Mengenal Bayam Duri dan Berbagai Khasiatnya

July 18, 2014

bayam duri

Nama lokal: Bayem raja (Jawa), senggang cucuk (Sunda)

Nama asing: Uray, thorny amaranth, blette epineuse (Perancis), spinny amaranth, prickly amaranth, pti banlar (Kamboja), kulitis (Filipina), phak khohm (Thailand), caruru-de-espinho, baixian (Cina)

Ikhtisar

Disebut spinny amaranth alias bayam duri lantaran tanaman memiliki duri yang muncul di ketiak daun. Sinonimnya Amaranthus spinosus var. basiscissus, Amaranthus spinosus var. circumscissus, Amaranthus spinosus var. indehiscens, Amaranthus spinosus var. purpurascens, Amaranthus spinosus var. pygmaeusz, Amaranthus spinosus var. viridicaulis, dan Galliaria spinosa. Termasuk bangsa Caryophyllales dan suku Amaranthaceae.

Kandungan kimia

Mengandung protein, kalsium, dan oksalat tinggi. Kulit batang Amaranthus spinosus mengandung amaranthine, isoamaranthine, hydroxycinnamates, quercetin, dan glikosida kaempferol.

Sosok

Tanaman: Tingginya hanya 100-130 cm. Bercabang banyak. Berwarna hijau atau hijau kemerahan.

Daun: Panjang 3,5-11 cm dengan lebar 1-4,5 cm. Panjang tangkai daun hampir sama dengan lembaran daun. Permukaan daun atas dan bawah halus (glabrous). Urat daun sejajar.

Bunga: Muncul di ketiak daun dan di pucuk tanaman. Berwarna hijau dari kejauhan, bila dilihat dari dekat, kelopak bunga berwarna agak putih. Uniseksual (dalam satu bunga hanya terdapat satu jenis kelamin).

Buah: Ovoid (bulat telur).

Biji: Berukuran sekitar 1 mm. atau hitam kecokelatan. Kecil dan mengkilap.

Pemanfaatan Bayam Duri

Di Kamboja, serbuk bayam duri digunakan sebagai pewarna hijau untuk pakaian. Di Afrika dan Filipina digunakan sebagai bahan makanan. Masyarakat di Pamekasan, Madura, secara tadisional menggunakannya untuk mengobati penyakit kencing nanah dan kurang darah.

Aktivitas farmakologis

Antiandrogenik: Ekstrak biji Dolichos biflorus dan akar Amaranthus spinosus diberikan pada dosis berbeda (25 mg D. biflorus dan 25 mg A. spinosus; 50 mg D. biflorus dan 50 mg A. spinosus selama 10 hari berturut-turut) diteliti pada organ seks aksesori pada tikus jantan dewasa. Efek merugikan yang dikaji pada bobot organ, kandungan protein, dan konsentrasi juga aktivitas enzimatis pada vas deferens, seminal vesicle, dan prostat ventral mengindikasikan aksi antiandrogenik pada tikus jantan.

Hepatoprotektor: Aktivitas hepatoprotektif diteliti pada ekstrak etanol 50% dari keseluruhan tanaman Amoronthus spinosus melawan luka liver pada tikus akibat induksi d-galactosamine/lipopolysaccharide (d-GaIN/ LPS). Kerusakan hati yang diinduksi d-GalN/LPS (300 mg/kg bobot tubuh atau 30 pg/kg bobot tubuh) ditunjukkan melalui peningkatan aktivitas enzim penanda (aspartate transaminase, alanine transaminase, alkaline phosphatase, lactate dehydrogenase and gamma glutamyl transferase) secara signifikan dan level bilirubin pada serum, sementara fosfolipid menurun secara signifikan. Semua parameter lainnya, seperti kolesterol, trigliserida, dan asam lemak bebas meningkat secara signifikan baik pada serum dan liver dibandingkan kelompok kontrol.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: