Mengenal Bayam Kucing dan Berbagai Khasiatnya

July 24, 2014

bayam kucing

Nama lokal: Cuca, bayam ekor belanda, bayam ekor kucing, bayam kasubiki, bayem biludu, boroco

Nama asing: Quailgrass, celosía, feather celosía, plumed celosia, feathered amaranth, cockscomb, wlld coxcomb (Amerika); crete de coq (Perancis); qing xiang zi (Ciña); kindayohan (Filipina); lagos spinach, soko yokoto, tarar áláyyafó (Afrika Barat-Nigeria)

Ikhtisar

Tanaman dari bangsa Caryophyllales dan suku Amaranthaceae ini berasal dari daerah tropis terutama Afrika. Nama genusnya, Celosia, berasal dari bahasa Yunani yang bermakna “terbakar”, kemungkinan karena warna mahkota bunganya yang merah menyala. Di Indonesia, umumnya bayam kucing tumbuh liar di pinggir jalan. Celosia argéntea juga dikenal dengan sinonimnya Celosia argéntea var spicata, Celosia margaritacea, Celosia plumosa, Celosia pyrimidalis, dan Celosía argéntea var plumosa.

Sosok

Tanaman: Semusim, berbentuk semak. Tumbuh tegak, tinggi tanaman antara 30-200 cm. Berbatang tunggal atau bercabang sedikit, dan keseluruhan tanaman halus tanpa bulu.

Daun: Tunggal, tumbuh berselang-seling. Bentuk daun bulat telur atau oval dengan panjang 4,5-15 cm. Ujung meruncing, tepi daun rata. Warna daun hijau dengan sedikit garis merah di tengah daun.

Bunga: Majemuk, berbentuk bulir, bagian atas melebar seperti jengger ayam. Warna bunga bermacam-macam. Ada yang berwarna ungu kemerahan di bagian ujung, semburat keunguan di bagian tengah hingga putih di bagian bawah. Warna lain kuning, jingga, merah muda, putih, burgundi, dan jingga kemerahan. Pada 1988 diperkenalkan tipe baru bunga berwarna merah terang dengan daun ungu keperakan.

Buah: Kotak, bentuknya bulat telur, warna merah kehijauan, retak sewaktu masak, di dalamnya terdapat dua atau beberapa biji kecil.

Biji: Ukuran biji sangat kecil, diameter hanya 1,5 mm, dalam 100 gram biji bisa terdiri dari 43.000 butir. Warna hitam mengilap, berbentuk seperti ginjal agak membulat.

Kandungan kimia

Ekstrak daun bayam kucing mengandung senyawa seperti alkaloid, karbohidrat, glikosida, fitosterol, saponin, tanin, protein, asam amino, dan flavonoid. Glikosida fenolik, 4-O-β-D-apifuranosyl-(1-»2)-β-D-glucopyranosyl-2-hydroxy-6-methoxyacetophenone dan 11 senyawa lain juga berhasil diisolasi dari ekstrak MeOH bayam kucing. Di antara senyawa yang diisolasi, stigmasterol menunjukkan aktivitas penghambatan level sedang melawan sel SGC-7901 dan sel BEL-7404.

Pemanfaatan Bayam Kucing

Di kawasan Afrika dan Asia Tenggara daun dan bunganya bisa dipetik sebagai bahan makanan. Selain itu juga dimanfaatkan sebagai tumbuhan obat: daun dan batang untuk meredakan peradangan, akar untuk eksem, biji untuk afrodisiak, dan bunga untuk diare. Di India untuk mengobati diabetes mellitus.

Daunnya di Srilanka untuk menurunkan panas. Manfaat lain sebagai tanaman perangkap untuk mencegah pertumbuhan gulma Striga di pertanaman sorgum. Dalam sistem pengobatan Cina digunakan untuk mengatasi rasa sakit akibat peradangan yang diakibatkan masalah pada conjunctival dan katarak, hipertensi, epistaksis, kulit gatal-gatal yang dipengaruhi panas dan angin, skabies, dan lepra. Komposisi dalam ramuan sekitar 15-25 g. Bagian tanaman yang digunakan yaitu daun, biji, dan bagian tanaman yang berada di bawah permukaan tanah.

Aktivitas farmakologis

Antidiare: Efek antidiare dievaluasi menggunakan 3 macam metode: dibandingkan dengan Loperamide sebagai obat standar diare, dibandingkan dengan atropine-juga dikenal sebagai obat anti muskarinik-pada tes charcoal meal, dan melihat pengaruhnya pada aktivitas Prostaglandin E2 (PGE2).

Pada metode pertama, tikus albino wistar dibagi ke dalam 4 grup perlakuan. Kelompok pertama hanya diberi larutan 1% tragacanth-gum alami yang berasal dari getah tanaman genus Astragalus yang dikeringkan, kedua mendapat Loperamide (2 mg/ kg) sebagai obat standar.

Kelompok ketiga dan keempat mendapat ekstrak daun sebanyak 100 dan 200 mg/kg. Tikus lalu diberi minyak jarak 1% secara oral sebagai pencetus diare. Minyak jarak bekerja menghambat penyerapan air dan NaCI sehingga volume usus meningkat. Kandungan asam risinoleat menyebabkan iritasi dan inflamasi pada dinding usus, memicu pembentukan prostaglandin yang akhirnya memicu proses diare.

Pengamatan jumlah cairan dan zat padat yg dikeluarkan tikus dilakukan 4 jam kemudian. Pada metode kedua ekstrak 200 mg/kg daun ternyata menunjukkan hasil lebih baik dibanding atropine. Dari metode ketiga didapat hasil ekstrak berhasil menghambat PGE2 sehingga memberi efek antidiare.

Dari keseluruhan hasil penelitian dapat disimpulkan efek antidiare ditunjukkan dengan adanya penurunan aktivitas gastrointestinal, penghambatan sintesis senyawa prostaglandin dan NO. Prostaglandin adalah senyawa yang bertanggung jawab pada kontraksi dan relaksasi otot polos. Efek itu muncul diduga karena kerja tanin dan flavonoid di dalam ekstrak. Hasil tes charcoal meal juga menunjukkan aktivitas antimuskarinik. Antimuskarinik biasa dipakai dalam pengobatan parkinson.

Antimikrob: Tujuh puluh dua ekstrak metanol diperoleh dari daun, kulit batang, dan akar 50 jenis tanaman yang digunakan sebagai obat tradisional di wilayah Perak, Semenanjung Malaysia. Semua ekstrak lantas diteliti untuk mengetahui aktivitas antibakteri dan anticendawan. Salah satu tanaman, bayam kucing, menunjukkan spektrum luas sebagai antibakteri dan anticendawan.

Hepatoprotektor dan imunostimulan: Celosian, polisakarida yang bersifat asam dari biji bayam kucing diketahui manjur sebagai agen antihepatotoksik pada luka liver hewan uji. Mekanisme imunomodulator celosian diteliti untuk menjelaskan bagaimana terjadinya efek hepatotoksik.

Celosian mendorong terbentuknya tumor nekrosis factor-alpha (TNF-alpha) pada mencit. Secara alami TNF berfungsi sebagai sel kekebalan tubuh, hasil kerjanya berupa proses apoptosis (bunuh diri) sel, penghambatan replikasi viral sel, dan mencegah pertumbuhan lebih lanjut sel yang abnormal (tumorigenesis).

Celosian juga merangsang produksi interleukin-1 beta (IL-1 beta) dan nitric oxide (NO) pada makrofag sel J774,1 dengan konsentrasi tertentu (antara 1-1000 microgram/ml). Selain itu, celosian menginduksi sekresi beta IL-1 pada sel mononuklir manusia. Interleukin 1 (IL-1) adalah sejenis protein sitokin dalam tubuh yang bekerja sebagai mediator proses inflamasi.

Saat tubuh sedang berjuang melawan serangan benda asing salah satu mekanisme pertahanannya dengan memunculkan proses inflamasi/peradangan. Celosian juga meningkatkan aktivitas produksi interferon gamma (IFN-gamma) dari concanavalin A (Con A) pada sel limpa mencit. Interferon gamma (IFN-gamma) atau tipe II interferon yang diproduksi oleh Natural Killer (NK) dan Natural Killer T (NKT) sel, fungsi utamanya mengontrol pertumbuhan tumor, melawan infeksi bakteri, dan mencegah replikasi viral sel asing.

Meskipun begitu, celosian sendiri tidak secara signifikan mempengaruhi produksi IFN-gamma. Hasil ini mengindikasikan dengan bekerja sebagai agen imunostimulan celosian berperan antihepatotoksik.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: