Mengenal Lebih Dekat Buah Nanas dan Berbagai Khasiatnya

August 30, 2015

buah nanas

Nama latin: Ananas comosus

Nama lokal: Anes (Aceh); nas, konas, naneh, kanas, henas, honas, kenas, nyanyas, nasit, asit, enas (Sumatera); ganas, danas (Sunda); nanas tiawa); nanas (Madura); manas (Bali); panda jawa, pedang, nanasi, pandai, fanda, panda, nana, parangena, nanasi (Nusa Tenggara); tuis mangandow, nanati, pandang, laiato (Sulawesi); kanas, samblaka (Kalimantan); arnasiun, kaluasi, manasi, ai nasi, than baba-ba, kai nasi (Maluku); maniimap, miniap (Papua)

Nama asing: Ananas (Belanda, Perancis); pineapple (Inggris, Amerika); abacaxi (Brasil, Portugis); pina (Spanyol); maneas, moneah (Kamboja); nat ananas (Laos); yaannat, sapparot, bonat (Thailand); thorn (Vietnam); nanas (Malaysia); fengtipi (perikarp, Cina), fengligenye (akar dan daun, Cina)

Ikhtisar

Nanas termasuk salah satu tanaman anggota famili Bromeliaceae yang dapat dikonsumsi buahnya. Tanaman yang berasal dari Brasil, Bolivia, dan Paraguay itu dikenal di Amerika dengan sebutan pineapple lantaran penampilan yang menyerupai buah pinus dan rasanya seperti apel.

Bila digolongkan berdasarkan habitusnya, buah nanas terbagi menjadi empat kelompok besar yaitu cayenne atau smooth cayenne (daun halus, tidak berduri, buah besar), queen (daun pendek berduri tajam, buah lonjong mirip kerucut), spanyol atau spanish (daun panjang kecil, berduri halus sampai kasar, buah bulat dengan mata datar), dan abacaxi alias white abacaxi of Pernambuco (daun panjang berduri kasar, buah silindris atau seperti piramida).

Buah nanas dapat ditanam hingga ketinggian 1.200 m dpl. Sentra perkebunan nanas di Indonesia dapat dijumpai di wilayah Lampung, Jawa Barat Jawa Timur, Sumatera Utara, Kalimantan Timur, Riau, dan Bangka Belitung. Dibandingkan jenis lainnya, buah nanas jenis cayenne dan queen paling banyak ditemui di Indonesia. Golongan spanish yang disebut juga red spanish dikembangkan di kepuiauan India Barat Puerto Rico, Venezuela, Meksiko dan Malaysia. Sedangkan abacaxi yang berdaging buah putih hingga kuning pucat banyak ditanam di Brasil, Bahama, dan Florida.

Sosok

Tanaman: Batang pendek. Tunas dalam jumlah banyak tersusun roset tumbuh pada bagian dasar.

Daun: Berbentuk pedang, tersusun spiral, dan meruncing di bagian ujung. Panjang 40-90 cm dengan lebar 4-7 cm. Tepian daun bernama merah kecokelatan, rata atau pada jenis lainnya disertai duri tajam. Permukaan atas daun berwarna hijau sedang permukaan bawah hijau-merah muda.

Bunga: Malai atau kelompok kuntum bunganya berbentuk menyerupai biji pinus dengan panjang 5-8 cm. Menjadi semakin lebar ketika berbuah. Daun pelindung berbentuk segitiga-buiat telur atau bulat memanjang. Sepal atau daun kelopak 3. Bentuk calyx atau kelopak membulat menyerupai telur, panjang sekitar 1 cm, mengandung air.

Buah: Tergolong buah majemuk. Berasal dari bunga majemuk, jadi yang dimaksud buah nanas itu berasal dari banyak bunga dengan banyak bakal buah, tetapi seluruhnya seakan-akan merupakan satu buah. Berbentuk kerucut Bagian tengah menebal, mengandung banyak air. Bermahkota di bagian atas berupa susunan daun yang tersusun memutar.

Pemanfaatan Buah Nanas

Nanas merupakan buah populer yang dikonsumsi segar, dikalengkan, dibuat jus atau perisa minuman maupun dijadikan bahan makanan seperti selai, yogurt, es krim, manisan, maupun permen. Serupa dengan kebiasaan di Indonesia, penduduk di Puerto Rico dan kepulauan Karibia juga mencelupkan buah nanas segar ke dalam larutan berisi sedikit garam sebelum mengonsumsinya untuk mengurangi rasa gatal. Limbah industri pengolahan nanas masih dapat diolah menjadi asam laktat yang digunakan untuk membuat plastik dan kertas ramah lingkungan.

Di Indonesia, buah nanas terutama yang muda dipercaya dapat menyebabkan keguguran kandungan sehingga banyak orang melarang ibu hamil memakan buah nanas muda dalam jumlah banyak. Buah nanas juga dipercaya mengatasi masalah susah buang air besar, menghilangkan ketombe, dan mengeringkan bekas luka bakar.

Bromelain-enzim yang dapat menghidrolisis protein-yang terkandung dalam daging buah umum digunakan sebagai pengempuk daging serta kerap digunakan sebagai campuran masakan terutama seafood sebagai penambah citarasa asam dan penghilang amis.

Dalam pengobatan Cina, bagian yang digunakan sebagai obat yaitu bagian pericarp atau daging buah, akar, dan daun. Kulit buahnya dimanfaatkan untuk mengatasi batuk dan disentri. Sedangkan akar dan daun dipakai untuk mengobati diare, gangguan percernaan, serta distension-rasa tak nyaman akibat adanya tekanan di dalam perut (yang memicu sendawa atau mual). Dosis yang digunakan baik untuk pericarp, akar, dan daun adalah sekitar 9-15 g dengan dibuat rebusan.

Di Banglades, daunnya bermanfaat mengatasi penyakit kuning dan helminthiasis atau cacingan. Daun dipotong kecil kemudian direndam dalam air selama 12 jam kemudian airnya diminum. Suku Chiru di Assam, India menggunakan buah matangnya untuk menyembuhkan batuk. Ekstrak daun muda ditambah madu setengah sendok dikonsumsi sekali sehari untuk mengatasi masalah pernapasan.

Penduduk Suku Mising yang berada di wilayah Assam, India, juga memanfaatkan daun muda nanas untuk membuat apong-sejenis minuman bir beras. Selain itu, daun yang dihancurkan kemudian dibuat ekstrak juga dimanfaatkan untuk mengatasi disentri amuba dan cacing dalam usus dengan cara diminum sehari sekali.

Aktivitas farmakologis

Antidiabetes: Penelitian Xie W dan rekan pada 2005, pemberian ekstrak etanol daun Ananas comosus(EEACL) dengan dosis 0,4 g/kg BB menghambat glukosa darah tikus diabetes tetapi tidak menimbulkan efek aktivitas hipoglikemia (kadar gula darah/glukosa rendah) pada tikus normal.

Setelah 15 hari tikus dengan dislipidemia diabetes diberi perlakuan ekstrak daun nanas, gula darah menurun 51%, trigliserida menurun 50,1%, total kolesterol menurun 23,3%, LDL kolesterol menurun 47,9%, dan albumin terglikasi menurun 25,4%. Selain itu EEACL juga meningkatkan serum kolesterol HDL 66,2% dan mencegah penurunan bobot badan penderita diabetes 11,8%, menurunkan produksi peroksidasi lipid dalam darah 27,8%, otak 31,6%, hati 44,5%, dan ginjal 72,2% dibandingkan tikus dislipidemia diabetes yang tidak diberi perlakuan. Dislipidemia adalah jumlah abnormal lipid (misalnya kolesterol dan/atau lemak) dalam darah.

Penelitian membuktikan, EEACL memiliki aktivitas antidiabetes, antidislipidemia, dan antioksidatif sehingga dapat dikembangkan menjadi tanaman obat untuk mengatasi diabetes dan komplikasinya. Penelitian terkait diabetes lainnya semakin memperkuat bukti kemampuan ekstrak daun nanas menolong pasien diabetes. Hasil penelitian Xie W dan rekan yang dipublikasikan pada 2006 menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol daun Ananas comosus (AC) pada dosis oral 0,40 g/kg secara signifikan meningkatkan sensitivitas insulin eksogen. Penelitian menyimpulkan AC dapat meningkatkan sensitivitas insulin pada diabetes tipe 2 dan dapat dikembangkan menjadi produk untuk membantu resistensi insulin pada pasien diabetes.

Efek hipolipidemik: Xie W dan rekan juga meneliti mekanisme hipolipidemik ekstrak daun nanas. Para peneliti yang berasal dari Institute of Medicinal Plant, Chinese Academy of Medical Sciences, dan Peking Union Medical College, Beijing, Cina itu meneliti mekanisme hipolipidemik ekstrak etanol daun nanas (AC) pada mencit.

Hasil dari penelitian yang dilakukan pada 2007 itu menunjukkan AC dengan dosis 0,40 g/kg signifikan menghambat peningkatan serum trigliserida 40% pada mencit yang diberi asupan fruktosa. Pada mencit yang diinduksi dengan aloksan (agen potensial yang digunakan untuk menyebabkan diabetes tipe I) dan asupan tinggi lemak, serum kolesterol total bertahan pada level tinggi (180-220 mg/dl) dalam 7 hari tetapi dapat mencapai level normal (120-140 mg/dl) setelah pemberian AC (0,40 g/kg per hari). AC pada dosis 0,40 dan 0,80 g/kg juga signifikan menghambat peningkatan serum lemak pada mencit hiperlipidemia yang diinduksi Triton WR-1339.

AC (0,01-100 mikrog/ml) secara selektif mengaktivasi lipoprotein lipase (LPL) sebesar 200-400% dan secara signifikan menghambat aktivitas

3-hydroxyl-methyl glutaryl coenzyme A (HMGCoA) reduktase-enzim yang bekerja pada tahap awal biosintesa kolesterol-sebesar 20-49% in vitro. Selain itu, pemberian fenofibrate-obat standar-(0,02 g/kg) secara khusus meningkatkan bobot hati mencit (0,0760 +/- 0,0110 g/g) sementara AC (0,04 g/kg) tidak menimbulkan efek samping (0,0403 +/- 0,0047).

Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan AC berpotensi dijadikan produk perawatan hiperlipidemia melalui mekanisme penghambatan HMGCoA reduktase dan mengaktifkan LPL. Mekanisme itu berbeda dengan fibrat-salah satu golongan obat untuk mengatasi hiperlipidemia-tapi sebagian serupa dengan statin yang merupakan obat hiperlipidemia dengan mekanisme menghambat pembentukan kolesterol melalui penghambatan kerja enzim. AC diharapkan dapat menjadi adjuvant-tambahan-untuk fibrat.

Luka bakar: Manfaat fraksi enzim baru yang diperoleh dari batang nanas diujikan secara in vivo terbatas melibatkan 12 tikus dengan cedera luka bakar derajat III (full-thickness). Hewan yang diberi perlakuan enzim 24 jam setelah luka mengindikasikan efek debridemen (pengangkatan medis dari jaringan yang mati, rusak, atau terinfeksi untuk meningkatkan potensi penyembuhan dari jaringan sehat yang tersisa) yang cepat. Meski formulasi enzim secara detail dan aplikasi klinis belum dipastikan secara tepat, hasil penelitian menunjukkan enzim berpotensi sebagai agen debriding-mampu memisahkan jaringan yang terbakar atau jaringan nekrotis dari jaringan hidup-dengan cara diaplikasikan secara topikal.

Sitotoksisitas: Evaluasi efek ekstrak daun nanas untuk mengetahui keamanannya sebelum digunakan dalam pengobatan dilakukan Hu Jun dan rekan. Para peneliti dari Protein Science Laboratory of the Ministry of Education, Laboratory of Pharmaceutical Sciences, School of Life Sciences and School of Medicine, Tsinghua University, Beijing Cina, itu menggunakan tikus yang terbagi dalam 5 (lima) kelompok sebagai hewan uji. Lima kelompok hewan percobaan termasuk kontrol negatif yang diberikan air distilasi setiap hari, kontrol positif yang diberi dosis 7 mg/kg cyclophosphamide (CP) setiap dua hari, dan tiga kelompok yang diberi dosis masing-masing 2,0; 1,0; dan 0,5 g/kg EPL setiap hari.

Tikus betina diberi dosis tersebut pada periode organogenesis hari kehamilan ke-7-17 dan dibunuh pada hari ke-20. Hasil menunjukkan cyclophosphamide (CP) secara signifikan menurunkan bobot tubuh tikus betina, menyebabkan perubahan organ, mengurangi fertilitas, mengganggu pertumbuhan dan perkembangan janin, serta menyebabkan efek teratogenik yang terlihat pada penampilan janin, skeleton, dan organ internal. Air distilasi dan tiga dosis tinggi EPL tidak menyebabkan efek yang disebutkan di atas. Uji menyimpulkan bahwa pemberian EPL secara oral aman bagi tikus pada perkembangan embrio.

Asma: Bromelain yang terbukti memiliki efek imunomodulator pada model sistem imun diujikan pada hewan percobaan model alergi saluran pernapasan yang disensitisasi ovalbumin. Hasil menunjukkan, pemberian bromelain secara oral memiliki efek terapeutik pada hewan percobaan asma.

Daun Antikolesterol

Ekstrak etanol daun nanas (AC) menghadang reaksi HMGCoA menjadi asam mevalonat. Reaksi itu merupakan bagian penting pada proses pembentukan kolesterol yang terjadi pada sel hati. Imbasnya, pembentukan kolesterol dihambat. Artinya, kolesterol menurun dengan cepat AC juga memicu SREBP (Sterol Responsive Element Binding Protein) yang tidak aktif menjadi aktif. Produksi reseptor low density lipoprotein (LDL) pun meningkat dengan aktifnya SREBP. Banyaknya reseptor LDL yang terbentuk otomatis membuat aktivitas penghancuran lemak alias lipoprotein lipase (LPL) meningkat.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: