Mengenal Kemiri dan Berbagai Manfaatnya

February 5, 2015

kemiri

Nama latin: Aleurites moluccana

Nama lokal: Kemiling, kereh (Aceh); hambiri, kembiri, gambiri (Batak); buwah kareh, buwah tondeh (Minangkabau); kemiling (Lampung); muncang (Sunda); midi, pidekan, derekan, miri, kemiri (Jawa); kamere, komere, mere (Madura); tingkih, kameri (Bali); bayau, wayau (Sulawesi Utara); bintalo dudulaa (Gorontalo), saketa (Ternate); kemiting, kemiri (Kalimantan); tenu (Nusa Tenggara); anoi (Papua); kemiri, kemwiri, kumiri, mi, nena, nyenga (Maluku)

Nama asing: Bancoulier des moluques, noyer des moluques (Perancis); bankulnuss baum (Jerman); candlenuttree, candleberry, indian walnut, varnish tree (Inggris)

Sosok

Tanaman: Tinggi dapat mencapai 25 m. Umumnya hanya mencapai 10-25 m. Kulit berwarna abu-abu kecokelatan.

Daun: Tunggal tumbuh berselang-seling. Tangkai daun 6-12 cm. Lembaran daun membulat hingga lanceolate – seperti tombak. Panjang 10-20 cm dengan lebar 5-17 cm, ujung meruncing dengan dasar tumpul atau truncate – kotak. Tepian daun rata atau bergelombang 3-5. Berambut kecokelatan pada kedua sisi ketika muda kemudian menjadi gundul atau hanya berambut di bagian permukaan bawah.

Bunga: Berwarna putih. Petal 5, bentuk bulat memanjang atau obovoid lanceolate sekitar 6 mm, ujung tumpul, bagian dasar berbulu. Stamen (benang sari) 15-20, mengarah ke dalam. Perhiasan bunga-perianth-pada bunga jantan sama dengan bunga betina. Ovari berbentuk sperikal dengan panjang sekitar 2 mm, beruang dua.

Buah: Drupa mengandung banyak air. Hampir sperikal atau bulat telur melebar. Diameter buah 5-6 cm. Berwarna hijau hingga kecokelatan.

Biji: Satu buah berisi 2-3 biji.

Ikhtisar

Banyak tumbuh di daerah-daerah tropis dan subtropis. Kemiri bernilai jual tinggi karena manfaatnya sebagai bumbu masak dan bahan baku industri kosmetik. Walaupun ukurannya besar, tapi kayu kemiri dianggap terlalu ringan dan kurang awet sehingga jarang dipakai sebagai kayu bangunan. Di Indonesia, kemiri banyak ditanam di Sulawesi Selatan (Kabupaten Maros), Sumatera Barat (Kabupaten Pesisir Selatan), Sumatera Utara, Bengkulu, Lampung, Kalimantan Barat, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Bali, Maluku, dan Nusa Tenggara Timur. Nama lainnya Aleurites javanica, Aleurites remyi, Aleurites triloba, Camirium moluccanum, Croton motuccanus, dan Jatropha moluccana. Termasuk bangsa Malpighiales, suku Euphorbiaceae.

Pemanfaatan Kemiri

Bungkilnya dimanfaatkan sebagai pupuk hijau. Dalam ilmu pertanian, pohon kemiri dijadikan pemecah angin, digunakan sebagai peneduh, dan stabilisasi tanah. Dari keseluruhan bagian tanaman, hanya bijinya yang bernilai ekonomis tinggi. Minyak dari biji kemiri kerap dipakai sebagai bahan baku industri sabun. Minyak kemiri kondang untuk menghitamkan rambut. Dahulu dipakai dalam proses membatik, yaitu untuk mempersiapkan kain-kain yang akan diberi warna merah dengan soga.

Sebagai obat tradisional, kemiri dijadikan obat untuk mengatasi perdarahan setelah melahirkan dan perdarahan internal. Getah dari kulit batangnya dicampur dengan santan untuk obat sariawan. Kulit batangnya sendiri kadang untuk mengobati kurang darah. Minyak kemiri juga dilaporkan secara empiris memiliki khasiat afrodisiak atau pembangkit gairah seksual pada pria.

Aktivitas farmakologis

Antinosiseptif (mengatasi nyeri): Dari beragam ekstrak daun Aleurites moluccana yang diuji menggunakan tes geliat pada tikus menunjukkan bahwa ekstral hidroalkohol dan fraksi heksana memperlihatkan aksi antinociceptive.

Antibakteri: Ekstrak kulit batang berpotensi sebagai agen antibakteri melawan bakteri gram positif dan gram negatif.

Antimikrob: Ekstrak Aleurites moluccana menunjukkan aktivitas antibakteri melawan Staphylococcus aureus dan Pseudomonas aeruglnosa.

Hipolipidemik: Ekstrak metanol daunnya mampu menurunkan lemak pada uji yang melibatkan tikus yang diberi asupan lemak tinggi dan tikus dengan perlakuan Triton W-1339. Serum lemak (total kolesterol, kolesterol LDL dan HDL, trigliserida) dan bobot tubuh turun dengan A. moluccana (300 mg/kg) pada tikus dengan hiperkolesterolemia induksi-Triton dan pada hiperlipaemik diet. Hasil menyatakan aktivitas menurunkan lemak dengan cara penghambatan biosintesis kolesterol hepatik dan penurunan penyerapan lemak pada usus.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: