Mengenal Avokad dan Berbagai Khasiatnya

July 3, 2014

avokad

Nama lokal: Alpokat (Jawa); apuket (Sunda), alpukat

Nama asing: Alligator pear, butter fruit, avocado, avocado-pear (Inggris); huângyou guo (Cina); avocatier, avocado-pear, avocet (Perancis); alligatorbirne, avocadobirne (Jerman); awokado (Thailand); aguacate, pagua (Spanyol); avokado, apukado (Malaysia); bo’, lê dâù (Vietnam)

Ikhtisar

Tanaman yang memiliki sinonim Persea gratissima, P. drymifolia, dan P. nubigena itu berasal dari wilayah mesoamerika yaitu Meksiko Tengah dan Selatan. Awalnya tanaman diperbanyak melalui biji. Itu pun tidak dibudidayakan intensif sampai pada akhirnya, sekitar pada 1900-an, para ahli menemukan teknik perbanyakan dengan cara sambung – grafting – yang mudah dan lebih cepat. Tanaman asal grafting lebih cepat berbuah dibandingkan tanaman asal biji yang mulai berbuah umur 10 tahun. Kini avokad banyak dibudidayakan secara komersil di daerah tropis dan subtropis. Namun, produsen terbesar dunia tetap dipegang Meksiko.

Pohon tumbuh hingga 20 m. Tiga varian berdasarkan daerah asalnya: mexican (P. americana var drymifolia), guatemalan (P. nubigena var guatemalensis), dan west indian (P. americana var americana). Umumnya buah dikonsumsi sebagai salad.

Tipe west indian memiliki buah besar, bulat, berkulit mengilap, kandungan minyak rendah, dan bobotnya kurang dari 1 kg atau sekitar 0,9 kg. Tipe guatemalan berbuah ukuran sedang, berbentuk ovoid – bulat telur – atau berbentuk seperti pir — agak mengecil di bagian ujung. Permukaan kulit buah seperti berkerikil tidak rata. Warna buah berubah hijau kehitaman ketika tua. Karakteristik buah tipe meksikan memiliki ciri berkulit tipis yang berwarna hijau atau hitam mengilap ketika tua. Ukurannya juga kecil, kurang dari 300 gram per buah.

Avokad masuk ke Indonesia oada 1750 (Morton 1987 dalam Whiley Aw et al 2002). Sentra avokad di Indonesia terdapat di Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sulawesi Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara, Aceh, dan Nusa Tenggara Timur.

Sosok

Tanaman: Tumbuh dengan cepat membentuk pohon hingga setinggi 20 m. Jika tangkainya dilukai, dulcitol — cairan putih mengandung gula – muncul.

Daun: Tumbuh berselang-seling. Permukaan daun licin. Panjang lembaran daun hingga 41 cm dengan lebar 10 cm. Bentuk elips, oval, dan lanset.

Bunga: Berwarna kuning kehijauan. Biseksual. Diameter 1-1,3 cm.

Buah: Bobot bervariasi mulai 100 gram hingga 2,3 kg. Bentuk buah bermacam-macam, ada yang bulat, seperti pir, hingga memanjang. Warna kulit buah hijau hingga cokelat keunguan, kemerahan, maupun kehitaman. Kematangan buah ditandai salah satunya dengan menggerakan buah, bila terasa biji bergerak di dalamnya, buah diperkirakan siap petik.

Biji: Tunggal dan besar dikelilingi daging buah. Biji berwarna cokelat muda atau kehitaman. Bentuk biji bulat.

Kandungan kimia

Komposisi kimia minyak asiri daun avokad dari Meksiko yang tumbuh di dataran tinggi Meksiko diinvestigasi dengan menggunakan kromatografi gas dan kromatografi gas – spektrometri massa. Tigapuluh senyawa teridentifikasi antara lain estragol (78,12%), alfa-cubebene (3,58%), methyl eugenol (3,37%), dan beta-caryophyllene (2,10%) yang merupakan komponen utama mencakup 87%. Penelitian lain juga menyebutkan senyawa yang terdapat pada bagian pohon avokad terdiri dari peptone, b-galactoside, glycosylated abscisic acid, alkaloids, selulosa, polygalacto urease, polyuronoids, cytochrome P-450, dan minyak asiri.

Ekstrak metanol biji dan kulit avokad mengandung senyawa kelompok polifenol yaitu flavanol monomer, proanthocyanidin, hydroxycinnamic acid, dan flavonol glycoside. Secara khusus, bijinya mengandung 3-0-caffeoylquinic acid, 3-O-p-coumaroyiquinic acid, dan procyanidin Atrimer, sedangkan kulitnya mengandung 5-O-caffeoylquinic acid, quercetin, (+)-catechin, dan procyanidin dimmers. Dibandingkan ekstrak biji, ekstrak kulit memiliki kandungan fenol lebih tinggi begitu pula aktivitas antioksidan yang ditimbulkannya.

Pemanfaatan Avokad

Buahnya banyak dimanfaatkan menjadi bahan makanan dan minuman di berbagai negara. Salah satunya guacamole, campuran daging buah avokad yang dihancurkan ditambah jus lemon, bawang bombay, tomat dan paprika. Avokad juga populer dijadikan salad dan sandwich. Di Indonesia, buah populer untuk dijadikan jus atau dimakan segar bersama gula.

Masker wajah dari avokad umum dipakai di Korea. Estragol, minyak yang terkandung pada daunnya, dimanfaatkan dalam industri kosmetik dan memiliki kandungan insektisida. Di daerah asalnya, Meksiko tengah, secara tradisional, bagian pohon avokad digunakan untuk mengatasi berbagai jenis penyakit seperti monorrhagia, hipertensi, sakit perut, bronkitis, diare, dan diabetes.

Aktivitas farmakologis

Antikolesterol: Riset avokad sebagai antikolesterol dibuktikan oleh DM Colquhoundari dari Dietary Department Wesley Hospital, Queensland, Australia. Penelitian melibatkan 15 wanita berusia 37-58 tahun. Sebanyak 8 wanita diberi avokad, sedangkan 7 orang lainnya mengonsumsi makanan kaya karbohidrat selama 3 minggu. Hasilnya, kadar kolesterol darah pada pengonsumsi avokad turun 8,2%; pengonsumsi kaya karbohidrat hanya turun 4,9%. Penurunan juga terjadi pada nilai low density lipoprotein – kolesterol jahat – pengonsumsi avokad, yang mengonsumsi karbohidrat tidak sama sekali.

Antioksidan: Ekstrak biji dan kulit avokad terbukti mengandung senyawa fenol yang memiliki efek antioksidan dengan jumlah kandungan dan efek yang lebih tinggi pada kulit dibandingkan biji. Nilai antioksidan yang terdapat pada kulit berdasarkan metode TEAC (Trolox Equivalent Antioxidant Activity dan ORAC (Oxygen Radical Absorbance Capacity) yaitu 0,16 dan 0,47 mmol Trolox/g DW. TEAC dan ORAC merupakan metode untuk mengukur kapasitas antioksidan pada sampel biologi secara in vitro.

Antidiabetes: Ekstrak hidroalkohol daun Persea americana dengan dosis 0,15 dan 0,3 g/kg/hari mampu menurunkan level glukosa dan meningkatkan status metabolik hewan percobaan. Mekanisme pengaturan penyerapan glukosa pada lever dan otot rangka itu terjadi melalui jalur aktivasi protein kinase B (PKB) atau Akt. Aktivasi Akt berperan dalam stimulasi penyerapan glukosa oleh insulin. Zdychovä dan Komers (2005) menyatakan adanya bukti rusaknya penanda Akt pada pembentukan resistensi insulin.

Analgesik: Ekstrak air daun avokad menghasilkan aktivitas penghambat rasa sakit tergantung dosis pada tes formalin yang dilakukan pada mencit penurunan menggeliat mencit yang diinduksi dengan asam asetat dan peningkatan ambang nyeri pada tes lempeng panas pada mencit. Itu artinya, ekstrak memiliki aktivitas analgesik atau pengurang rasa sakit.

Antiinflamasi: Efek antiinflamasi terdeteksi pada ekstrak daun avokad lewat adanya penghambatan inflamasi tergantung dosis pada edema telapak kaki mencit yang diinduksi karagenan.

Aktivitas hipotensif: Pemberian dosis ekstrak air dan metanol daun avokad dari 6,25 hingga 50 mg/kg secara intravena (studi percobaan mengindikasikan dosis di atas 50 mg/kg mengakibatkan kematian tikus dalam 10 menit pemberian sehingga dosis sekat tertinggi untuk injeksi i.p. 50 mg/kg) pada tikus yang dibius normotensif menghasilkan efek hipotensif yang terkait dengan dosis. Dosis di atas 12,5 mg/kg menunjukkan efek hipotensif yang secara signifikan berbeda dengan kontrol.

Antikonvulsan: Ekstrak air daun avokad memiliki aktivitas antikonvulsan – pencegah atau pengurang kejang-kejang – pada mencit. Ekstrak diuji pada hewan percobaan yang diinduksi pentylenetetrazole (PTZ), picrotoxin (PCT), dan bicuculline (BCL). Ektrak daun tanaman relatif lebih efektif pada epilepsi yang diinduksi oleh pentylenetetrazole (PTZ) dan picrotoxin (PCT) dibandingkan serangan yang diinduksi oleh bicuculline (BCL).

PTZ, PCT, dan BCL bekerja menghambat reseptor GABA (gamma-aminobutyric acid) dan menghasilkan kejang pada mencit. Obat antikonvulsan biasanya meningkatkan jumlah GABA di otak. Obat itu diberikan kepada penderita epilepsi karena penderita epilepsi menderita serangan kejang ketika GABA dalam otak rendah.

Secara umum, rata-rata serangan tertunda dan durasi kejang-kejang menurun. Penemuan itu mengindikasikan ekstrak air daun avokad dapat menghambat dan/atau melemahkan serangan hasil induksi PTZ, PCT, dan BCL pada mencit dengan cara meningkatkan aksi neurotransmisi GABAergic menyalurkan GABA.

Antiviral: Infusa daun avokad terbukti mampu menghambat virus Herpes simplex tipe 1 (HSV-1), virus penyakit Aujeszky (ADV) dan adenovirus tipe 3 (AD3) secara in vitro. Fraksinasinya berhasil mengisolasi kandungan kaempferol, quercetin 3-0-α-d-arabinopyranosides, kaempferol 3-0-α-1-rhamnopyranoside (afzelin), quercetin 3-0-α-1-rhamnopyranoside (quercitrin), quercetin 3-0-ß-glucopyranoside, dan quercetin.

Di antara keenam senyawa tersebut, afzelin dan 3-0-α-d-arabinopyranoside memiliki aktivitas paling tinggi melawan HSV-1 resisten-acyclovir. Infusa aktif melawan tiga virus sementara ekstrak etanol masing-masing senyawa menunjukkan aktivitas lemah.

Lemak Avokad Sehatkan Jantung

Menghindari avokad karena takut lemak? Itu mitos. Lemak dalam buah Persea americana itu justru lemak tak jenuh tunggal dan bebas sodium yang tokcer menjaga jantung tetap sehat Buah anggota famili Lauraceae itu juga mengandung lutein, salah satu jenis vitamin E. Riset Departemen Pertanian Amerika Serikat membuktikan lutein mujarab mencegah katarak dan degenerasi macular yang mengancam mata. Fungsi itu dapat terwujud bila Anda rutin menyantap daging buah avokad 250 g per hari.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: