Mengenal Bunga Pukul Empat dan Manfaatnya

February 7, 2015

bunga pukul empat

Nama latin: Mirabilis jalapa

Nama lokal: Bunga hoja (Bali); kupa aras (Maluku); kembang pagi sore, kederat, segerat, tegerat

Nama asing: Marvel of peru, four-o’clock, beauty of the night, false jalap (Amerika, Inggris); gul abas (Pakistan); hendirikka (Srilanka); anthi mandhaarai (India); xizao hua (Cina); purple jasmine (Hongkong); aksam safesi (Turki); belle de nuit, marveille du perou (Perancis); underblomma (Swedia); buenas tardes (Spanyol); belia di notte (Italia); sheb al-leil (Arab Saudi); vieruurtjie (Afrika); oshiroi-bana (Jepang); bunga pagi sore, bunga waktu kecil (Malaysia); banyen (Thaiiand)

Sosok

Tanaman: Herba menahun. Tinggi tanaman 50-100 cm. Akar kuat, mengandung air, permukaan berwarna cokelat gelap, bagian dalam berwarna putih. Batang tegak, bercabang banyak, dan rapat. Batang atas berwarna hijau kemerahan.

Daun: Tumbuh bertolak belakang, peduncle bagian bawah melewati setengah lembaran daun. Lembaran daun bagian atas tidak bertangkai. Lembaran daun tebal seperti kulit berbentuk ovate-bulat telur-atau ovate triangul. Panjang 3-10 cm dengan lebar 3-5 cm. Ujung runcing. Pinggiran daun rata.

Bunga: Bunga banyak. Setiap bunga memiliki satu epicalyx – daun kelopak tambahan – berwarna hijau. Bunga biseksual (putik dan benangsari dalam satu bunga) dengan perianth – tenda bunga – sederhana. Warna bunga merah, merah muda, putih, kuning.

Buah: Buah kurung (achenium) yaitu buah dengan satu biji, tidak pecah, dinding buahnya tipis, bersebelahan dengan kulit biji, tetapi tidak saling menempel. Bentuk hampir sperikal membulat dengan panjang 5 mm. Berwarna hitam ketika masak. Dibungkus seludang yang keras.

Biji: Bulat berkerut. Selagi muda biji berwarna hijau muda, setelah tua menjadi hitam. Jika dipecah berisi tepung berwarna putih yang dibalut oleh selaput berwarna kekuningan.

Ikhtisar

Bunga mekar pada sore hari. Aroma bunga sedikit harum. Sosok bunga mirip terompet dan sering digunakan anak-anak di Pulau Jawa untuk mainan sempritan (pluit). Dinamakan bunga pukul empat karena bunganya mekar persis pukul empat sore atau pukul 16.00. Perbanyakan bunga sangat mudah melalui biji. Mirabilis dalam bahasa latin berarti cantik, jalapa adalah nama sebuah kota di Meksiko. Diduga tanaman ini berasal dari Meksiko, ia bisa tumbuh mulai dari tepi pantai hingga ketinggian 1.200 m dpl. Termasuk bangsa Caryophyllales, suku Nyctaginaceae. Nama lainnya Mirabilis longiflora, Mirabilis lindheimeri, Mirabilis dichotoma, dan Mirabilis odorata.

Pemanfaatan Bunga Pukul Empat

Di Peru, ramuan akar bunga pukul empat digunakan sebagai obat diuretik. Di Brasil, suku Indian Kayapo menghirup bubuk bunga yang dikeringkan untuk sakit kepala. Sedangkan Suku Indian Assurani memarut bijinya dan meminumnya untuk mengatasi parasit pada pencernaan walaupun ada yang mengatakan bijinya mengandung racun. Bunganya digunakan sebagai pewarna makanan di Afrika. Selain diuretik, akarnya juga dipercaya sebagai afrodisiak. Daunnya digunakan untuk meredakan inflamasi.

Di Jawa, biji bunga pukul empat dihaluskan, serbuknya dibuat menjadi pasta lalu dioleskan menjadi masker jerawat. Ia dipercaya menyembuhkan radang yang kerap menyertai jerawat, sekaligus melancarkan peredaran darah di wajah. Konon zaman dahulu wanita-wanita Spanyol yang tinggal di Ternate sudah memanfaatkan tepung biji bunga pukul empat dicampur tepung beras dan kayu gaharu untuk memuluskan kulit dan memberantas jerawat. Kegunaan lain di Indonesia untuk obat sengatan serangga, urus-urus (cuci perut), dan bisul. Herbalis juga meresepkan daun pukul empat untuk mengatasi panas, sawan anak, serta antiradang.

Aktivitas farmakologis

Antidiabetes: Penelitian menginvestigasi sensitivitas insulin, hipoglikemik, dan aktivitas hipolipidemik ekstrak etanol akar bunga pukul empat pada mencit normal dan diabetes. Sebelum induksi diabetes, mencit diberi EEM pada dosis 2, 4, 8 g/kg berat badan selama 14 hari dan diinjeksi dengan streptozotocin dan dilanjutkan pemberian EEM pada 28 hari lainnya dengan dosis sama, sekali atau berulang kali. Baik sebelum dan sesudah induksi diabetes, pemberian berulang dengan dosis 4 dan 8 g/ kg EEM secara kontinu menurunkan level glukosa darah, menurunkan level insulin serum, dan meningkatkan indeks sensitivitas insulin, serta menurunkan kolesterol total serum, level trigliserida, dan kandungan trigliserida pada otot skeletal dan liver, meningkatkan kandungan glikogen pada jaringan tersebut, tetapi pemberian berulang tidak memberikan pengaruh pada indeks tersebut pada mencit normal.

Pemberian tunggal EEM (4 dan 8 g/kg) menunjukkan efek hipoglikemik pada tes toleransi glukosa oral pada mencit normal dan diabetes. Pemberian tunggal EEM tidak memiliki efek hipoglikemik dan hipolipidemik pada mencit normal dan diabetes. Disimpulkan, EEM memiliki sensitivitas insulin, efek hipoglikemik, dan hipolipidemik pada diabetes.

Antiinflamasi: Aktivitas antiinflamasi dievaluasi menggunakan model edema telapak tangan hasil induksi karegenan dan formalin pada tikus albino wistar. Aktivitas antiinflamasi pada obyek penelitian bersifat dose dependent (tergantung dosis). Ekstrak air menunjukkan penghambatan edema telapak tangan signifikan (p<0,05) 37,5% dan 54,0% pada 4 jam pada dosis 200 dan 400 mg/kg. Pada model edema telapak tangan induksi formalin persentase penghambatan maksimum edema telapak tangan 32,9% dan 43,0% pada hari ke-4 pada dosis 200 dan 400 mg/ kg. Hasil menunjukkan ekstrak air daun memiliki potensi antiinflamasi signifikan (p<0,05).Antiasma: Akar bunga pukul empat digunakan secara tradisional untuk mengatasi kulit alergi dan asma. Efek ekstrak etanohaseton (1:1) akar bunga pukul empat dipelajari untuk mengetahui aktivitas antihistaminik menggunakan hewan percobaan guinea pig dan mencit. Ekstrak (0,5 ml dari 100 mg/ml) menghambat kontraksi rantai trakeal guinea pig induksi histamine secara nonkompetitif. Ekstrak 100 atau 200 mg/kg menghambat eosinophilia induksi susu, edema telapak tangan induksi albumin, dan melindungi tiang sel melawan granulasi induksi clonidine. Studi mendukung penggunaan bunga pukul empat obat tradisional untuk perawatan alergi dan asma.

Antikanker: Ekstrak protein daun bunga pukul empat diuji secara in vitro melawan 3 jenis sel kanker: HeLa, myeloma, dan t47D. Ketiganya berturut-turut merupakan sel kanker leher rahim, sel plasma, dan kanker payudara. Sebanyak 60 g daun bunga pukul empat dihaluskan, lalu dicampur 160 ml natrium klorida sehingga didapat ekstrak protein daun. Sel kanker lantas diinkubasi memakai protein tersebut selama 24 jam. Hasilnya, pertumbuhan sel kanker terhambat. Nilai IC50-konsentrasi yang menyebabkan kematian 50% populasi sel kanker-pada sel HeLa, myeloma, dan t47D berturut-turut 14,3 µg, 7,4 µg, dan 27,8 µg per ml. Semakin kecil nilai IC50 berarti semakin tinggi sifat toksik terhadap sel kanker.5

Bahan-bahan yang memiliki nilai IC50 di bawah 100 µg/ml menunjukkan bahan itu berpotensi sebagai agen kemopreventif. Agen kemopreventif merupakan agen yang dapat mencegah dan menghambat proses perkembangan sel kanker serta membantu memulihkan kondisi kesehatan penderita kanker. Diduga keampuhan daun bunga pukul empat menghambat pertumbuhan sel kanker karena ia mengandung protein mj-c. Protein itu merupakan kelompok ribosome inhibiting protein (RIP) — protein toksik yang mampu menghambat sintesis protein. Jika sintesis protein terhambat maka otomatis perkembangan sel kanker juga terhambat. Selain itu, RIP juga memicu apoptosis atau program bunuh diri sel.

Penelitian lanjutan pada uji in vivo memakai mencit yang diberi dimetilbenzlalantrasene (Dmba) – senyawa karsinogenik poten alias pemicu kanker. Hasil pengamatan menunjukkan sel-sel kanker muncul pada mencit yang tidak diberi RIP. Sedangkan pada mencit yang diberi RIP, sel kanker baru muncul pada pekan ke-10. Artinya kandungan protein daun pukul empat mampu mencegah kanker kulit.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: