Mengatasi Radang Tenggorokan Pada Anak

January 7, 2015

radang tenggorokan pada anak

Pernahkah Anda mengalami sakit pada tenggorokan? Jika ya, apalagi sakit tenggorokan ini sering terjadi pada Anda, pastinya akan membuat Anda tidak nyaman bukan. Sebab, sakit tenggorokan ini membuat Anda tidak merasa enak ketika menelan, baik itu minuman, makanan, maupun menelan ludah. Jadinya, Anda akan merasa malas untuk makan dan minum sehingga nutrisi yang masuk ke dalam tubuh pun akan berkurang.

Sakit tenggorokan atau radang tenggorokan tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja. Anak-anak bahkan anak bayi dan balita pun bisa mengalaminya. Jika Anda saja merasa tidak nyaman ketika mengalami radang tenggorokan, apalagi anak-anak bahkan anak bayi. Anak-anak yang biasanya aktif menjadi tidak aktif dalam beraktivitas. Anak-anak juga akan mudah rewel. Lalu, bagaimana cara mencegah dan mengatasi radang tenggorokan ini?

Apa Penyebabnya?

Radang tenggorokan disebut juga dengan faringitis. Peradangan terjadi pada bagian hulu tenggorokan, diantaranya di bagian rongga mulut bagian belakang, sekitar amandel, belakang laring atau bagain atas tenggorok sehingga tenggorokan akan terasa sakit. Radang tenggorokan ini akan menyebabkan amandel membesar sehingga kita akan susah menelan dan bernapas. Bakteri atau virus menjadi penyebab utama munculnya peradangan di tenggorokan pada anak.

Namun, radang tenggorokan paling sering terjadi karena infeksi virus batuk dan pilek atau virus lainnya. Virus ini bisa ditularkan melalui percikan air liur yang mengandung kuman yang ada di udara. Percikan air liur ini terhirup oleh anak saat bernapas apalagi jika saat itu daya tahan tubuh si anak sedang rendah. Dengan begitu, virus itu pun bisa langsung menyerang anak dan menyebabkan radang tenggorokan.

Selain virus, radang tenggorokan juga bisa terjadi karena bakteri. Salah satunya bakteri Streptococcus pyogenes atau yang dikenal juga sebagai kelompok Streptokokus A. Bakteri ini bisa ditularkan melalui batuk dan bersin. Bisa juga melalui makanan, minuman, atau barang-barang yang sudah terinfeksi bakteri ini. Namun, radang tenggorokan akibat bakteri ini perlu diperhatikan agar tidak mengganggu bagian tubuh yang lain. Misalnya, mengganggu organ ginjal, jantung, dan sebagainya. Namun, penyakit radang tenggorokan yang diakibatkan bakteri ini tidak biasa terjadi pada anak-anak di bawah 2—3 tahun.

Apa Saja Gejalanya?

Anak-anak mungkin hanya bisa merasakannya dan belum mengerti untuk mengungkapkan penyakit ini. Tetapi, Anda sebagai orangtua bisa memperhatikan gejala-gejala yang terjadi pada anak ketika si anak mengalami radang tenggorokan.

Pada umumnya, anak yang tenggorokannya meradang akan merasakan demam dan tidak enak badan. Terkadang pula, bisa disertai rasa mual dan muntah serta batuk-pilek. Anak akan kehilangan nafsu makan karena tenggorokan terasa sakit saat menelan sesuatu. Ketika meradang, tenggorokan tampak memerah, ada bintik-bintik putih, dan terasa bengkak serta gatal dan nyeri.

Melihat anak-anak merasa tidak nyaman akibat peradangan terkadang membuat para orangtua merasa cemas. Perlukah anak dibawa langsung ke dokter? Periksakanlah ke dokter apabila anak terserang gejala demam dengan suhu di atas 39 derajat celcius. Selain itu, jika anak mengalami kesulitan menelan air ludah dan terdapat bintik putih pada tenggorokan.

Radang Tenggorokan Bisa Ditangani

Tanpa diobati, radang tenggorokan bisa sembuh dengan sendirinya apabila kebutuhan nutrisi dan cairan si anak tercukupi dengan baik. Namun dalam masa-masa penyembuhan, radang tenggorokan bisa membuat anak-anak tidak nyaman. Untuk itu, para orangtua bisa merawat anak-anaknya dengan berbagai pengobatan tradisional.

Saat tenggorokan meradang, anak membutuhkan banyak cairan. Ayah-Bunda bisa memberikan si anak banyak minum, khususnya air hangat, yang akan memberi rasa nyaman pada tenggorokan. Air hangat juga bisa dicampurkan madu dan air perasan lemon untuk menambah rasa. Kabarnya, campuran ini bisa mengobati sakit pada tenggorokan. Jika tidak ada lemon, anak-anak juga bisa meminum satu sendok makan madu tanpa tambanan air. Madu dikenal sebagai antibiotik alami. Bisa juga meminum jus lemon tanpa gula.

Jika bosan meminum air biasa, Ayah-Bunda bisa membuatkan jus belimbing. Apalagi belimbing memiliki rasa manis yang pasti disukai oleh anak-anak. Tak hanya manis, ternyata buah belimbing juga punya khasiat sebagai antiradang sehingga bisa membantu mengobati radang tenggorokan. Ada pula bahan-bahan alami lainnya, seperti daun kemangi, teh jahe dan teh chamomile, yang bisa dijadikan obat tradisional mengatasi radang tenggorokan.

Makanan hangat seperti sup ayam, juga bisa membantu meringankan rasa sakit pada tenggorokan. Makan sup ayam hangat juga bisa menambah nutrisi dalam tubuh sehingga mempercepat penyembuhan dari radang. Selain mengonsumsi makanan dan minuman hangat, istirahat yang cukup juga sangat diperlukan untuk membantu penyembuhan.

Bisa Dicegah

Sebelum anak mengalami radang tenggorokan, orangtua bisa mencegahnya. Para orangtua bisa mencegah dengan mengajarkan anak-anak untuk menjaga kebersihan. Hindarkan anak-anak dari orang yang terkena radang tenggorokan atau si anak bisa menggunakan masker. Jaga daya tahan tubuh anak tetap optimal agar ia tidak gampang terserang penyakit. Di antaranya dengan memberikan makanan yang bergizi dan istirahat yang cukup. Hindarilah jajan sembarangan yang makanannya kurang terjamin kesehatannya.

 

 

loading...

Previous post:

Next post: