Mengenal Daun Paliasa dan Manfaatnya

October 1, 2014

daun paliasa

Nama lokal: Denu (Sikka, Flores); busi (Kupang, NTT); wonolita (Sulawesi Utara); senu (Jawa)

Nama asing: Tangkal bintenoo, melochia (Inggris); hierba del soldado (Amerika Serikat); betenook; boosi, wesnoo (Australia)

Ikhtisar

Daun paliasa merupakan tumbuhan asal India Timur hingga Papua Nugini. Pertumbuhannya cepat sehingga banyak ditanam di daerah hangat sebagai pohon peneduh untuk pembibitan tanaman kopi atau tanaman hutan lain. Berkembang dengan baik hingga ketinggian 457 m dpl. Sinonimnya Glossospermum cordatum, Glossospermum velutinum, Hypericum pentandrum, Melochia arborea, Melochia indica, Riedlea tiliaefolia, Riedlea cordata, Riedlea aleurodendron, Pentaglottis tomentosa, Melochia velutina, Visenia indica, dan Visenia umbellata. Dalam taksonomi termasuk bangsa Malvales, suku Malvaceae. Selain M. umbellata, sebutan daun paliasa juga disematkan pada spesies Kleinhovia hospita.

Sosok

Tanaman: Membentuk semak atau pohon hingga setinggi 15 m. Batang muda dipenuhi rambut. Diameter pohon terbesar tidak lebih dari 30 cm.

Daun: Bulat. Panjang 9-30 cm, lebar 3,8-15 cm. Pinggiran tidak teratur, bergigi bulat-gigi mengarah ke depan. Memiliki stipula sepanjang 4-10 mm. Rambut terlihat pada daun muda.

Bunga: Terbentuk pada tandan dengan malai rata-corymbiform. Kelopak bunga hijau kekuningan hingga cokelat kemerahmudaan. Mahkota merah muda pucat hingga merah, terkadang kuning, jingga, biru pucat, ungu, atau violet. Bentuk mahkota membulat dengan panjang 6-7 mm.

Buah: Kapsul berwarna hijau, cokelat, atau merah keunguan. Bulat memanjang dengan panjang 8-10 mm. Beralur jelas antarkarpel. Kelopak dan mahkota bunga tetap ada pada buah dewasa. Permukaan luar berambut.

Biji: Cokelat. Panjang 2-3,5 mm. Bersayap. Bulat memanjang. Panjang biji beserta sayap 6-7 mm. Terlihat jelas bersudut lima dan memiliki lima sel. Masing-masing sel terdiri dari dua biji. Terbuka membelah, Biji tersebar dengan bantuan angin.

Kandungan kimia

Sebuah glikosida stigmasterol (stigmast-5,22-dien-3-0-beta-D-glucopyranoside) berhasil diisolasi dari fraksi kloroform kayu akar daun paliasa var. degrabrata K. Senyawa 6,6′-dimethoxy-4,4′-dihydroxy-3’,2’-furano-isoflavane (1) berhasil diisolasi dari fraksi kloroform kayu (heartwood) Melochia umbellatci var. degrabarata. Kayunya juga mengandung beta-sitosterol.

Pemanfaatan Daun Paliasa

Masyarakat lokal Suku Muna di Kecamatan Wakarumba, Kabupaten Muna, Sulawesi Utara, menggunakan daunnya dengan cara diremas-remas lalu digosokkan sebagai obat gatal atau kudis. Di Sulawesi Selatan, paliasa dikenal sebagai obat tradisional untuk mengatasi gangguan fungsi hati. Di Flores dan NTT, daunnya dijadikan pakan kambing. Kayunya cocok untuk kayu bakar sehingga banyak ditebang. Masyarakat Lombok mengenalnya sebagai obat demam.

Aktivitas farmakologis

Anticendawan: Glikosida stigmasterol (stigmast-5,22-dien-3-0-beta-D-glucopyranoside) dari fraksi kloroform akar kayu tanaman daun paliasa aktif melawan Aspergillus niger, penyebab umum otomikosis-penyakit pada telinga.

Antikanker: Penelitian bertujuan melakukan fraksinasi senyawa bioaktif yang berkhasiat sebagai antikanker dari ekstrak daun paliasa var. deglabrata dengan cara ekstraksi dan fraksinasi senyawa aktif antikanker. Metode yang digunakan yaitu metode brine shrimp lethality test dan uji antiproliferasi kultur sel myeloma dengan metode MTT sebagai pemandu pada setiap tahap pengerjaan (bioassay guided isolation). Hasil penelitian diperoleh fraksi C dari ekstrak metanol tidak larut n-heksan pada pengujian terhadap sel myeloma dengan perlakuan 48 jam dan 72 jam diperoleh nilai IC50 masing-masing berturut-turut yaitu 570,375 pg/ml dan 110,645 pg/ml. Pada penelitian lainnya, senyawa 6,6’-dimethoxy-4,4′-dihydroxy-3’,2’-furano-isoflavane yang diisolasi dari fraksi kloroform kayu (heartwood) daun paliasa var. degrabarata tidak menunjukkan bioaktivitas signifikan pada tes brine shrimp lethality atau evaluasi aktivitas antitumor melawan sel murine leukemia (P-388).

 

 

loading...

Previous post:

Next post: