Mengenal Kanker Mulut dan Cara Mengatasinya

February 20, 2015

kanker mulut

Kanker memang bisa terjadi di bagian tubuh mana saja, tak terkecuali di mulut. Meski kurang dikenal, kanker mulut ternyata masuk sebagai keganasan ke-6 yang paling sering ditemukan di dunia.

Kanker mulut adalah salah satu jenis kanker yang bersifat fatal, dengan angka ketahanan hidup kurang dari 50%. Sayangnya, sebagian orang belum sadar betul akan keganasan pada rongga mulut itu. Lalu, bagaimana mengenali gejalanya? Apakah bisa disembuhkan?

Penyebab Kanker Mulut

Penyebab kanker mulut bukan karena satu hal saja melainkan karena multifaktor. Termasuk di dalamnya adalah faktor genetik dan gaya hidup yang tak sehat. Resiko terkena kanker juga sejalan dengan usia, semakin lanjut semakin rentan.

Penyebab kanker mulut lainnya adalah kurangnya vitamin A, virus HPV dan kebersihan mulut yang tidak terjaga. Mulut yang tak bersih dapat meningkatkan risiko kanker mulut sampai delapan kali.

Sementara itu, minuman beralkohol dan rokok (apalagi mengkonsumsi keduanya) meningkatkan risiko terkena kanker mulut hingga empat kali lipat. Kombinasi asap rokok dan alkohol menghasilkan senyawa karsinogen yang bisa memicu munculnya kanker.

Gejala Kanker Mulut

Kanker merupakan pertumbuhan sel yang tak semestinya, yang tidak dapat dikendalikan. Kanker mulut dapat muncul di setiap bagian rongga mulut. Karsinoma sel skuamosa adalah jenis kanker yang paling sering ditemukan di rongga mulut (hampir 90%). Pada banyak kasus, keganasan dimulai di dasar mulut dan bisa melibatkan lidah, langit-langit, bibir, gusi, dan mukosa pipi.

Rongga mulut yang merupakan organ penting mengecap, mengunyah dan menelan makanan, serta berbicara, dapat dirusak keutuhan struktur-struktur di dalamnya oleh kanker tersebut. Pada stadium lanjut, pasien akan merasakan nyeri yang luar biasa, jangankan untuk makan, untuk bicara pun susah. Kualitas hidup pasien jauh menurun.

Perlu kewaspadaan sedini mungkin bila menemukan atau mengalami gejala-gejala umum kanker mulut. Berikut ini adalah gejala umum kanker mulut:

□ Lesi atau benjolan di bibir, mulut, atau tenggorokan (pada tahap awal tidak terasa nyeri).

□ Rasa sakit di bibir atau di dalam mulut yang tidak sembuh-sembuh.

□ Daerah merah atau putih yang tidak sakit di gusi, lidah, atau dinding mulut.

□ Rasa nyeri, perdarahan, atau kebas dalam mulut yang tidak jelas penyebabnya.

□ Sakit tenggorokan yang tidak sembuh-sembuh.

□ Nyeri atau sulit mengunyah dan menelan.

□ Pembengkakkan rahang.

□ Suara menjadi serak atau berubah.

□ Nyeri di telinga.

Meski bisa dikenali dari gejala-gejala awal, namun masih banyak pasien yang baru didiagnosis pada stadium lanjut. Hal itu terjadi karena pada awalnya kanker rongga mulut biasanya tampak sebagai benjolan kecil tanpa rasa sakit. Saat benjolan menimbulkan nyeri atau mengganggu fungsi rongga mulut, barulah pasien berobat.

Manifestasi kanker rongga mulut paling umum adalah ulkus radang yang tidak sakit, dengan batas tidak tegas. Ulkus atau lesi nodular kecil dapat tidak menimbulkan gejala untuk waktu yang lama. Pada 20% kasus, di jaringan sekitarnya dapat ditemukan leukoplakia (warna keputihan). Jika terdapat eritroplakia (warna kemerahan), tumor tersebut kemungkinan ganas. Pada kanker mulut stadium lanjut, pasien akan mengalami nyeri luar biasa.

Leukoplakia dan eritroplakia merupakan lesi pramalignan (awal keganasan). Jika telah bermetastasis, di leher pasien dapat ditemukan massa, dan pasien dapat merasakan sakit tenggorokan. Gejala-gejala klinis kanker mulut disebabkan pertumbuhan lesi dan invasi jaringan yang lebih dalam. Penyakit tahap lanjut dapat menimbulkan nyeri di telinga, halitosis, keterlibatan nodus limfa, dan perdarahan.

Pengobatan Kanker Mulut

Sebelum dilakukan tindakan pengobatan, harus melewati tindakan biopsi untuk menentukan bahwa benjolan (lesi) tersebut ganas atau tidak. Selanjutnya pasien akan dirujuk ke ahli bedah onkologi, yang biasanya akan melakukan tindakan pembedahan, radioterapi dan atau kemoterapi. Dewasa ini sedang gencar dikaji dan dikembangkan terapi gen dan terapi sel punca (stem cell) untuk mengatasi keganasan tersebut.

Bagaimana dengan tingkat kesembuhannya? Sebanyak 56% persen pasien yang telah mengalami penanganan kanker kepala dan leher memiliki angka survival rate 5 tahun. Persentase yang memiliki angka survival rate 10 tahun adalah 41%. Angka itu tergantung pada lokasi tumor, staging, jenis pengobatan, dan adanya keadaan medis lain.

Saat pengobatan berakhir bukan berarti perkara selesai. Pasien kanker mulut dan tenggorokan memiliki risiko terkena kanker kepala dan leher lain, atau kanker di daerah sekitarnya, seperti esofagus dan laring. Selain itu, selama pengobatan dan setelahnya, pasien diharuskan rajin kontrol ke dokter ahli yang merawatnya dan mengikuti anjuran-anjuran-nya. Berpola hidup sehat dengan asupan makanan sehari-hari yang memenuhi syarat 4 sehat 5 sempurna, melakukan olahraga rutin, dan selalu berpikir positif serta berkeyakinan yang kuat akan sembuh akan mempercepat kesembuhan.

Ayo Usir Kanker Mulut!

Cara terbaik untuk mencegah kanker mulut adalah dengan menghindari faktor-faktor risikonya. Sebelum terlambat, baiknya lakukan pencegahan seperti berikut.

  • Berhenti merokok dan tidak mengkonsumsi alkohol secara berlebihan.
  • Gunakan perlindungan terhadap sinar matahari untuk melindungi bibir.
  • Hindari sumber-sumber iritasi oral (gigi tajam).
  • Konsumsi makanan sehari-hari dengan nutrisi seimbang, 4 Sehat 5 sempurna dan cukupkan asupan vitamin A.
  • Selalu rajin dan teratur membersihkan mulut.
  • Meski tidak ada keluhan, lakukan chek up secara rutin setiap enam bulan sekali.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: