Mengenal Bunga Tasbih dan Khasiatnya

September 9, 2014

bunga tasbih

Nama lokal: Ganyong alas, ganyol leuweung, ganyong hutan, bunga kana

Nama asing: African afroroot, edible canna, indian shot, purple arrowroot, quensland arrowroot, sierra leone arrowroot (Inggris); indiese canna (Afrika); balisier comestible, tous-les-mols (Perancis); albara, cana de india, banana irlnha de flor (Portugis/Brasil); achira, gruya, platanillo, yuquilla (Spanyol); vankelee, sarvajaya (sansekerta); tikas, kuentas-kuentasan (Filipina); sarbajaya, kalaboti (India); poloka (Hawai); mei ren jiao (Cina)

Ikhtisar

Bunga tasbih diduga berasal dari Pegunungan Andes, Amerika selatan. Saat ini sudah banyak dibudidayakan sebagai tanaman hias di daerah tropis dan beriklim panas. Bunga tasbih termasuk bangsa Zingiberales, suku Cannaceae. Di tempat barunya mereka mengalami naturalisasi, menyesuaikan diri dengan lingkungan tumbuhnya. Wajar jika bunga tasbih punya banyak sinonim, antara lain: Canna achiras; Canna altensteinii; Canna amabilis; Canna ascendens; Canna aurantiaca; Canna aureovittata; Canna bidentata; Canna bifida; Canna brasiliensis; Canna carnea; Canna cearensis; Canna clnnabarina; Canna coccinea; Canna commutata; Canna compacta; Canna concinna; Canna crocea; Canna densifolia; dan Canna discolor.

Sosok

Tanaman: Jenis tanaman perennial, tinggi hingga 1,5 m. Seluruh bagian tanaman berwarna hijau, licin tanpa bulu, bertabur bubuk putih berlilin. Percabangan mengumpul di bagian dasar.

Daun: Tumbuh saling-siiang dengan tangkai daun seperti seludang. Lembaran daun oval-oblong-oval memanjang. Panjang 10-30 cm dengan ujung daun tajam. Tepian daun rata atau bergelombang.

Bunga: Membentuk tandan. Bunga muncul tunggal atau bertolak belakang. Satu bunga memiliki satu seludang. Seludang berbentuk oval sekitar 1,2 cm. Kelopak bunga sebanyak 3 lembar berwarna hijau keputihan dan merah di bagian ujung. Mahkota bunga umumnya berwarna merah berbentuk pipa sepanjang 1 cm.

Buah: Kapsul oval memanjang berwarna hijau dengan permukaan berbentuk duri halus. Panjang 1,2-1,8 cm.

Biji: Banyak. Bulat. Hitam.

Kandungan Kimia

Hidrokarbon yang berasal dari ekstrak petroleum eter bunga tasbih menunjukkan adanya kandungan 5, 8-henicosdiene (3,27 %), 7- henicosyne (3,70 %), 3, 15- dihydroxy-2-octadecene (45,12%), 6- hydroxy eicosane (5,18 %), tricosane (2,40 %), dan tetracosane (1,89 %).1

Pemanfaatan Bunga Tasbih

Di India, tanaman yang memiliki nama lokal baijanti di Distrik Sonebhadra itu rimpangnya dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah, masalah terkait menstruasi, dan agen antiinflamasi. Di Rajasthan, India, ada kepercayaan bahwa perempuan yang tidak memiliki anak kemudian berdoa dengan menggunakan tanaman bunga tasbih setiap kamis maka ia akan dikaruniai anak. Daunnya biasa digunakan membuat ramuan untuk mengatasi tonsillitis. Bagian tanaman yang digunakan dalam pengobatan Cina yaitu akar, batang, dan bunga. Bagian akar atau batang dimanfaatkan untuk mengatasi menstruasi yang tidak lancar, leukorrhea alias keputihan, penyakit kuning, dan disentri. Bunga dipakai untuk mengatasi non-traumatik hemorrhage.

Aktivitas Farmakologis

Analgesik dan antelmintik: Daun, bunga, rimpang, dan biji bunga tasbih yang dikeringkan dan dibuat serbuk kasar berhasil diekstrak dengan benzena dan metanol dalam Soxhlet apparatus. Efek ekstrak benzena dan metanol pada respon noniseptif menggunakan tes geliat dan metode lempeng panas pada mencit dikaji. Semua ekstrak bunga tasbih menunjukkan aktivitas analgesik pusat dan periferal secara signifikan masing-masing pada metode lempeng panas dan tes geliat menggunakan induksi asam asetat, pada dosis 50 mg/kg secara intraperitoneal. Ekstrak metanol daun bunga tasbih menunjukkan peningkatan tertinggi pada waktu reaksi dalam metode lempeng panas sementara ekstrak benzena daun bunga tasbih menunjukkan efek penghambatan pada tes geliat yang diinduksi asam asetat. Aktivitas antelmintik ekstrak tersebut juga diteliti pada Pheritima posthuma. Hasil menunjukkan ekstrak metanol rimpang tanaman membutuhkan waktu lebih sedikit untuk menyebabkan kelumpuhan cacing.

Hepatoprotektor: Ekstrak metanol akar memiliki aktivitas melindungi hati dari karbon tetra klorida, senyawa yang diberikan untuk memicu kerusakan hati pada tikus percobaan.

Antioksidan: Ekstrak metanol akar berpotensi sebagai sumber antioksidan kuat yang berguna membantu tubuh melawan radikal bebas.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: