Mengenal Bawang Dayak dan Berbagai Khasiatnya

July 13, 2014

bawang dayak

Nama lokal: Bawang kapal, si marbawang-bawang (Sumatera Utara); bawang sabrang, teki sabrang (Jawa); babawangan beureum (Sunda); bawang dayak, bawang hutan, bawang tiwai (Kalimantan), bawang berlian, bawang arab

Nama asing: Mala-bawang, ahos-ahos, hagusahis (Filipina); horm daeng (Thailand); ang chang (Tiongkok)

Ikhtisar

Bawang dayak berasal dari Amerika tropis dan menyebar ke berbagai negara termasuk Indonesia. Dikenal dengan nama bawang dayak karena banyak dijumpai dan umum dijadikan tanaman obat masyarakat Dayak di Kalimantan Tengah. Sebutan bawang melekat lantaran bentuk bulbus yang berada di bawah permukaan tanah-bagian yang dijadikan bahan obat tradisional — memiliki sosok seperti bawang merah, membesar dengan susunan berlapis-lapis. Tanaman yang bersinonim dengan Eleutherine polmifolia ini termasuk famili Iridaceae.

Kandungan kimia

Ekstrak etanol kasar bulbusnya mengandung fenol, sterol, phlobatannin, protein, steroid, tanin, penurun gula, terpenoid. Bulbus bawang dayak mengandung senyawa naftokuinon dan turunannya, seperti elecanacine, eleutherine, eleutherol, dan eleuthernone.

Sosok

Tanaman: Herba, semusim.Tinggi tanaman 30-50 cm. Batang semu. Membentuk bulbus di bawah permukaan tanah. Bulbus berlapis bulat telur memanjang berwarna merah.

Daun: Tunggal. Berbentuk pita dengan ujung dan pangkal runcing. Tepi daun rata. Daun berwarna hijau. Berlekuk-lekuk vertikal.

Bunga: Majemuk. Muncul di ujung batang. Tangkai bunga sekitar 40 cm. Memiliki dua kelopak bunga berwarna hijau kekuningan dan empat mahkota bunga dengan panjang sekitar 5 mm berwarna putih. Kepala sari kuning. Putik putih kekuningan.

Pemanfaatan Bawang Dayak

Masyarakat di Kalimantan kerap menggunakan bawang dayak untuk mengatasi penyakit akibat pertumbuhan sel-sel jaringan tubuh yang abnormal seperti kista, mioma, dan kanker rahim. Secara tradisional suku Dayak memanfaatkannya untuk melancarkan air seni, sembelit, obat bisul, mencegah stroke, menurunkan tekanan darah dan kolesterol, serta minuman untuk ibu pascamelahirkan.

Di Thailand bawang dayak lazim digunakan dalam masakan tradisional, misalnya sebagai bahan salad. Masyarakat di Negeri Gajah Putih itu juga menggunakan bawang sabrang bersama kencur untuk mengobati batuk pada anak. Di Amerika Selatan dan Amerika Serikat bawang berlian lazim dimanfaatkan sebagai tanaman hias. Sementara masyarakat di Tiongkok memanfaatkannya sebagai tanaman hias, bumbu masak, dan obat tradisional untuk mengatasi flu dan gangguan jantung, serta sebagai pencahar. Di Filipina umbi kerabat gladiol itu digunakan untuk meredakan mulas pada anak-anak. Air rebusan umbinya juga dimanfaatkan sebagai pelancar urine (diuretik).

Aktivitas farmakologis

Antimikrob: Bulbusnya yang mengandung fenol, sterol, phlobatannin, protein, steroid, tanin, dan penurun gula memiliki aktivitas antimikrobial melawan Stophylococcus oureus resisten meticilin dan Acinetobocter boumonnii.

Antidermatophyte: Kandungan naftokuinon eleutherin yang terdapat pada bulbus yang diujikan pada konsentrasi 10 µg, 20 µg, 40 µg, 60 µg, dan 80 µg/cakram kemudian dibandingkan dengan penggunaan myconazole untuk melihat aktivitas antidermatophyte. Istilah dermatophyte sebenarnya merujuk pada cendawan yang menginfeksi kulit. Hasil uji menunjukkan zona penghambatan melawan Trichophyton mentogrophytes sebesar 7 mm, 8 mm, 13 mm, 16 mm, 17 mm, dan 14 mm. T. mentagrophytes merupakan jamur penyebab berbagai macam penyakit salah satunya athlete’s foot infeksi kulit yang menyerang kaki, tepatnya bagian sela jari kaki dan kuku.

Antimelanogenesis: Pada uji penghambatan melawan pembentukan melanin, kandungan senyawa naftokuinon eleutherin yang terdapat pada bulbus bawang dayak menunjukkan aktivitas antimelanogenesis pada 5 ppm dengan toksisitas rendah dibandingkan arbutin, agen pemutih kulit komersial. Arbutin ditemukan pada gandum dan kulit buah pir itu awalnya ditemukan pada bearberry Arctostaphylos uva-ursi. Kini arbutin banyak digunakan sebagai bahan pemutih komersial.

Peluruh batu ginjal: Dosis fraksi bulbus bawang dayak diuji untuk mengetahui aktivitas diuretika dan antikalkuli terhadap mencit putih wistar jantan yang telah diinduksi dengan hidroksiprolin dengan dosis 2,5 g/kg BB. Dari data yang dianalisis dengan menggunakan metode statistik tukey dan scheffe diperoleh ada perbedaan yang signifikan pada kelompok perlakuan dengan kelompok kontrol, fraksi ekstrak metanol, fraksi petroleum eter, fraksi etil asetat dan fraksi n-butanol dosis 400 mg/kg BB dapat menurunkan kadar kalsium urine, meningkatkan volume air seni 24 jam, menurunkan pH urine dan menurunkan rasio bobot ginjal per 200 gram bobot badan (p<0,05). Itu membuktikan fraksi bulbus bawang dayak dapat menurunkan kadar kalsium yang diekskresi melalui air seni mencit 24 jam secara bermakna (p<0,05). Keampuhan fraksi berturut-turut mulai yang terbesar yaitu fraksi n-butanol, metanol, etil asetat dan petroleum eter.Diuretik: Fraksi bulbus bawang dayak bersifat diuretik (peluruh urine) terbukti mampu menurunkan pH air kemih dan rasio bobot ginjal pada mencit wistar jantan serta menaikkan volume air seni 24 jam pada kelompok mencit perlakuan yang disuntik dengan hidroksiprolin dosis tunggal 2,5 g/kg BB bila dibandingkan dengan kelompok mencit kontrol yang disuntik dengan hidroksiprolin dosis tunggal 2,5 g/kg BB dan hanya diberi Na CMC. Dibandingkan fraksi metanol, etil asetat dan petroleum eter, fraksi n-butanol memiliki aktivitas tertinggi.

Antikanker: Lima turunan naphthalene dan glukosida, eleutherinosides B-E diperoleh dari ekstrak bawang dayak. Sepuluh senyawa tersebut mampu menghambat trankripsi TCF/p-catenin pada sel STF/293. Dua senyawa di antaranya mampu menghambat transkripsi TCF/p-catenin tergantung dosis dan menunjukkan sitotoksisitas selektif melawan tiga sel kanker kolorektal.

Antioksidan: Ekstrak bulbus bawang dayak diberikan pada tikus yang dipapar asap rokok untuk mengetahui efek antioksidan. Sampel penelitian terlebih dulu diadaptasikan selama satu minggu serta diberikan makan dan minum secara ad libitum. Semua tikus kemudian dibagi menjadi lima kelompok secara acak, masing-masing terdiri dari empat ekor tikus dengan perlakuan berbeda pada tiap kelompoknya yaitu PO (kelompok tanpa perlakaun), P1 (kelompok yang hanya diberi paparan asap rokok), P2 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan pemberian ekstrak etanol bulbus bawang dayak dengan dosis 30 mg/kg BB), P3 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan pemberian ekstrak etanol bulbus bawang dayak dengan dosis 60 mg/kg BB), dan P4 (kelompok perlakuan dengan paparan asap rokok dan pemberian ekstrak etanol bulbus bawang dayak dengan dosis 90 mg/kg BB), setiap perlakuan menggunakan 4 kali ulangan. Kelompok yang memperoleh perlakuan paparan asap rokok (P2, P3, P4) setiap harinya ditempatkan pada kotak berukuran 30 x 15 x 15 cm dan dipapar asap rokok 1 batang/ hari.

Kemudian tikus jantan berusia 3-4 bulan dengan bobot 150-200 gram itu diberikan perlakuan secara oral, setiap tikus dicekoki 2 ml dosis esktrak yang telah diencerkan dengan NaCMC 0,5% setiap hari selama 53 hari. Pada hari ke-54 dilakukan pembedahan untuk mengambil organ paru-paru tikus yang selanjutnya dibuat sediaan mikroanatomi dengan metode parafin dan pewarnaan HE.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol bulbus bawang dayak dengan dosis 30 mg/kg BB, 60 mg/kg BB dan 90 mg/kg BB dapat menurunkan tingkat kerusakan dinding bronkiolus dan alveolus paru-paru tikus yang dipapar asap rokok. Ekstrak bulbus bawang dayak pada dosis 90 mg/kg BB dapat menurunkan tingkat kerusakan dinding bronkiolus dan alveolus paru-paru hingga berbeda tidak nyata dengan kontrol negatif (PO).

Senyawa flavonoid yang terkandung dalam bulbus bawang dayak telah terbukti mempunyai efek antioksidan dengan menghambat penggumpalan keping sel darah, merangsang produksi nitrit oksida yang dapat melebarkan (relaksasi) pembuluh darah, dan juga menghambat pertumbuhan sel kanker.

Penghambat alfa-glucosidase: Umbi bawang dayak terbukti mampu menghambat alfa-glucosidase karena mengandung eleutherinoside A. Penghambat alfa-glucosidase merupakan obat yang digunakan untuk pasien diabetes mellitus tipe 2.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: