Mengenal Buah Buni dan Berbagai Khasiatnya

August 27, 2014

buah buni

Nama lokal: Huni, huni gedeh, huni wera, beras-beras, wuni (Sunda); wuni (Jawa); bunih, katakuti, barune, bunetedong (Makassar); buah monton (Sumatera Utara); bune (Nusa Tenggara); takuti (Gorontalo); barune (Sumbawa); bonia (Lampung); bumeh (Madura)

Nama asing: Bignai, bignay, bugnay, dokodoko (Filipina); kywe pyisin (Myanmar); antidesme (Perancis); wild cherry, Chinese laurel, curranttree,nigger’scord,salamandertree(lnggris);salamanderboom, woeni (Belanda); ma mao dong, baa mao ruesee, mao chaang, mao luang (Thailand); kho lien tu (Laos); choi moi, lien tu (Vietnam); moikin, chunka (Suku Aborigin, Queensland, Australia); wu yue cha (Cina); hilmachery, nulitali, kari komme, janupullari (India); katakuti (Malaya); buni noki (Jepang); candoeira (Portugis); bignai (Spanyol)

Ikhtisar

Buni diduga berasal dari kaki pegunungan Himalaya di India, C dan Asia Tenggara (di luar kawasan Melayu), Filipina, dan timur Australia, Secara taksonomi termasuk bangsa Euphorbiales, suku Euphorbiaceae. Itu berarti buni masih sekerabat dengan tanaman hias Euphorbia milli. Sinonim: Antidesma andamanicum, Antidesma ciliatum, Antidesma collettii, Antidesma cordifolium, Antidesma crassifolium, Antidesma floribundum, Antidesma glabrum, Antidesma rumphii, Antidesma stilago, Antidesma sylvestrt Antidesma thoreiianum, Sapium crassifolium, dan Stilago bunius.

Kandungan kimia

Batang buni mengandung alkaloid toksik. Daun mengandung terpenoid, tanin, glikosida, saponin, dan antrakuinon. Bagian korteks mengandung alkaloid, terpenoid, tanin, glikosida, dan saponin. Penelitian mengkaji asam organik yang terkandung pada kultivar buah matang buni yang terdapat pada hutan primer dipterocarp di Lembah Phupan, Sakon Nakhon, timur laut Thailand menunjukkan terdapat dua kelompok asam organik yaitu mayor dan minor. Kelompok mayor terdiri dari asamtartarat (7,97-12,16 mg/g bobot segar), asam askorbat (10,01-16,55 mg/g bobot segar), asam sitrat (4,44-11,73 mg/g bobot segar), dan asam benzoat (8,13-17,43 mg/g bobot segar). Sedangkan kelompok minor terdiri dari asam malat (3,05-4,52 mg/g bobot segar), asam laktat (1,12-4,09 mg/g bobot segar), asam oksalat (1,00— 1,45 mg/g bobot segar), dan asam asetat (0,19-0,69 mg/g bobot segar).

Ada beberapa kultivar yang tumbuh di tempat itu. Kultivar khumlhai memiliki asam askorbat tertinggi diikuti kultivar lompat, phuchong, sangkrow 2, dan maelookdog. Kultivar sangkrow 2 dan phuchong memiliki rasio asam tartarat dan malattertinggi. Kandungan total bagian padat terlarut (total soluble solid, TSS, %) tertinggi ada pada kultivar sangkrow 5 sedangkan total asam organik (total organlc acids, TOA) tertinggi terdapat pada kultivar phuchong. Rasio TSS:TOA tertinggi terdapat pada kultivar sangkrow 2. Kultivar sangkrow 2 dan 3 memiliki persentase jus tertinggi diikuti kultivar fapratan dan lompat.

Sosok

Tanaman: Pohon berkayu yang tingginya mencapai 15-30 m. Bentuk kayu bulat. Percabangan simpodial-batang pokok sulit ditentukan. Warna kemerahan dan keras. Mengandung serat yang bagus untuk tali.

Daun: Tunggal, tersebar, lonjong, pangkal runcing, ujung runcing. Panjang 15-20 cm, lebar 5-10 cm. Pertulangan menyirip, warna hijau.

Bunga: Majemuk, posisi di ketiak daun, bunga jantan bertangkai pendek, kelopak bentuk cawan, bunga betina bertangkai, benang sari kuning pohon utuh kemerahan, tiga sampai empat. Mengeluarkan aroma yang tajam dan khas.

Buah: Lonjong, masih muda hijau setelah tua merah, muncul dalam bentuk dompolan yang menjuntai memanjang.

Biji: Keras seperti batu, lonjong, warna putih kotor.

Akar: Tunggang, putih kecokelatan.

Pemanfaatan Buni

Masyarakat Indonesia lazim menyantap buah segarnya, sebagian mengolah menjadi rujak buah buni. Pemanfaatan lain sebagai pewarna biru alami. Daunnya disantap sebagai salad di Indonesia dan Filipina. Di beberapa daerah di Indonesia, daun mudanya bisa dipakai sebagai pengganti tomat atau vinegar dalam masakan ikan. Buahnya yang bercitarasa asam dipakai dalam aneka jenis sup ikan. Buah mentah dan matang diolah menjadi selai dan jeli, terutama karena kandungan pektinnya yang tinggi.

Di Florida, Amerika Serikat, buni dibuat menjadi sirop atau difermentasi menjadi minuman ringan, wine, dan brandy. Pucuk daunnya dipakai untuk teh di Cina. Kulit kayunya keras dan kuat sehingga banyak dipakai untuk bahan baku tali dan tambang. Kayunya sendiri untuk bahan pembuatan papan tulis, pegangan alat-alat pertukangan, dan eleman keras di taman. Di India, masyarakat memanfaatkan daunnya untuk obat maag dan gangguan pencernaan. Penduduk lokal Thailand terutama wilayah timur laut menggunakan buah matang untuk mengatasi disentri, diabetes mellitus, masalah pencernaan, dan konstipasi. Daun buni juga berkhasiat sebagai obat penutup sebagai penutup luka dan buahnya yang telah matang berkhasiat untuk menambah air susu ibu.

Resep Sifilis

Bahan
– Daun buni 10 g
– Daun cakar ayam 10 g
– Daun sambiloto 5 g
– Daun rumput mutiara 5 g
– Daun sendok 5 g

Cara membuat
Rebus seluruh bahan dengan 2 gelas air (sekitar 400—500 cc) hingga mendidih. Diamkan hingga dingin kemudian minum tanpa ampas 2—3 kali sehari sebelum makan.

Aktivitas tarmakologis

Uji toksisitas: Uji toksisitas ekstrak metanol daun dan buah buni pada larva udang laut Artemia salina menunjukkan aktivitas toksisitas potensial. Uji toksisitas digunakan untuk menilai keamanan obat tradisional atau bahan kimia sebagai makanan/suplemen, juga untuk menilai potensi suatu obat tradisional. Metoda brine shrimp lethality test (BSLT) yang memanfaatkan larva udang laut merupakan metode penapisan awal dalam upaya pencarian senyawa antikanker.

Antioksidan: Aktivitas antioksidan beberapa kultivar buni diteliti menggunakan metode DPPH. Diketahui kultivar sangkrow 2 memiliki aktivitas pemburu radikal (83,26%) dan aktivitas antioksidan (0,32 g/g DPPH) tertinggi, itu menunjukkan ekstrak metanol buni secara umum berpotensi sebagai antioksidan alami. Aktivitas antioksidan buni yang berasal dari Manipur, India, tercatat memiliki nilai IC50 1,717 µg/ml.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: