Mengenal Lebih Dekat Kanker Pankreas

May 10, 2015

kanker pankreas

Dengan segala kejeniusan dan kekayaan yang dipunya, Steve Jobs tetap tak mampu tak mampu melawan penyakit kanker pankreas. Pria berusia 56 tahun ini hanya bertahan tujuh tahun setelah menyatakan sembuh dari kanker pankreas, setelah dibedah pada 2004. Setali tiga uang, aktor Patrick Swayze meninggal karena kanker pankreas bulan September 2009. Meninggalnya dua orang ternama ini membuat orang ingin tahu banyak tentang penyakit kanker pankreas tersebut, apa saja penyebab, gejala hingga pengobatan kanker ini?

Penyebab Kanker

Penyebab kanker pankreas belum diketahui secara pasti. Meski demikian, kebiasaan merokok, obesitas, dan riwayat keluarga dengan kanker pankreas dapat meningkatkan risiko terjadinya kanker tersebut. Bagaimana dengan penderita diabetes? Ternyata risiko kanker pankreas tidak lebih tinggi pada penderita diabetes.

Kanker pankreas mungkin tidak setenar kanker paru-paru atau kanker serviks. Kanker pankreas baru mencuri perhatian setelah aktor Patrick Swayze dan Steve Jobs, meninggal setelah beberapa tahun berjuang melawan penyakit ini. Meski termasuk jenis kanker yang jarang ditemukan, kanker pankreas termasuk sepuluh penyebab kematian terbanyak akibat kanker. Ini karena kanker pankreas jarang menimbulkan gejala sehingga seringkali terlambat ditemukan. Terapi yang diberikan umumnya hanya bertujuan untuk memperpanjang dan memperbaiki kualitas hidup.

Gejala Bergantung Pada Lokasi

Kanker pankreas merupakan jenis kanker yang menyerang diam-diam dan tidak menimbulkan nyeri. Gejala pertama yang dialami oleh penderita kanker pankreas adalah penurunan berat badan secara drastis atau pembengkakan kelenjar getah bening di sekitar leher. Umumnya, gejala lain baru tampak setelah kanker membesar dan mulai menyebar. Secara garis besar, pankreas terdiri dari bagian kaput (kepala) dan badan serta ekor. Gejala yang timbul akibat kanker pankreas akan bergantung pada daerah mana kanker itu berada.

Kanker yang terdapat pada bagian kepala biasanya lebih cepat menimbulkan gejala. Karena bagian kepala pankreas berada dekat dengan empedu, maka kanker yang terjadi di daerah ini dapat menimbulkan gejala berupa sumbatan empedu. Di antaranya urine yang berwarna gelap seperti teh, feses berwarna pucat, mual, muntah, kembung, diare, hingga nyeri pada perut dan pinggang. Kulit juga menjadi tampak kuning dan gatal. Sedangkan kanker yang terjadi pada bagian tengah atau ekor pankreas dapat menimbulkan nyeri pada perut dan pinggang, disertai dengan penurunan berat badan.

Meski jarang, kanker pankreas yang berasal dari kelenjar hormon dapat menyebabkan produksi hormon menjadi berlebihan. Misalnya insulinoma yang menyebabkan gejala penurunan kadar glukosa darah atau glukagonoma yang menyebabkan diare dan buang air kecil berlebihan.

Pemeriksaan yang Diperlukan

Keberadaan kanker pankreas biasanya baru diketahui setelah kanker menyebar, yaitu setelah pasien tidak kunjung sembuh setelah beberapa minggu mengalami sakit perut, penurunan berat badan, atau gatal dan kulit tampak kekuningan. Pada pemeriksaan fisik, mungkin teraba massa di daerah perut dan pembesaran kelenjar getah bening di leher. Setelah itu, diperlukan pemeriksaan lanjutan berupa pemeriksaan darah. CT Scan, USG, atau MRI mungkin diperlukan untuk melihat apa yang terjadi pada pankreas.

Meskipun telah dilakukan pemeriksaan-pemeriksaan canggih, diagnosis kanker pankreas baru dapat ditegakkan jika hasil biopsi menunjukkan adanya sel-sel kanker di dalam pankreas. Biopsi dilakukan dengan mengambil sedikit jaringan pankreas dan dilihat menggunakan mikroskop. Hal dapat dilakukan melalui bedah terbuka ataupun bedah invasif minimal. Salah satunya adalah ERCP (endoscopic retrograde cholangiopancreatography), yaitu bedah invasif minimal untuk mengidentifikasi gangguan saluran pankreas.

Begitu diagnosis kanker pankreas ditegakkan, dokter akan menentukan stadium kanker. Stadium kanker dibagi menjadi empat tingkat. Stadium yang paling awal adalah stadium I dan stadium IV merupakan stadium yang paling ganas (sudah menyebar). Meski demikian, kanker pankreas umumnya dibagi ke dalam tiga kelompok, yaitu kanker lokal, kanker lokal yang sudah tidak bisa dioperasi, dan kanker yang sudah bermetastasis. Pengelompokan ini sangat penting karena menentukan pilihan terapi yang dapat dilakukan.

Umumnya Sudah Tidak Bisa Dioperasi

Ada beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mengobati kanker pankreas. Pada kanker lokal atau stadium I dan II, kanker umumnya dapat diobati dan disembuhkan melalui pembedahan. Setelah bagian yang rusak akibat kanker dibuang, terapi dapat dilanjutkan dengan pembedahan lanjutan, obat-obatan, atau terapi adjuvan berupa kemoterapi dan radioterapi.

Sayangnya, kebanyakan kanker pankreas baru ditemukan setelah mencapai stadium lanjut sehingga sudah tidak dapat dioperasi. Pada pasien stadium III, kanker bersifat lokal (belum menyebar ke organ lain) tetapi sudah menyusup masuk ke seluruh bagian pankreas, pembuluh darah, dan kelenjar getah bening di sekitarnya. Untuk itu, pengobatan yang dapat dilakukan terapi berupa radiasi. Sedangkan pada stadium IV, yaitu bila kanker pankreas sudah menyebar ke organ lain, seringkali diperlukan terapi berupa kemoterapi, radioterapi, atau kombinasi keduanya. Tujuannya adalah untuk mengurangi gejala-gejala kanker dan memperpanjang kemungkinan hidup.

Dapat Kambuh Lagi

Kanker pankreas adalah jenis kanker yang cukup sulit disembuhkan. Hingga saat ini, para dokter masih berusaha untuk mencari terapi yang terbaik. Meski telah dioperasi dan dibuang sebagian, risiko kekambuhan dan kematian akibat kanker pankreas tetap tinggi. Hanya sekitar 20% pasien yang menjalani operasi yang dapat bertahan hidup setelah lima tahun. Sisanya, rata-rata bertahan hidup kurang dari dua tahun. Sementara pada mereka yang tidak dioperasi, kemungkinan hidupnya lebih rendah lagi, yaitu sekitar enam bulan.

Seiring dengan perkembangan kanker, terapi biasanya ditujukan untuk meringankan gejala, terutama rasa nyeri. Pemberian antinyeri golongan opioid diharapkan dapat mengatasi hal ini. Sedangkan untuk mengatasi depresi dapat diberikan antidepresan dan konsultasi dengan ahli jiwa. Prosedur berupa pemasangan stent di saluran empedu juga dapat dilakukan untuk mengurangi rasa gatal di kulit dan penurunan nafsu makan.

Pencegahan

Ada beberapa faktor risiko yang bisa memicu kanker pankreas, misalnya penuaan, kebiasaan merokok (terlebih perokok berat), menderita kencing manis (diabetes), usia di atas 50 tahun, obesitas, stress, dan kurang berolahraga.

Untuk mencegahnya, disarankan untuk menjalani pola hidup sehat. Terutama mereka yang memiliki riwayat kanker pencernaan atau anggota keluarga yang terkena kanker pankreas dianjurkan untuk melakukan pemeriksaan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: