Mengenal Kutil dan Penanganannya

May 15, 2014

kutil

Virus HPV (human papilloma virus) merupakan salah satu penyebab infeksi leher rahim (servik) yang pada akhirnya berkembang menjadi kanker serviks. Ternyata virus ini juga dapat menginfeksi telapak kaki, yang dikenal dengan penyakit plantar wart (kutil pada kaki).

Kutil seringkali terjadi pada daerah yang mengalami penekanan. Misalnya pada daerah dibawah tumit. Akibat terjadi penekanan pada daerah ini, mengakibatkan kutil tumbuh ke bagian dalam kulit (kalus).

Gejala

Kita mungkin menemukan tanda-tanda kutil kelamin dengan melihat benjolan berukuran kecil, berwarna keabu-abuan, kadang coklat tua, makin lama makin besar pada telapak kaki. Terjadi penebalan kulit keras (kalus) dan perubahan pada garis normal pada kulit. Tak jarang, pasien merasakan nyeri saat berjalan atau berdiri.

Kapan Perlu Konsultasi Dengan Dokter?

Kondisi ini perlu mendapatkan konsultasi dengan dokter bila didapatkan gejala:

  • Lesi terasa sangat nyeri dan sangat mengganggu aktivitas.
  • Lesi terjadi pada banyak tempat, terjadi berulang, walau sudah diobati.
  • Penderita memiliki diabetes, atau terjadi kerusakan pada saraf.
  • Daya tahan tubuh penderita menurun, akibat penyakit misalnya HIV/AIDS, atau penggunaan steroid dalam waktu lama (misalnya pada penderita asma, atau pasien transplantasi ginjal)

Penyebaran Virus

Kemampuan tiap orang berbeda dalam merespon infeksi ini, bahkan dalam satu keluarga juga kadang responnya berbeda. Ada yang terinfeksi ada yang tidak. Infeksi HPV tidak terlalu mudah menular, sehingga tidak mudah bagi seseorang untuk tertular. Virus ini dapat bertahan hidup pada suasana yang hangat dan lembab, seperti sepatu, ruang ganti pakaian, loker, dan area kolam renang. Sehingga kelainan ini dapat mudah menular pada orang yang tidak menggunakan alas kaki saat berjalan di daerah gimnasium atau kolam renang.

Biasanya virus mudah menular dari penggunaan sepatu yang bersamaan antara penderita dengan orang lain. Tempat masuknya virus dapat berupa, kulit yang pecah-pecah, adanya luka, atau pada daerah yang kulitnya tipis dan mudah terkelupas. Kulit yang mudah terkelupas biasanya disebabkan karena terlalu lama terendam air di kolam renang, atau tempat basah lainnya.

Faktor Risiko

Setiap orang dapat mengalami penyakit ini, pada beberapa kalangan lebih rentan mengalaminya, misalnya saja:

  • Anak-anak dan remaja.
  • Penderita penurunan daya tahan tubuh.

Selain dua faktor diatas, beberapa orang tertentu juga rentan terinfeksi. Masih belum dapat diketahui secara pasti mengapa orang-orang tertentu dapat dengan mudah terinfeksi virus ini, sedangkan yang lain tidak.

Penderita kelainan ini sebaiknya segera berkonsultasi ke dokter kulit untuk mendapatkan pengobatan yang memadai. Jangan menggunakan obat sebelum berkonsultasi dengan dokter. Pertimbangkan penggunaan sepatu khusus untuk mengurangi rasa nyeri.

Bahayakah?

Kelainan ini kadang tidak membutuhkan pengobatan yang rumit. Dapat sembuh dengan sendirinya dalam beberapa tahun. Namun jika menimbulkan rasa nyeri atau menyebar ke bagian tubuh lainnya, perlu penanganan serius. Lebih mudah mengatasi kelainan yang masih terlokalisir, dibandingkan jika sudah menyebar ke tempat lain. Jika sudah lanjut, kelainan ini kadang sulit diobati, sehingga perlu terapi dalam waktu lama, sehingga dibutuhkan kesabaran pasien.

Penderita diabetes, kerusakan saraf pada kaki, atau penderita dengan daya tahan tubuh menurun, membutuhkan penanganan oleh dokter. Perlu dilakukan pemantauan ketat oleh dokter, sehingga dapat menghasilkan penyembuhan luka yang baik. Pilihan terapi yang dapat dilakukan adalah:

  • Krioterapi, memberikan cairan nitrogen dengan cara disemprot atau menggunakan kapas untuk membekukan dan menghancurkan kutil. Pada terapi ini kadang muncul rasa nyeri.
  • Imunoterapi, diberikan untuk memperkuat sistem kekebalan tubuh, sehingga dapat mengatasi infeksi yang terjadi. Dapat dilakukan dengan menyuntikkan interferon, atau dengan pemberian antigen.
  • Pembedahan minor. Tindakan ini dilakukan dengan cara memotong atau menghancurkan kutil dengan jarum elektrik. Tindakan ini dikenal dengan electrodesiccation dan curettage. Sebelum melakukan tindakan, dokter akan membius bagian yang akan dibakar. Risiko tindakan ini, terjadinya jaringan ikat.
  • Laser juga dapat digunakan, dengan cara merusak pembuluh darah yang memberikan nutrisi pada daerah terinfeksi. Jika pembuluh darahnya rusak, diharapkan jaringan terinfeksi akan mati.Tindakan ini dapat menimbulkan rasa nyeri dan terbentuknya jaringan ikat.

Perlu diperhatikan bahwa kelainan ini tidak dapat diatasi sendiri, jika penderita juga mengalami penyakit gangguan sistem kekebalan (HIV/ AIDS), penyakit diabetes mellitus, atau terjadi gangguan saraf. Dokter umumnya akan memberikan Asam salisilat. Senyawa ini diberikan dalam bentuk tempelan atau cairan yang dapat merusak dan menutup lapisan kulit yang terinfeksi. Biasanya penderita dianjurkan mencuci daerah yang terinfeksi, selanjutnya ditempelkan bahan yang sudah mengandung asam salisilat. Tempelan tersebut diganti setiap 48 jam.

Tips Pencegahan

Untuk mengurangi risiko terpapar virus ini, ada beberapa hal yang dapat dilakukan:

  • Hindari kontak langsung dengan kutil, termasuk kutil yang terdapat pada badan anda sendiri untuk mengurangi kemungkinan menyebar ke tempat lain.
  • Pertahankan kulit kaki lembab dan kering, gantilah kaus kaki sesering mungkin.
  • Jangan berjalan tanpa alas kaki di area umum. Gunakan sandal atau jenis alas kaki lain.
  • Jangan mengorek-orek kutil, karena dapat menyebarkan virus.
  • Jangan gunakan alat pemotong yang sama untuk mengorek kutil untuk menghindari terjadinya kontaminasi ke tempat lain.
  • Cucilah tangan setelah memegang kutil.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: