Mengenal Daun Encok dan Berbagai Manfaatnya

September 21, 2014

daun encok

Nama lokal: Ki encok (Sunda), ceraka (Sumatera); bama (Bali); bama, godong encok, poksor (Jawa); oporio (Timor)

Nama asing: White leadwort, ceylon leadwort, doctorbush, plumbago (Inggris); baihuadan (Cina); cheraka, jarak (Malaysia); bangbang, sangdikit, talankan (Filipina); pit pi’khao (Laos); chettamun phioeng khaao, pit plu khaao (Thailand); chitrak, citramol (India); bleiwurz, zahnkraut (Jerman); ensain, enkin (Arab); sanza (Afrika)

Ikhtisar

Asal daun encok adalah dari Srilangka, kemudian menyebar ke daerah tropis, termasuk Indonesia. Tumbuhan ini seringkali dijumpai sebagai tumbuhan liar atau ditanam di pekarangan rumah sebagai pagar hidup. Tumbuh di daerah panas. Nama lainnya Plumbago viscosa. Dalam ilmu taksonomi termasuk bangsa Caryophyllales, suku Plumbaginaceae.

Kandungan kimia

Akar mengandung plumbagin, elliptinone, dan maritinone.

Sosok

Tanaman: Tinggi 0,6-3 m. Batang lunak, tapi bagian dasarnya berkayu. Bercabang banyak.

Daun: Lembaran daun berbentuk elips-lanset atau membulat di bagian dasar dan agak meruncing di bagian ujung. Panjang 5-9 cm. Lebar 2,5-4 cm. Tidak berbulu. Tepi daun rata.

Bunga: Majemuk, berbentuk seperti tabung atau corong berwarna putih ungu. Tandan bunga 3-15 cm muncul di ujung tanaman. Mahkota bunga putih dengan ujung membulat, tapi terdapat bagian meruncing kecil tepat di bagian tengah lembaran mahkota. Diameter bunga 17-33 mm.

Buah: Kecil berbentuk kapsul bermembran dengan panjang 7,5-8 mm. Saat muda berwarna hijau, setelah tua berubah menjadi hitam. Di kulit buah ada semacam rambut yang pendek dan kaku. Di ujung rambut terdapat semacam getah yang lengket.

Biji: Berwarna cokelat kemerahan atau cokelat tua.

Pemanfaatan Daun Encok

Karena daunnya biasa digunakan orang untuk mengobati encok, maka di Indonesia lambat laun tanaman ini populer dengan nama daun encok. Daunnya dihaluskan, untuk kompres rematik, dan sakit kepala atau dicampur minyak kelapa dibalurkan di bagian anggota tubuh sebagai obat pegal. Di Bali, berkat keampuhannya melepuhkan kulit, daun encok banyak digunakan untuk mengobati kurap. Di Malaysia ibu-ibu sehabis melahirkan selama 3 hari minum air seduhan daun encok. Tujuannya membersihkan darah di rahim. Seduhan akar daun encok di Filipina popular sebagai obat kulit mengobati kudis. Di negara-negara kawasan IndoCina, akar dan daun dipakai untuk menghangatkan kulit dan mengobati kulit melepuh. Kompres herbanya untuk atasi rematik.

Di Afrika digunakan untuk mengobati kusta. Di Nepal untuk antivirus. Di India dipakai untuk antioksidan, mengobati malaria dan kontrasepsi alami. Pada teks ayurveda klasik, chitrak – nama lokal — digunakan untuk meningkatkan kemampuan pencernaan, menyembuhkan leprosy, ambeien, batuk, dan inflamasi.

Aktivitas farmakologis

Antibakteri: Ekstrak metanol dan kloroform Plumbago zeylanlca menunjukkan aktivitas antibakteri melawan Streptococcus aureus, Staphylococcus aureus, Bacillus s p, dan E. coli pada metode difusi cakram yaitu pada konsentrasi 10 µl. Pada konsentrasi 20 µl efek tersebut juga terlihat pada Pseudomonas aeruginosa. Ekstrak kloroform daun secara umum menunjukkan aktivitas antibakteri tingkat rendah dan menengah. Dalam penelitian disimpulkan ekstrak metanol lebih baik dibandingkan ekstrak kloroform.

Antifertilitas: Efek ekstrak petroleum eter, kloroform, aseton, etanol, dan air daun encok pada siklus estrus (masa birahi) tikus dipelajari pada dua level dosis, 200 dan 400 mg/kg. Efektivitas ekstrak diteliti berdasarkan aktivitas oestrogeniknya pada spesies yang sama. Hasil menunjukkan ekstrak aseton dan etanol paling efektif mengganggu siklus estrus tikus (p<0,05). Hewan menunjukkan perpanjangan tahap diestrus dari siklus estrus hingga terjadi penghambatan sementara ovulasi. Aktivitas antiovulatori terbalik saat perlakuan dihentikan. Kedua ekstrak menunjukkan aktivitas oestrogenik dan anti-oestrogenik signifikan.Hepatoprotektor: Aktivitas hepatoprotektif ekstrak metanol bagian aerial tanaman daun encok pada hepatotoksisitas induksi-CCI4 pada tikus wistar terbukti dengan adanya penurunan level serum bilirubin total, SGPT, SGOT, dan ALP. Hal itu juga diperkuat dengan studi histopatologis.

Antikanker: Penelitian bertujuan melakukan skrining fitokimia pendahuluan dan evaluasi antikanker daun encok melawan Ehrlich Ascites Carcinoma pada hewan uji. Hasil menunjukkan ekstrak etanol memiliki aktivitas antikanker signifikan dan juga mengurangi level peningkatan peroksidasi lipid dengan adanya kandungan terpenoid dan flavonoid daun encok.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: