Mengenal Cempaka Putih dan Manfaatnya

September 25, 2014

cempaka putih

Nama lokal: Pecari putih, kantil (Jawa); campaka bodas (Sunda)

Nama asing: Champac a fleurs blanches, white jade orchid tree, white magnolia, white champaca, white sandaiwood (Inggris); pak lan (Hawaii); chempaka puteh, chempaka gading (Malaysia), champakang-puti (Filipina), champi (Laos), champi (Thailand), nglojlc lan trlawslng (Vietnam); bailanhua, bai lan (Cina)

Ikhtisar

Merupakan hibrida dari Magnolia champaca dan Magnolia montana. Populer sebagai tanaman hias. Sinonimnya Michelia longifolia var. racemosa. Termasuk bangsa Magnoliales dan suku Magnoiiaceae.

Sosok

Tanaman: Berkayu, pohon bisa mencapai tinggi 10-30 m. Di daerah dingin menyemak dengan ketinggian kayu keabuan, cabang muda berbulu putih kekuningan, ketika dewasa licin tanpa bulu.

Daun: Tumbuh spiral, daun tipis seakan berkulit, lembaran daun lonjong memanjang atau lanset-elips. Panjang 15-35 cm dengan lebar 5,5-16 cm. Ujung meruncing atau berekor runcing (caudate acuminate), dasar lonjong. Kedua permukaan licin, terkadang di bagian permukaan bawah berbulu di beberapa titik, urat daun bergaris-garis seperti jala. Tangkai daun 1,5-2 cm dengan stipula-tangkai kecil menyerupai daun yang tumbuh berpasangan di atas dasar daun-pendek sekitar sepertiga atau seperempat tangkai daun. Urat daun 12-18 pasang.

Bunga: Berwarna putih dan harum. Perhiasan bunga hingga 10 helai, panjang 3 cm, kelopak bunga lonjong memanjang, mahkota bunga lurus dengan panjang 3,2 cm. Stamen 20-32 buah dengan panjang 1 cm.

Buah: Majemuk. Bergerombol seperti buah duku. Permukaan kulit buah berwarna cokelat ketika matang.

Kandungan kimia

Daun cempaka putih mengandung (-)-N-formylanonaine. Penelitian lain menyebutkan daun mengandung (-)-N-formylanonaine, (-)-oliveroline, (+)-nornuciferine, lysicamine, (+)-cyperone, (+)-epi-yangambin, ficaprenol-10, pheophytin A, aristophyll C, dan michephyll A.

Sedangkan penelitian Chen CY et al (2008) menyatakan daunnya mengandung aporphines, -anonaine, -norushinsunine, -ushinsunine, -N-acetylanonaine, oxoaporphines, liriodenine, oxoxylopine, sesquiterpene lactones, michelenolide, dan costunolide.

Bunga segar, bunga beku, dan bunga kering cempaka putih mengandung minyak asiri. Shang C dan rekan-rekan dalam risetnya mengambil minyak asiri tersebut menggunakan solid-phase microextraction (SPME), dengan 100 micron polydimethylsiloxane fiber pada suhu 25+/-5°C selama 4 jam. Fiber kemudian dikeluarkan pada sebuah GC injection liner pada suhu 250°C selama 3 menit. Zat utama yang terdapat pada minyak asiri bunga cempaka putih segar antara lain alpha-myrcene, (S)-limonene, (R)-fenchone, linalool, camphor, caryophyllene, dan germacrene D. Riset lain menunjukkan konsentrasi linalool pada daun, bunga, dan ranting lunak masing-masing 0,21-0,65%, 1,63-4,89%, dan 0,43%. Semua bagian tanaman mengandung konsentrasi linalool tinggi dan fase remaja berbunga memiliki konsentrasi linalool tertinggi.

Pemanfaatan Cempaka Putih

Di Indonesia, kuntum bunga cempaka putih yang belum mekar kerap digunakan sebagai bunga ronce untuk keperluan upacara adat maupun pemakaman. Daun dan bunga disuling menghasilkan minyak esensial untuk bahan baku industri kosmetik. Kayu kerap dipakai sebagai bahan baku furnitur.

Penelitian yang dilakukan Hadi S dan Bremner JB di Lombok, Nusa Tenggara Barat menyebutkan adanya pemanfaatan daun, kulit kayu, dan akar untuk mengatasi malaria.

Di bidang pengobatan kulit kayu cempaka putih berfungsi sebagai tonik, minyaknya untuk rematik dan gout. Di India bunga cempaka termasuk salah satu bunga yang kerap dipakai dalam ritual-ritual pemujaan dewa. Pada pengobatan tradisional Cina cempaka putih antara lain digunakan untuk mengatasi prostatitis (radang kelenjar prostat), keputihan, dan batuk.

Aktivitas farmakologis

Antioksidan: (-)-N-formylanonaine yang diisolasi dari daun cempaka putih mampu menghambat pertumbuhan cendawan tyrosinase dengan nilai IC50 sebesar 74,3 micrometer. Senyawa tersebut memiliki aktivitas menurunkan tyrosinase dan melanin pada melanositepidermal manusia tanpa menimbulkan sitotoksisitas pada sel manusia. Kemampuannya lebih baik daripada inhibitor tyrosinase yang umum diketahui, seperti kojic acid dan l-phenyl-2-thiourea (PTU). Berdasarkan homologi modeling, senyawa tersebut mengikat situs aktif dengan berkoordinasi dengan dua ion Cu2+. Senyawa itu juga memiliki aktivitas antioksidan pada tes memburu 1,1 -diphenyl-2-picrylhydrazyl (DPPH), serta mampu mengurangi kekuatan dan khelasi ion metal. Ini merupakan penelitian pertama yang mengungkap bioaktivitas (-)-N-formylanonaine dari spesies tanaman cempaka putih.

Resep Batuk

Bahan
– Daun cempaka putih 10 g
– Daun bandotan 15 g
– Jahe merah 5 g
– Daun kitolod 5 g

Cara membuat
Rebus seluruh bahan dengan 2 gelas air (400—500) cc hingga mendidih kemudian diamkan hingga dingin.
Ramuan diminum tanpa ampas 2-3 kali sehari sebelum makan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: