Mengenal Berbagai Macam Penyakit Menular Seksual

June 15, 2014

penyakit menular seksual

Penyakit menular seksual seperti herpes, genital warts, chlamydia, syphilis, dan gonorrhea merupakan sederet penyakit menular seksual yang dapat menyebar melalui aktivitas-aktivitas seksual yang dilakukan melalui miss V, mister P, mulut, dan anus. Lalu bagaimana mengetahui apakah kita terkena penyakit tersebut atau tidak? Berikut penjelasannya.

1. Gonorrhea

Merupakan penyakit menular seksual yang paling sering ditularkan melalui kontak seksual dengan orang yang terinfeksi. Gonorrhea juga dapat menyebar melalui kontak dengan cairan tubuh yang terinfeksi, demikian juga halnya pada ibu dapat juga menularkan pada bayinya saat proses melahirkan. Infeksi akan semakin mudah terjadi pada meraka yang memiliki banyak pasangan seksual.

Gonorrhea disebabkan oleh bakteri neisseria gonorrhea. Bakteri ini dapat tumbuh pada lingkungan yang hangat, lembab, atau pada saluran reproduksi termasuk diantaranya serviks, uterus, tuba falopi pada wanita, dan juga pada uretra baik pada pria maupun wanita. Bakteri ini juga dapat tumbuh di lokasi lain seperti pada mulut, tenggorokan dan juga anus.

Gonorrhea adalah penyakit menular seksual yang sangat sering dijumpai di Amerika Serikat. Menurut CDC setiap tahunnya ada sebanyak 700.000 kasus baru.

Dan pada tahun 2010 yang lalu di Amerika Serikat dilaporkan terdapat 309.341 kasus. Dikatakan remaja yang sudah aktif secara seksual merupakan populasi tertinggi dari infeksi ini.

Perlu diketahui, tidak semua orang yang terinfeksi bakteri ini memiliki gejala. Sehingga sulit untuk mendapatkan pengobatan secara cepat. Namun ketika gejala sudah muncul, umumnya mereka baru menyadarinya setelah dua hingga 10 hari paparan, bahkan ada yang mencapai waktu 30 hari baru muncul gejala seperti berikut:

□ Pada wanita, diantaranya keluar cairan kuning atau keputihan dari vagina.

□ Nyeri di sekitar perut bagian bawah atau panggul.

□ Rasa terbakar ketika buang air kecil.

□ konjungtivitis (mata gatal dan merah)

□ Perdarahan, bercak darah setelah berhubungan

□ Pembengkakan vulva

□ Rasa terbakar ditengorokan (setelah melakukan oral seks).

□ Pembengkakan kelenjar di teng-gorokan (setelah oral seks).

Pada beberapa wanita gejala yang muncul bahkan sangat ringan, sehingga ia tidak menyadari kalau ia sudah terinfeksi bakteri ini. Banyak wanita dengan gonorrhea berpikir ia hanya mengalami infeksi jamur, lalu berusaha mengobati sendiri dengan membeli obat jamur di toko. Langkah yang terbaik adalah dengan datang ke dokter untuk memastikan diagnosis yang tepat sehingga didapatkan juga pengobatan yang tepat.

Pada laki-laki gejala yang muncul meliputi gejala seperti berikut:

□ Rasa terbakar saat buang air kecil.

□ Kencing nanah kuning kental kehijauan.

□ Rasa terbakar ditengorokan (karena oral seks).

□ Pembengkakan pada testis yang disertai dengan rasa nyeri.

□ Terjadi pembangkakan di kelenjar tenggorokan (karena oral seks).

Pada pria, gejala-gejala tersebut umumnya baru muncul dua sampai 14 hari setelah terjadi infeksi.

2. Sifilis

Sifilis merupakan penyakit seksual yang sangat mudah menular melalui aktifitas seksual, termasuk oral seks dan anal. Terkadang penyakit ini juga dapat ditularkan kepada orang lain melalui ciuman atau kontak tubuh.

Menurut dr. Laksmi Duarsa SpKK, wanita hamil dengan penyakit ini dapat menularkan ke bayinya. Ini dikenal dengan istilah syphilis congenitol, yang selanjutnya dapat menyebabkan kelainan janin dan bahkan kematian pada anak. Sifilis tidak menular melalui toilet duduk, handle pintu, air kolam renang, kolam air panas, bak mandi, pakaian bersama atau peralatan makan.

Sifilis disebabkan oleh bakteri treponema pallidum. Penyakit ini dapat menjadi ancaman kesehatan di masyarakat, karena dapat terjadi dalam jangka waktu yang lama, yang selanjutnya mengakibatkan radang sendi, kerusakan otak, dan kebutaan.

Meski CDC melaporkan bahwa pada tahun 1990 hingga tahun 2000, terjadi penurunan yang signifikan dari kasus sifilis, semenjak dilaporkan tahun 1941. Namun pada tahun 2006 dilaporkan prevalensinya meningkat hingga 36.000 kasus.

Sebagai orang awam, kita bisa mengetahui diri kita sendiri terkena sifilis atau tidak dengan mengetahui gejalanya. Infeksi sifilis terjadi dalam 3 tahap yang berbeda, yang meliputi:

Awal atau primarysyphilis. Pada primary sifilis penderita akan mengalami luka yang menyerupai gigitan kumbang besar, dan terkadang menyakitkan. Ini terjadi di sekitar alat kelamin atau di sekitar rongga mulut. Muncul sekitar 10-90 hari setelah paparan, dengan rata-rata muncul dalam 3 minggu. Meski tanpa pengobatan, infeksi ini dapat sembuh dengan sendirinya antara enam minggu.

Pada secondary syphilis, dapat berlangsung selama 3 bulan, kondisi ini muncul umumnya setelah 6 minggu sampai 6 bulan dari paparan awal. Orang dengan sifilis akan mengalami kemerahan pada pengunaan tembaga, ruam pada telapak tangan dan juga telapak kaki. Kadang menyerupai ruam yang disebabkan penyakit lain, jika letaknya di bagian tubuh yang lain. Dapat pula ditandai dengan adanya bercak putih di mulut, pembengkakan kelenjar getah bening, dan demam. Seperti halnya sifilis primary, sifilis sekunder juga dapat sembuh dengan sendirinya tanpa pengobatan.

Terakhir tertiary syphilis. Jika tak diobati, bisa berkembang dan membahayakan organ lain seperti jantung, otak, syaraf, yang selanjutnya dapat mengakibatkan kelumpuhan, kebutaan, dimensia, tuli, impotensi, bahkan kematian jika tidak segera dilakukan pengobatan.

3. Chlamydia

Chlamydia merupakan salah satu penyakit menular yang paling sering ditemukan di Amerika serikat. Infeksi ini sangat mudah menyebar karena tidak menimbulkan gejala, dan dengan mudah tanpa sadar didapatkan dari pasangan seksualnya. Sekitar 75% pada wanita dan 50% pada pria hadir tanpa gejala.

Tidak mudah mengetahui apakah seseorang sudah terinfeksi Chlamydia atau tidak karena tidak adanya gejala yang khas. Namun, pada infeksi ini dapat muncul beberapa gejala khas sebagai berikut:

Pada wanita akan muncul keputihan dan biasanya disertai bau yang tidak normal. Pada beberapa waktu terjadi perdarahan dan nyeri yang sangat menyakitkan, terutama saat berhubungan seksual. Kemudian muncul nyeri perut yang disertai dengan demam. Lantas rasa gatal atau terbakar disekitar vagina, dan rasa nyeri saat buang air kecil.

Pada pria, penyakit Chlamydia memunculkan gejala seperti nyeri saat buang air kecil, rasa gatal di sekitar ujung penis atau rasa terbakar dan nyeri atau pembengkakan di sekitar testis.

4. Genital herpes

Genital herpes, merupakan penyakit menular seksual yang disebabkan oleh herpes virus simplex (HVS). HVS tipe 1 umumnya akan menyebabkan terjadinya lepuhan yang disertai demam di daerah mulut atau wajah, ini dikenal juga dengan istilah oral herpes. Sedangkan HVS tipe 2 biasanya menyerang daerah genital atau yang dikenal dengan genital herpes. Umumnya kedua jenis virus ini baik HSV tipe 1 dan tipe 2, tidak bersifat aktif atau diam dan tidak menimbulkan gejala, namun pada beberapa orang yang terinfeksi dapat juga terjadi bisul atau lecet.

HVS tipe 1 maupun tipe 2 ditularkan melalui kontak langsung, termasuk melalui aktivitas berciuman, kontak seksual (vaginal, oral dan anal) atau dapat juga melalui kontak dengan kulit.

Herpes genital dapat ditularkan dengan atau tanpa adanya luka atau gejala. Bahkan banyak kejadian dimana virus ini ditularkan oleh orang yang tidak menyadari bahwa ia telah terinfeksi sebelumnya atau tanpa gejala sedikitpun.

Baru-baru ini sebuah studi melaporkan bahwa genital herpes ini sangat sering dijumpai di Amerika Serikat. Dikatakan sebanyak 45 juta orang pada usia 12 tahun keatas, atau satu dari lima populasi penduduk remaja dan dewasa disana terinfeksi HSV tipe 2.

Kejadian infeksi HSV ternyata lebih banyak ditemukan pada wanita (satu dari 4 perempuan), dibandingkan laki-laki. Hal ini mungkin disebabkan transmisi dari laki-laki ke wanita lebih mudah dibandingkan transmisi dari wanita ke laki-laki. Infeksi HSV tipe 2 juga lebih sering ditemukan pada orang kulit hitam (45,9%), dibandingkan dengan mereka orang kulit putih (17,6%).

Meski umumnya gejala yang ditimbulkan dari penyakit ini ringan, bahkan tanpa gejala. Namun pada infeksi HSV tipe 2, ia juga bisa mengakibatkan rasa nyeri ulkus genital berulang pada banyak orang dewasa. Dan dapat menjadi lebih parah pada mereka dengan sistem kekebalan tubuh yang menurun. Terlepas dari tingkat keparahannya, genital herpes sering mengakibatkan tekanan psikologis pada pasiennya. HSV tipe 2 juga dapat menyebabkan infeksi fatal pada bayi, bilamana seorang ibu menularkan pada bayinya saat proses persalinan.

Untuk herpes genital pertama, umumnya diawali dengan bintil lentingan dan luka/erosi berkelompok, diatas dasar kemerahan, dengan rasa sangat nyeri, pembesaran pada kelenjar lipat paha yang disertai juga gejala sistemik. Herpes genital kambuhan, timbul bila ada faktor pencetus yaitu daya tahan tubuh yang menurun, stress, sen-gama berlebihan atau adanya faktor kelelahan.

5. Genital Warts dan HPV

Genital warts atau dalam bahasa Indonesia kutil kelamin disebabkan virus human papilloma virus (HPV) yang dikenal sangat mudah ditularkan melalui kontak seksual. Setelah seseorang terinfeksi HPV, mungkin dibutuhkan waktu 1 hingga 3 bulan bahkan lebih untuk beberapa kasus, hingga kutil muncul di permukaan. Bahkan pada beberapa orang yang sudah terinfeksi HPV, kutil tidak muncul, namun ada baiknya untuk memeriksakan diri ke dokter, meski kutil tidak terlihat oleh mata kita.

Kutil kelamin terlihat seperti daging, dengan benjolan warna merah muda atau merah, dan tumbuh di daerah sekitar organ intim. Kutil mungkin terlihat kecil seperti sebuah kembang koi. Umumnya akan muncul secara berkelompok tiga hingga empat. Tidak menyakitkan meskipun pada beberapa kasus dapat juga mengakibatkan perdarahan, gatal atau nyeri ringan.

Pada wanita kutil dapat berkembang di luar atau di dalam vagina, pada leher rahim atau bahkan sekitar anus. Pada pria mereka dapat terlihat di ujung penis, batang penis, skrotum atau disekitar anus. Kutil kelamin juga dapat muncul dan berkembang di mulut atau tenggorokan pada orang yang telah melakukan oral seks dengan orang yang terinfeksi.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: