Mengenal Daun Binahong dan Berbagai Khasiatnya

August 16, 2014

daun binahong

Nama lokal: Bidahong

Nama asing: Madeira vine, lambs tail, mignonette vine, anredera, enredadera del mosquito, adeira vine, mignonette vine, parra de Madeira (Spanyol); tengsanqi (Cina)
Ikhtisar

Tanaman asli Amerika Selatan (Brasil, Bolivia, Kolombia, Peru, Ekuador, Argentina, Paraguay, dan Uruguay). Penyebaran tanaman sangat cepat melalui umbi. Umbi yang jatuh ke tanah dapat berkembang dan tumbuh berakar. Di beberapa negara seperti di wilayah benua Australia, binahong merupakan tanaman invasif yang cukup mengganggu. Sinonimnya Boussingaultia cordata, Boussingaultia cordifolia, Boussingaultia cordifolia, Boussingaultia gracilis, Boussingaultia gracilis forma gracilis, dan Boussingaultia gracilis forma pseudobaselloides. Termasuk bangsa Caryophyllales dan suku Basellaceae.

Sosok

Tanaman: Batang muda berwarna hijau kemerahan lalu lama-kelamaan berubah menjadi abu-abu kecokelatan seperti tali. Tanaman merambat hingga ketinggian 30 m. Batangnya yang berpenampang bulat ketika dibelah memiliki permukaan halus tanpa bulu.

Daun: Berwarna hijau terang mengilap berbentuk seperti hati dengan tepi daun rata. Panjang daun sekitar 4-13 cm. Daun tumbuh berselang-seling, semi sukulen.

Bunga: Berwarna cokelat muda beraroma sedikit harum tumbuh pada tandan bunga tunggal. Panjang tandan bunga dapat mencapai 30 cm. Rata-rata panjang tandan bunga 10 cm. Setiap tandan memiliki sejumlah bunga kecil sehingga terlihat seperti ekor domba. Bunga berbentuk seperti bintang memiliki 5 mahkota bunga. Bunga biseksual, tapi umumnya steril.

Buah: Dikelilingi mahkota bunga yang berukuran panjang 2-3 mm.

Umbi: Berbentuk tidak beraturan seperti kutil muncul pada batang yang berada di atas permukaan tanah. Umbi berukuran 2-3 cm.

Kandungan kimia

Bagian tanaman yang berada di bawah permukaan tanah mengandung larreagenin, 3β-hydroxy-30-noroleana-12, 19-dien-28-oic acid, ethyl-3β-hydroxy-30-noroleana-12, 19-dien-28-oate, dan ursolic acid.

Pemanfaatan Binahong

Daunnya yang diremas umumnya digunakan untuk menyembuhkan luka ringan akibat sayatan benda tajam. Di beberapa daerah seperti di Jawa Barat, daun mudanya yang tidak banyak mengandung lendir biasa dikonsumsi sebagai lalapan.

Aktivitas farmakologis

Gagal ginjal: Penelitian dilakukan dengan induksi nefrotoksik yakni kombinasi antara gentamisin berdosis 100 mg per kg bobot tubuh dan kaptopril berdosis 10 mg per kg bobot tubuh selama 3 hari agar tikus mengalami gagal ginjal. Gentamisin bersifat merusak ginjal dengan meningkatkan stres oksidatif dan melepas lisosom yang merusak sel sekitarnya. Akibatnya, terjadi gangguan ekskresi kreatinin (hasil filtrasi ginjal, biasanya sebagai indikator kerusakan ginjal) dan urea nitrogen. Selanjutnya, kreatinin darah tikus diukur sebagai data awal.

Penelitian melibatkan 25 tikus yang terbagi dalam 5 kelompok. Kelompok I merupakan kontrol positif. Pada kelompok itu, induksi nefrotoksik dilakukan tanpa memberikan ekstrak binahong. Kelompok II menjadi kontrol negatif (normal), tanpa induksi nefrotoksik maupun ekstrak binahong.

Pada tikus kelompok III-V, nefrotoksik dan ekstrak binahong diberikan dengan dosis masing-masing 50 mg, 100 mg, dan 200 mg per bobot tubuh selama 11 hari. Fungsi ginjal tikus diamati pada hari ke-4 dan ke-11 Secara ilmiah binahong dengan mengukur kadar kreatinin serum tikus.

Pemberian ekstrak daun binahong pada ketiga dosis berbeda terbukti mampu memperbaiki fungsi ginjal tikus. Kelompok yang mengonsumsi ekstrak binahong fungsi ginjalnya membaik, terlihat dari menurunnya kadar kreatinin darah. Penurunan kadar keratinin darah paling besar terjadi pada pemberian 100 mg per kg bobot tubuh ekstrak binahong. Sementara ginjal tikus pada kelompok yang tidak diberi ekstrak binahong terjadi kerusakan sel dengan melebarnya ruang uriner pada kapsul bowman-bagian ginjal yang berfungsi untuk menyaring darah.

Penyembuh luka: Sebanyak 30 ekor guinea pig dibagi dalam 5 kelompok. Kelompok pertama diberikan air distilasi (kontrol negatif), kelompok II diberi povidone iodine 10% (kontrol positif), kelompok III-V diberi ekstrak etanol daun binahong dengan konsentrasi 10%, 20%, dan 40%. Sebelum perlakuan, semua marmut dilukai sepanjang 2 cm. Semua perlakuan diberikan secara topikal (obat luar) selama 15 hari. Pada hari ke-15, panjang luka pada setiap kelompok dihitung. Studi menunjukkan ekstrak etanol daun binahong pada konsentrasi 20% dan 40% menghasilkan aktivitas penyembuhan luka dibandingkan kontrol positif dan negatif. Terdapat perbedaan signifikan antara perlakuan dengan kontrol positif dan negatif.

Luka sayatan: Hewan percobaan berupa 20 ekor mencit galur swiss webster jantan yang dibuat luka sayat 8 mm pada paha kanan dan dibagi secara acak menjadi 4 kelompok yang diberi pengobatan secara topikal. Kelompok I, II, III, dan kontrol negatif masing-masing diberi EEDB (ekstrak etanol daun binahong) 5%, EEDB 10%, EEDB 20%, dan CMC (Carboxy Methyl Cellulose) 1% secara topikal. Durasi penyembuhan luka dihitung kemudian dilakukan uji ANOVA satu arah yang dilanjutkan dengan uji LSD dengan a = 0,05, kemaknaan dengan nilai p < 0,05. Hasil penelitian menunjukkan rata-rata penyembuhan luka pada kelompok EEDB 5%, EEDB 10% dan EEDB 20% bermakna dibandingkan kelompok kontrol negatif. Itu artinya, pemberian daun binahong dapat mempercepat durasi penyembuhan luka sayat pada mencit Swiss Webster jantan.

Resep Luka Bakar

Cara membuat

Sebanyak 7 daun binahong yang ditumbuk halus kemudian dibalurkan di atas luka. Cara itu dilakukan hingga luka sembuh.

Resep Memperlancar Aliran Darah dan Mempercepat Pemulihan Pascaoperasi

Cara membuat

Rebus 10—15 gram daun binahong segar dalam satu gelas air hingga mendidih. Cara lain seduh 1,5 gram daun binahong kering dengan segelas air mendidih. Daun dapat dikeringkan menggunakan oven dengan suhu 50°C hingga kadar airnya bersisa 10%. Air rebusan atau seduhan itu dikonsumsi 3 kali sehari, maksimal 4 kali.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: