berbentuk lonceng, berwarna kuning. Stamen (benangsari) 3. Bunga betina soliter.

Buah: Labu. Oblate (bulat pipih).

Biji: Panjang 1,5-2 cm berwarna putih keabuan atau kekuningan, tepian tipis. Bentuk oval atau elips.

Pemanfaatan Labu Kuning

Di India, labu kuning digunakan untuk mengatasi masalah luka bakar, pembengkakan, melepuh, abses-bisul bernanah, bisul, migren, dan neuralgia atau nyeri akibat masalah saraf. Labu kuning juga digunakan sebagai obat di Thailand dan Cina. Biji buahnya digunakan sebagai obat cacingan, merawat infeksi kulit, serta mengobati pembengkakan. Dalam Tumbuhan Berguna Indonesia, K Heyne menyebutkan biji labu kuning adalah obat cacing pita yang terkenal kemanjurannya. Di tanah air, herbalis menggunakan labu-labuan seperti kabocha dan labu kuning bersifat diuretik sehingga mampu meluruhkan endapan lemak yang menempel di pembuluh darah, melancarkan aliran darah, dan memperbaiki sistem metabolisme dalam tubuh.

Aktivitas farmakologis

Antiobesitas: Ekstrak larut air — yang dinamakan PG105 – dari batang labu kuning mempunyai efek antiobesitas. Penelitian tersebut diuji pada tikus yang diinduksi makanan tinggi lemak. Peningkatan bobot tubuh dan penyimpanan lemak ditekan dengan 8 minggu pemberian oral PG105 pada 500 mg/kg sementara jumlah keseluruhan asupan makanan tidak berpengaruh. PG105 melindungi perkembangan lemak liver dan meningkatkan aktivitas ß-oxidation hepatik. Hasil analisis darah menunjukkan level trigliserida dan kolesterol secara signifikan menurun dengan pemberian PG105, level peptin juga menurun, sementara adiponektin meningkat. PG105 memiliki potensi sebagai agen antiobesitas pada penghambatan sintesis lemak dan akselerasi pemecahan asam lemak diinduksi reagen.

Antiadipogenik: Ekstrak larut air batang labu kuning mempunyai efek antipembentukan lemak. Ekstrak yang diberi nama kode PG105 itu dapat menghambat diferensiasi kultur sel adiposit 3T3-L1 yang digunakan dalam penelitian. Untuk mengisolasi senyawa aktif dalam ekstrak batang labu kuning, dilakukan fraksinasi pelarut konvensional. Selanjutnya beragam fraksi dites untuk mengetahui aktivitas antiadipogenik menggunakan metode berwarna Oil Red O. Satu titik tunggal pada kromatografi layer tipis fraksi kloroform menunjukkan aktivitas antiadipogenik. Ketika dimurnikan, strukturnya diketahui sebagai dehydrodiconiferyl alcohol (DHCA). Penelitian mengindikasikan DHCA dapat berpengaruh baik pada adipogenesis dan lipogenesis.

Penurun kolesterol: Penelitian Ika Lusia Agustin dari Departemen Biologi Universitas Muhammadiyah Malang (UMM) membuktikan potensi ekstrak labu kuning sebagai penurun kolesterol. Penelitian tersebut menguji sebanyak 27 tikus putih yang sebelumnya diberi diet tinggi lemak lalu diberi ekstrak labu kuning. Hasilnya, ekstrak labu kuning mampu menurunkan kadar kolesterol total, trigliserida, LDL, dan meningkatkan kadar HDL (high density lipoprotein) atau kolesterol baik dalam darah mencit secara signifikan pada dosis 130 g labu atau 40 ml ekstrak.

Resep Penurun Kolesterol

Cara membuat

Kukus 1 kg daging buah labu kuning matang, tanpa kulit dan tanpa biji dengan 1 liter air. Kukus selama 30 menit hingga daging buah lunak. Pengukusan menghasilkan sekitar 3 gelas air bekas kukusan. Minum air bekas kukusan yang sudah dingin pada pagi, siang, dan sore hari secara rutin sampai gejala berkurang.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: