Mengenal Buah Nona dan Khasiatnya

August 30, 2014

buah nona

Nama lokal: Kanowa, kemulwa (Jawa); buwah nona, jambu nona, serba rabsa (Aceh); buwah unah (Lampung); manowa, nona (Sunda); buwah nyonya (Maluku)

Nama asing: Netted custard apple, ox-heart, bullock’s heart (Inggris); anoneira (Portugis); anonillo, corazon de buey (Spanyol); netzannone (Jerman); coeur de boeuf (Perancis); buah nona (Malaysia); sarikaya (Sulu, Filipina); mo bat, mean bat (Kamboja); khan tua lot (Laos), nolnang, noinong, manong (Thailand); binh bat, qua na, mang cau dai (Vietnam)

Sosok

Tanaman: Berbentuk pohon atau perdu, tegak. Tinggi bisa mencapai 10 m dengan diameter batang sekitar 35 cm.

Daun: Tumbuh saling silang. Panjang 10-20 cm. Lonjong memanjang atau lancip-lanset.

Bunga: Wangi. Ramping. Mahkota bunga 3 helai dengan panjang 2-3 cm. Hijau terang di bagian luar, kuning pucat di bagian dalam, dan terdapat titik ungu atau merah tua di bagian dalam dasar bunga. Bunga tidak pernah terbuka sempurna.

Buah: Majemuk, tipe buah pseudocarp – buah palsu. Bentuk hampir bundar atau berbentuk hati. Berdiameter 8-16 cm dan berwarna kuning kecokelatan atau kemerahan. Permukaan berurat-urat seperti jala. Daging buah putih.

Biji: Berwarna paduan putih-krem. Bijinya beracun.

Ikhtisar

Tanaman asli India barat yang kini diintroduksi dan dibudidayakan di daerah tropis terutama Asia Tenggara. Termasuk ke dalam kelompok bangsa Magnoliales dan suku Annonaceae. Semua bagian tubuhnya mengeluarkan aroma kuat dan khas jika diremas. Di India kulit kayu buah nona yang disebut ramphal, dikenal sebagai astringent dan tonik.

Kandungan kimia

Senyawa acetogenins baru, annoreticuin-9-one [3], ditemukan bersama empat senyawa lainnya yang sudah diketahui yaitu squamone [4], solamin [5], annomonicin [6], dan rolliniastatin 2 [7], pada ekstrak aktif daun buah nona. Biji tanaman mengandung acetogenins terutama cis dan transisomurisolenin. Selain itu juga mengandung annoreticuin, bullatacin, squamosine, dan rolliniastatin. Daun dan akar mengandung sesquiterpenes terutama spathenelol, muurolene, copaene, dan edesmol. Pada kulit kayu terdapat reticullacinone, rolliniastatin-2, molvizarin, dan kaur-16-ene- 19-oic acid.

Pemanfaatan Buah Nona

Buah nona dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan makanan dan minuman seperti jus dan puding. Daunnya dapat berfungsi sebagai pewarna pakaian menghasilkan warna biru atau hitam. Selain itu, daun juga bermanfaat untuk mengatasi cacingan, sariawan, dan abses. Buah muda dan kulit kayunya untuk disentri dan diare. Biji, daun, dan buah muda berfungsi sebagai insektisida. Di Amerika Selatan buahnya untuk mengobati disentri dan cacingan.

Aktivitas farmakologis

Analgesik dan CNS (Central Nervous System) depresan: Ekstrak petroleum eter, etil asetat, dan metanol kulit kayu buah nona diteliti untuk melihat efek analgesik dan CNS depresan pada model hewan yang berbeda. Analisis fltokimia mengungkap keberadaan senyawa terpena dan steroid pada ekstrak petroleum eter, alkaloid, dan flavonoid pada ekstrak etil asetat. Sementara ekstrak metanol menunjukkan keberadaan tanin, flavonoid, dan glikosida. Ekstrak kulit kayu buah nona menunjukkan aktivitas analgesik signifikan pada dosis 100 mg/kg. Di antara semua ekstrak, ekstrak petroleum menunjukkan peningkatan tertinggi pada waktu reaksi. Semua ekstrak menunjukkan aktivitas analgesik pusat signifikan pada metode hot plate pada mencit swiss albino. Semua ekstrak secara statistik menunjukkan aktivitas depresan sistem saraf pusat yang dikaji menggunakan uji aktivitas lokomotor dan tes waktu tidur pentobarbiton.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: