Mengenal Jahe dan Berbagai Khasiatnya

October 16, 2014

jahe

Nama latin: Zingiber officinale

Nama lokal: Jahe, halia (Aceh), beeuing (Gayo), bahing (Batak Karo), sipodeh (Minangkabau), jahi (Lampung), jahe (Sunda), jae (Jawa dan Bali)

Nama asing: Ginger (Inggris), gingebre, gingembre (Perancls), sheng jian (Cina), singabera (Sansekerta), jengibre, ajenjibre, jenijibre (Spanyol)

Ikhtisar

Tanaman anggota famili Zingiberaceae ini berhabitat asli di Asia Tenggara. Kini jahe sudah tersebar ke seluruh dunia, mulai dari India, Cina, Afrika, hingga Amerika Serikat. Bahkan kini Cina dan India merupakan 2 negara penghasil jahe terbesar di dunia. Budidaya jahe sudah dilakukan sejak 4.400 tahun silam.

Secara umum, jahe dapat tumbuh mulai dari ketinggian 0 m dpl sampai 1.500 m dpl. Namun, pertumbuhan jahe gajah, misalnya optimal pada ketinggian 500-950 m dpl. Jahe dengan ukuran rimpang lebih besar daripada jahe biasa itu pun butuh curah hujan tinggi, berkisar 2.500-3.000 mm per tahun dengan kelembapan 80%. Sebagai tumbuhan yang memproduksi rimpang, tanah tempat tumbuh jahe tidak boleh tergenang karena gampang busuk.

Kandungan kimia

Jahe mempunyai kumpulan berbagai bahan antiinflamasi yang lebih kuat ketimbang kuersetin. Zat-zat itu disebut gingerdion, yang antara lain terdiri atas zat gingerol, shogaol, paradol, dan zingeron. Bersama-sama kuersetin, gingerdion menghambat enzim siklooksigenase dan memperlambat pembentukan prostaglandin (perantara terbentuknya radang di jaringan) serta sintesis leukotrien. Pembentukan prostaglandin dan leukotrien itu yang bertanggung jawab terhadap rasa sakit.

Sosok

Tanaman: Berbatang semu, merupakan kumpulan “pelepah” daun. Tumbuh mencapai 2 m.

Daun: Hijau memanjang, tanpa tangkai daun, berpasangan berselang-seling. Panjang 20-50 cm dan lebar 2-7 cm.

Bunga: Sebenarnya yang disebut bunga adalah kumpulan kelopak bunga yang muncul di ujung batang. Bunga sendiri muncul di sela-sela kelopak bunga semu, yang tersusun menyerupai bunga anggrek. Mempunyai “lidah” berwarna putih ungu. Panjang 3,5-5 cm, lebar 1,5-2 cm.

Buah: Bulat panjang, berwarna cokelat.

Biji: Kecil berwarna hitam.

Akar: Membentuk rimpang, bulat memanjang, berdiameter 2-5 cm. Bentuk rimpang tidak beraturan, tergantung arah tumbuh calon mata tunas. Rimpang yang dipotong permukaannya berwarna kuning atau jingga, berserat, dan aromatik.

Pemanfaatan Jahe

Masyarakat memanfaatkan jahe sebagai bumbu penyedap makanan dan herbal yang berkhasiat sebagai obat. Sebagai herbal, ia telah dimanfaatkan sejak 15 abad silam. Di Arab, jahe diklaim dapat meningkatkan daya ingat dan secara tradisional digunakan sebagai bahan untuk peningkatan kognitif. Sheng jian digunakan untuk mengobati sakit perut, mual, dan diare. Rimpang jahe berkhasiat karena mengandung oleoresin yang bersifat antitusif, pencahar, dan senyawa antasida. Secara tradisional jahe memang kerap dipakai wanita hamil untuk mengatasi rasa mual atau saat menstruasi. Juga untuk mengatasi demam, influenza, perut kembung, sakit kepala, jantung berdebar-debar, nyeri otot dan sendi, serta gangguan pencernaan.

Pada era pengobatan modern, jahe tetap berperan penting dalam bidang kesehatan. Sebut saja untuk kemoterapi, rheumatoid arthritis, pascaoperasi, dan osteoarthritis. Manfaat lain untuk mengatasi bronkitis, batuk-pilek, batuk rejan, kolitis, gangguan paru-paru, gugup, keringat berlebihan, tonik perut, sakit tenggorokan, dan sakit gigi.

Aktivitas farmakologis

Antiinflamasi: Khasiat jahe sebagai antiinflamasi diteliti oleh peneliti Georgia College and State University, Georgia, pada 74 mahasiswa. Mereka dibagi dalam tiga kelompok, lalu diberi perlakuan jahe mentah, rebusan jahe panas, dan plasebo setiap hari selama 11 hari berturut-turut. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jahe mentah dan jahe panas dapat menurunkan intensitas nyeri otot setelah latihan sebesar 25% dan 23%.

Hilangkan nyeri haid: Di Teheran, Irak, peneliti di Universitas Shahed mencoba meneliti lebih lanjut. Mereka menggunakan sampel 120 mahasiswi di perguruan tinggi itu yang dikelompokkan secara acak jadi dua kelompok pengobatan. Perlakuan yang diberikan yaitu jahe dan plasebo. Kelompok pertama diberikan jahe dalam bentuk bubuk sebanyak 500 mg. Hasilnya, pemberian jahe selama 5 hari pada penderita nyeri haid mempunyai pengaruh nyata yang meringankan dari segi intensitas (frekuensi) dan durasi (lama waktu) nyeri yang dirasakan penderita.

Meningkatkan fungsi kognitif: Saenghong N dan rekan-rekan di Khon Koen University, Thailand, meneliti pengaruh ekstrak rimpang jahe terhadap fungsi kognitif (kecerdasan, daya pikir) wanita paruh baya. Enam puluh peserta dibagi dalam 3 kelompok secara acak. Masing-masing kelompok diminta untuk mengonsumsi plasebo (kontrol), ekstrak jahe dengan dosis 400 mg, dan 800 mg. Mereka minum sekali sehari selama 2 bulan. Hal yang diteliti meliputi memori kerja, fungsi kognitif menggunakan tes baterai, komputerisasi, dan pendengaran eksentrik. Hasilnya ditemukan bahwa kelompok yang diberikan jahe baik 400 mg maupun 800 mg memori kerjanya meningkat.

Resep Amandel

Bahan

– Rimpang temugiring 1.5 g
– Rimpang jahe 1.5 g
– Rimpang kencur 5 g
– Biji kapulaga 1.5 g
– Biji adas 1.5 g
– Daun sembung 1.5 g

Cara membuat

Cuci bersih dan rebus semua bahan dalam 3 gelas air hingga mendidih dan tersisa 1 gelas. Saring dan minum air rebusan itu antara pukul 19.00—20.00. Ganti bahan tiap kali membuat ramuan. Setelah konsumsi selama 2 pekan, penderita mulai merasa lebih enak dan tonsil (amandel) akan mengecil. Peradangan dan pembengkakan akan sembuh setelah konsumsi selama 3—6 bulan.

Resep Rematik

Bahan

– Rimpang jahe 10 g
– Rimpang lengkuas 10 g
– Sereh wangi 5 g
– Greges otot 5 g
– Daun pegagan 5 g

Cara membuat

Semua bahan direbus dengan 500 ml air dengan api kecil. Setelah mendidih, dinginkan, lalu saring. Minum air rebusan itu 3 kali sehari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: