Mengatasi Sakit Kepala Secara Mandiri

August 3, 2013

sakit kepala

Sakit kepala adalah nyeri pada setiap wilayah kepala. Sakit kepala dapat terjadi pada satu atau kedua sisi kepala, terisolasi di lokasi tertentu, memancarkan seluruh kepala dari satu titik atau menusuk-nusuk, bisa berupa sakit yang tajam, berdenyut atau nyeri. Sakit kepala dapat muncul secara bertahap atau tiba-tiba, dan dapat berlangsung kurang dari satu jam atau selama beberapa hari.

Sakit kepala umumnya diklasifikasikan berdasarkan penyebabnya, yaitu sakit kepala primer dan sekunder. Sakit kepala primer disebabkan oleh disfungsi atau aktivitas yang berlebihan dari fitur nyeri yang sensitif di kepala. Sakit kepala primer bukan merupakan gejala dari penyakit lain sebagai penyebabnya. Aktivitas kimia di otak, saraf atau pembuluh darah kepala di luar tengkorak, atau otot-otot kepala dan leher, atau beberapa kombinasi dari faktor-faktor tersebut, mungkin memainkan peran dalam sakit kepala primer. Beberapa orang mungkin memiliki gen yang membuat mereka lebih mungkin untuk menderita sakit kepala.

Sakit kepala sekunder merupakan gejala dari penyakit yang dapat mengaktifkan rasa sakit yang sensitif di saraf kepala. Sejumlah kondisi yang sangat bervariasi dalam tingkat keparahan dapat menyebabkan sakit kepala sekunder. Sumber sakit kepala sekunder antara lain flu, tumor otak, gegar otak, glaukoma, atau penyakit-penyakit lain.

Ada juga empat macam sakit kepala yang umum terjadi, yaitu sakit kepala ketegangan, sakit kepala kluster, migrain dan sakit kepala rebound.

Migrain

Migrain dapat menyebabkan rasa berdenyut di satu sisi kepala dan umumnya disertai mual, muntah, dan sangat sensitif terhadap cahaya dan suara. Serangan migrain dapat menyebabkan nyeri yang signifikan selama berjam-jam bahkan berhari-hari. Migrain dianggap kronis bila berlangsung setidaknya selama 3 bulan.

Beberapa migrain didahului atau disertai gejala peringatan sensorik (aura), seperti kilatan cahaya, bintik-bintik buta atau kesemutan di lengan atau kaki.

Migrain dapat disebabkan oleh ketidakseimbangan zat kimiawi otak, termasuk serotonin yang membantu mengatur nyeri di sistem saraf, fluktuasi hormon pada wanita, karena makanan seperti minuman beralkohol, keju tua, coklat, aspartam, kafein, monosodium glutamat, makanan asin, dan makanan olahan, stres, lampu terlalu terang, silau matahari, perubahan pola tidur, aktivitas fisik, perubahan cuaca atau obat-obatan tertentu, seperti obat kontrasepsi oral.

Sakit kepala ketegangan

Sakit kepala ini adalah tipe paling umum yang berupa sakit kepala ringan sampai sedang yang digambarkan seperti tali yang mengikat erat kepala. Ini mungkin terasa seolah-olah kontraksi otot sehingga disebut sakit kepala ketegangan.

Tanda lain sakit kepala ketegangan meliputi sensasi sesak atau tekanan di dahi atau di bagian samping dan belakang kepala Anda, kaku di leher, kulit kepala dan otot bahu, kadang-kadang disertai kehilangan nafsu makan.

Sakit kepala karena tegang ini dapat berlangsung dari 30 menit hingga satu minggu. Anda mungkin mengalami sakit kepala ini hanya sesekali, atau hampir sepanjang waktu. Jika sakit kepala terjadi 15 hari atau lebih per bulan untuk setidaknya tiga bulan, sakit kepala ini dianggap kronis.

Sakit kepala kluster

Sakit kepala kluster terjadi dalam pola siklus atau kelompok yang merupakan salah satu jenis yang paling menyakitkan. Sakit kepala ini disebut juga “sakit kepala jam alarm” karena sering membangunkan di tengah malam dengan rasa sakit di dalam atau di sekitar mata pada satu sisi kepala, menyerang cepat dan tiba-tiba. Serangan bisa berlangsung selama berminggu-minggu sampai berbulan-bulan yang disebut periode kluster, dan biasanya diikuti oleh periode remisi ketika serangan sakit kepala berhenti total. Selama remisi, tidak ada sakit kepala terjadi selama berbulan-bulan dan kadang-kadang bahkan bertahun-tahun.

Sakit kepala rebound

Sakit kepala rebound disebabkan oleh seringnya penggunaan obat sakit kepala selama lebih dari beberapa hari dalam seminggu. Seberapa sering sakit kepala rebound yang terjadi tergantung pada jenis dan dosis obat yang terlalu sering digunakan dan frekuensi sakit kepala, karena tubuh telah menyesuaikan diri dengan obat yang sering diminum.

Tidak jelas mengapa sakit kepala rebound terjadi. Namun para ilmuwan menduga bahwa penggunaan rutin obat sakit kepala mengubah cara jalur nyeri dan reseptor tertentu bekerja di otak. Setiap obat sakit kepala memiliki potensi untuk menyebabkan sakit kepala rebound seperti penghilang rasa sakit sederhana (aspirin, acetaminophen, ibuprofen dan naproxen), kombinasi penghilang rasa sakit (obat yang mengandung kombinasi kafein, aspirin dan acetaminophen), obat migraine, dan obat penghilang rasa sakit yang berasal dari opium atau dari senyawa sintetik.

Apa Yang Bisa Anda Lakukan Untuk Mengatasi Sakit Kepala?

Migrain

  • Cara terbaik mengatasi migrain adalah dengan meminum acetaminophen, ibuprofen atau aspirin segera begitu serangan migrain dimulai.
  • Melakukan relaksasi atau meditasi.
  • Cukup tidur, pergi tidur dan bangun tidur di waktu yang teratur.
  • Istirahat atau tidur di ruangan yang gelap dan tenang ketika migrain datang.
  • Tempatkan kompres es yang dibungkus dengan kain di belakang leher dan lakukan tekanan lembut untuk daerah yang menyakitkan pada kulit kepala.
  • Hindari pemicu migrain. Jika makanan tertentu yang Anda curigai, hindari makanan tersebut. Jika aroma tertentu masalahnya, hindari juga. Secara umum, bangun rutinitas sehari-hari dengan pola tidur yang teratur dan makan teratur, dan kendalikan stres.
  • Olahraga teratur.
  • Mengurangi efek estrogen. Jika Anda terserang migrain dan sepertinya estrogen pemicunya, hindari atau kurangi obat yang mengandung estrogen.

Sakit kepala ketegangan

  • Cobalah penghilang nyeri seperti aspirin, acetaminophen, ibuprofen dan naproxen dalam dosis rendah.
  • Oleskan minyak peppermint di dahi dan pelipis.
  • Istirahat, mengompres dengan es atau mandi air hangat, pijat atau teknik relaksasi lain.
  • Mengelola stres.
  • Memperbaiki postur tubuh. Postur yang baik dapat membantu menghindarkan otot dari ketegangan berlebih dan memungkinkan Anda bergerak lebih efisien. Ketika berdiri, tarik bahu ke belakang dan posisi kepala tegak. Tarik perut dan bokong dan tegakkan dagu Anda. Ketika duduk, pastikan paha Anda sejajar dengan tanah dan kepala Anda tidak merosot ke depan.

Sakit kepala kluster

  • Ikuti jadwal tidur yang teratur. Periode kluster mungkin dimulai saat ada perubahan dalam jadwal tidur normal. Selama periode kluster, ikuti rutinitas tidur biasa Anda.
  • Hindari minuman beralkohol.
  • Hindari nitrat yang terdapat dalam asap dan makanan olahan.
  • Hindari rokok.
  • Hindari zat-zat yang mudah menguap seperti bensin atau cat.
  • Berhati-hatilah saat di ketinggian karena kekurangan oksigen dapat memicunya.

Sakit kepala rebound

  • Minum obat sakit kepala persis seperti yang dianjurkan dalam kemasan atau oleh dokter.
  • Jika Anda harus minum obat sakit kepala lebih dari dua kali seminggu, hubungi dokter.
  • Hindari penggunaan obat yang mengandung Butalbital atau opioid.
  • Batasi penggunaan analgesik sederhana untuk kurang dari 15 hari dalam sebulan.
  • Batasi penggunaan triptans atau analgesik kombinasi tidak lebih dari sembilan hari dalam sebulan.

Kapan Saatnya Membutuhkan Bantuan Medis?

● Jika perawatan sendiri selama satu atau dua hari tidak membawa hasil.

● Mengalami sakit kepala paling parah dalam hidup Anda.

● Sakit kepala disertai rasa lemah, gangguan bicara atau pingsan.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: