Mengenal Langsat dan Berbagai Manfaatnya

March 17, 2015

langsat

Nama latin: Lansium domesticum

Nama lokal: Langsat, kokosan, pisitan, celoring

Nama asing: Langsat, lanzones (Inggris), lanson, buwa-buwa (Filipina), langsat, lansa, langseh, langsep (Malaysia), Ion bon, bon bon (Vietnam)

Ikhtisar

Tanaman berasal dari Asia Tenggara bagian barat. Buahnya populer sebagai buah meja. Bunganya menjadi lambang kebanggaan provinsi Sumatera Selatan. Negara yang dikenal sebagai penghasil langsat antara lain Indonesia, Malaysia, Filipina, dan Thailand. Duku termasuk bangsa Sapindales, suku Meliaceae. Sinonimnya Aglaia aquea, Aglaia domestica, dan Aglaia dookoo.

Pemanfaatan Langsat

Kulit kayunya dijadikan pasta dioleskan pada bagian perut untuk mengobati sakit perut dan diare. Langsat dibudidayakan untuk dimakan buahnya. Batangnya dimanfaatkan sebagai bahan mebel atau bangunan. Kulit kayunya bermanfaat untuk mengatasi disentri dan malaria. Kulit buah digunakan untuk mengatasi diare. Di Filipina, kulitnya dikeringkan dan dimanfaatkan sebagai penolak nyamuk dengan cara dibakar.

Sosok

Tanaman: Tinggi mencapai 30 m dengan diameter sekitar 75 cm. Cabangnya tumbuh tidak beraturan. Kulit kayunya berwarna cokelat keabuan.

Daun: Majemuk menyirip.

Bunga: Corona berbentuk telur sekitar 2-3 mm dan 4-5 mm. Hanya terdapat satu stamen sekitar 2 mm. Bagian atas stamen (benangsari) membulat. Pistil (putik) pendek dan tebal.

Buah: Bentuk bulat, elips, atau oval. Ukuran 2-7 cm x 1,5-5 cm. Berselimut rambut tipis berwarna kuning. Kulit buah sekitar 6 mm. Buah tersusun pada dompolan sepanjang 5-25 cm. Satu dompolan terdiri 10-30 buah. Rasanya manis asam. Daging putih atau bening, bersekat 5. Ada yang besar berbiji, dan yang tipis tanpa biji.

Biji: Dalam buah terdapat 1-3 biji. Pipih dengan rasa pahit. Biji diselimuti aril (dianggap daging buah) berwarna putih bening yang berasa manis bercampur asam.

Aktivitas farmakologis

Antibakteri: Onoceranoid-type triterpenoid, yaitu lamesticumin A (1), produk etanolisis lamesticumin A (2), lamesticumins B-F (3-7), lansic acid 3-ethyl ester (8), dan ethyl lansiolat (9), bersama dengan empat analog diisolasi dari ranting langsat. Senyawa 1-9 menunjukkan aktivitas antibakteri moderat melawan bakteri gram positif.

Antimalaria: Ekstrak biji, daun, dan kulit buah langsat, umum digunakan suku asli di Sabah, Malaysia, untuk mengatasi malaria. Ekstrak cair daun dan kulit langsat ditemukan mampu mengurangi populasi parasit strain sensitive obat (3D7) dan strain resisten klorokuinon (T9) P. falciparum secara baik. Ekstrak kulit ditemukan pula mengganggu siklus hidup parasit. Data menunjukkan ekstrak langsat potensial sebagai sumber senyawa dengan aktivitas melawan P. falciparum strain resisten klorokuinon. Senyawa tetranortriterpenoid, domesticulide A-E (1-5) dan triterpenoid yang terdapat pada biji menunjukkan aktivitas antimalaria melawan Plasmodium falciparum dengan IC50 2,4-9,7 lg/ml.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: