Mengenal Jambu Mete dan Berbagai Manfaatnya

November 4, 2014

jambu mete

Nama latin: Anacardium occidentale

Nama lokal: Gaju (Lampung); jambu mente, kambu mete (Jawa); jhambu monyet (Madura); jambu dwipa, jambu jipang, nyambu monyét (Bali); nyambuk nyébét (bahasa Sasak, Nusa Tenggara Barat); jambu érang, jambu money (Minangkabau), jambu dipa (Banjar, Kalimantan); buwah yaki (Manado); buwa yakis, wo yakis (Sulawesi Utara); buwa yaki (Ternate, Tidore); buwa jakis (Ambon); jambu daré, jambu masong, jampu séréng, jampu tapési (Sulawesi Selatan)

Nama asing: Anacardier, cajou (Perancis); cashew nut, cashew (Inggris); yao guo (Cina); acajoeboom, westindische nierenboom (Belanda); acajubaum, kaschubaum, nierenbaum (Jerman); cajú, cajueiro (Portugis); anacardo, cajuil, marañón, merey (Spanyol); cashew (Swedia)

Ikhtisar

Tanaman asal Brasil yang menyebar di daerah tropis dan subtropis. Pohon ditemukan hingga ketinggian 1.200 m dpl. Meski buah semunya dapat dikonsumsi, jambu monyet lebih dikenal karena buah sejatinya yang dapat dimanfaatkan sebagai camilan (kacang mete) atau bahan campuran makanan. Tiga negara penghasil kacang mete terbesar yaitu Vietnam, India, dan Nigeria. Di Jawa jambu mente ditanam di daerah-daerah yang sangat kering. Termasuk bangsa Sapindales, suku Anacardiaceae. Nama lainnya Acajuba occidentalis, Anacardium microcarpum, dan Cassuvium pomiferum.

Kandungan kimia

Satu biflavonoid-C-glycoside bernama occidentoside, serta (-)salipurposide dan beta-sitosterol, diisolasi dari cangkang kacang Anacardium occidentale. Struktur occidentoside ditentukan sebagai tetrahydroninokiflavone-C-glucoside (III) dari bukti spectral dan kimia.

Sosok

Tanaman: Tinggi 4-15 m. Batang melengkung, berkayu, bergetah, percabangan mulai dari bagian pangkalnya. Tajuk melebar.

Daun: Tangkai daun 1-1,5 cm. Posisi daun di ujung tangkai. Kedua permukaan daun mulus tanpa rambut. Lembaran daun bundar telur terbalik. Ukuran daun 8-11 cm x 6-8,5 cm. Tebal seperti kulit. Pinggiran daun rata. Urat daun lateral 12 pasang. Daun sedikit melekuk ke dalam.

Bunga: Berumah satu. Malai rata-paniculate. Memiliki 5 petai berwarna kuning kehijauan hingga merah. Stamen 7-10, berukuran 8-9 mm pada bunga jantan, 5-6 mm pada bunga biseksual, dan 3-4 mm pada stamen steril. Ovarium glabrous berukuran 2 mm. Style 4-5 mm.

Buah: Yang dikenal sebagai buah sebenarnya merupakan buah semu. Buah yang mengandung banyak air dengan kulit berwarna merah tua keunguan atau kuning merupakan dasar bunga – receptaculum – yang berkembang setelah terjadi pembuahan. Buah yang sebenarnya yaitu yang dikenal sebagai buah batu berisi biji yang disebut kacang mete.

Biji: Tunggal, bulat panjang, dan melengkung. Warna cokelat tua. Biji dilindungi cangkang ganda mengandung resin fenol urushiol yang dapat mengakibatkan iritasi pada kulit.

Pemanfaatan Jambu Mete

Kacang mete mungkin kudapan yang sangat popular. Biji itu bisa dikonsumsi setelah dipanggang atau digoreng. Industri cokelat banyak memakainya sebagai campuran tambahan. Kulit kayu mengandung cairan berwarna cokelat. Apabila terkena udara, cairan tersebut berubah menjadi hitam. Cairan itu dapat digunakan untuk bahan tinta, bahan pencelup, atau bahan pewarna.

Di Brasil buah semunya diperas lantas dibuat limun dan selai. Buah semu kaya kandungan vitamin C. Lapisan lilin di kulit buah menyebabkan buah semu terasa sangat kecut jika dimakan langsung. Seringkali malah membuat mulut dan lidah iritasi. Untuk mengatasinya, kukus buah atau rebus dalam air garam selama kurang lebih 5 menit. Di Goa, India, buah semu dihancurkan atau dijus, lalu difermentasikan selama 2-3 hari. Jus hasil fermentasi lantas mengalami 2 kali proses destilasi. Hasilnya minuman berkadar alkohol 40-42% bernama feni. Yang lebih ringan disebut urrac, kadar alkohol 15% karena hanya mengalami 1 kali proses destilasi.

Di Tanzania dan Mozambik buah semu juga diubah menjadi minuman. Karena bentuk buah sejatinya yang aneh, kadangkala dipakai sebagai jimat di Eropa. Batang pohon mete menghasilkan gum atau blendok untuk bahan perekat buku. Selain daya rekatnya baik, gum juga berfungsi sebagai antingengat yang sering menggerogoti buku. Daun jambu mete yang masih muda dimanfaatkan sebagai lalap, terutama di daerah Jawa Barat. Konsentrat jus buah semunya baik segar maupun beku umum dijual di Amerika Selatan. Khasiat herbalnya beragam. Daun tua untuk mengobati ruam dan penyakit kulit. Kulit batang berkhasiat sebagai obat kumur atau obat sariawan. Akar jambu mete berkhasiat sebagai pencuci perut. Daun yang tua dapat digunakan untuk obat luka bakar.

Masyarakat Ambon memakai buah semu untuk mengobati mual dan muntah. Buah yang berasa asam dan sepat itu tinggal diisap cairannya saja. Di Ternate, cairan buahnya untuk obat kumur penderita sariawan. Dari dinding buah sebenarnya, dihasilkan minyak yang dipakai untuk mengompres lepuh-lepuh di tumit kaki atau sekadar dioleskan untuk menghaluskan tumit kaki.

Aktivitas farmakologis

Antifungal: Cairan cangkang kacang mete (cashew nut shell liquid/CNSL) diidentifikasi untuk mengetahui kandungan fitokimia menggunakan metode ekstrak pelarut. Aktivitas antifungal dari ekstrak etanol dan etil asetat A. flavus, A. fumigatus, A. niger, Curvalaria sp, dan Fusarium sp. Ekstrak etanol terbukti memiliki spektrum luas dan aktivitas antifungal dengan presentase tertinggi.

Antidiabetes: Efek protektif ekstrak air jambu mete melawan diabetes yang diinduksi streptozotocin pada tikus diteliti. Tikus diberi perlakuan 175 mg/kg BB ekstrak, dua kali sekali, dimulai dua hari sebelum suntikan streptozotocin (STZ). Total tiga hari setelah pemberian terdapat peningkatan level gula darah 48% pada tikus yang menerima perlakuan, dibandingkan 208% kenaikan pada tikus kontrol yang hanya diperlakukan dengan STZ. Selain itu, hewan yang mendapat perlakuan tersebut menunjukkan tidak adanya glikosuria, bobot tubuh normal, dan peningkatan tidak signifikan pada asupan makanan dan cairan pada akhir perlakuan dibandingkan dengan kontrol normal. Hewan kontrol diabetes menunjukkan positif glikosuria, kehilangan bobot tubuh, polifagia dan polidipsia nyata. Hasil mengindikasikan peran proteksi ekstrak jambu mete melawan aksi diabetogenik STZ.

Afrodisiak: Minyak dari biji dan cangkang jambu mete diperoleh dengan menggunakan ekstraktor soxhlet. Analisis fitokimia minyak biji menunjukkan keberadaan saponin, alkaloid, flavonoid, steroid, dan terpenoid sementara tanin tidak ditemukan.

Minyak biji kemudian dites pada tikus jantan albino untuk melihat perilaku seksual yang hasilnya menunjukkan peningkatan frekuensi tunggangan (mount) dan intromisi (intromission) – penis masuk ke dalam vagina saat tunggangan, serta penurunan mount latency – interval waktu dari perkenalan pada hewan betina sampai pada tunggangan pertama hewan jantan yang dianggap sebagai indeks libido dan potensi keduanya. Minyak cangkang dan biji jambu mete juga dites pada tikus albino jantan dan betina untuk melihat tingkat toksisitas yang hasilnya menunjukkan kematian pada beragam dosis (0,10; 0,06; dan 1,10 ml). Hasil penelitian ini menunjukkan biji dan cangkang biji jambu mete memiliki atribut farmakologis dan toksikologis. Kesimpulannya, minyak biji jambu mete dapat digunakan untuk mengatasi impotensi pada pria sementara minyak cangkang bijinya dapat digunakan untuk membunuh tikus dengan memberikannya pada makanan tikus.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: